benci.2

80 8 0
                                        

cast: watanabe haruto × you
happy reading!

.

.

.

"Haruto mau makan apa? Biar y/n siapin," tanya kamu.

"Gak usah sok baik, gue bisa sー arghh..."

Kamu yang mendengar Haruto berteriak, langsung menuntunnya ke sofa terdekat lalu membantunya untuk duduk. "Kamu kenapa Haruto?"

"Pinggang gue saーsakit gue gaー" dan secara tiba tiba Haruto mulai kehilangan kesadarannya yang langsung membuatmu panik setengah mati.

Demi apapun kamu takut sekarang, takut kehilangan lebih tepatnya.

Karena jujur walaupun Haruto tak pernah mencintai mu, tetapi kamu tetap berusaha untuk mencintainya dan sekarang kamu malah terikat, seperti ada sebuah dorongan bahwa kamu harus terus menemaninya meski siksaan adalah balasannya.

.

.

.

"Dok bagaimana keadaan suami saya?"

Melihatmu yang teramat panik membuat dokter Choi tak kuasa untuk memberitahu, namun ia harus tetap memberitahu karena kamu berhak mengetahuinya.

"Maaf bu, suami anda harus segera mendapatkan donor ginjal."

Mendengar itu membuatmu tak kuasa menahan tangis, bahkan kamu saja hampir ingin terjatuh kalau saja dokter Choi tak membantu menopang tubuhmu.

"Dok tolong ambil aja punya saya, saya terima apapun resikonya!"

"Apa anda yakin dengan keputusan anda untuk mendonorkan ginjal anda?" Dokter Choi bertanya ragu. "Resikonya akan sangat fatal bila seseorang hanya mempunyai satu ginjal."

"Saya tidak peduli dok apapun resiko yang akan saya tanggung nantinya, yang penting suami saya sudah bisa pulih lagi seperti dulu itu sudah lebih dari cukup bagi saya!"

"Baiklah kalau itu mau anda," pasrah Dokter Choi.

"Tapi dokter, bisakah kau merahasiakan ini semua dari Haruto siapa pendonornya? Aku mohon!"

Dokter Choi menatap mu heran. Ada apa dengan dirimu? Bukankah tadi dirinya ingin mendonorkan ginjalnya dan membuat suaminya lekas pulih, namun mengapa ia tidak ingin memberitahukan siapa pendonornya? Ada apa sebenarnya dengan kedua manusia ini?

Karena menurutnya itu adalah urusan pribadi dan ia jelas tak berhak untuk tahu, akhirnya ia mengangguk, bersedia untuk merahasiakan ini semua dari suamimu, Haruto.

.

.

.

two years later...

"Sayang, kita jadi kan bulan madunya?"

"Jadi dong sayang!"

"Makasih sayang, kamu emang suami aku yang paling the best! Love u!"

"Hahaha, sama sama sayang, kamu juga paling the best kok buat aku! Love u more Watanabe Lucy!"

Kamu yang mendengar percakapan itu hanya bisa menangis pelan, melihat suamimu Haruto tengah merangkul Lucyー istri keduanya seraya membahas tentang plan mereka untuk pergi bulan madu ke kota Paris, sekaligus untuk merayakan ulang tahun Haruto yang tinggal menghitung hari.

Kamu yang sudah bersama Haruto sejak 6 tahun yang lalu saja tidak pernah ada pemikiran dan rencana untuk pergi bulan madu, bahkan untuk satu tempat tidur bersama pun Haruto tak mau.

[ii] treasure imagine Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang