Tiga

292 90 10
                                        


Hallo aku update jangan lupa baca yaaa!
readers gimana nih kabar kaliann ?

Buah Jatuh Tidak Jauh dari Pohonnya 💐

"Qeela, Bunda sama Ayah mau ke Singapura. Ayah ada kerjaan, kamu baik-baik di rumah, ya," ucap Bunda Dewi.

"Iya, Bun, Qela di rumah. Nanti sama Lia, dia juga masih nginep di sini, kok," jawab Qela.

"Betul itu Lia."

"Iya, Bun, Lia di sini. Momy sama Dedy pulang 3 hari lagi."

"Oalah, nggak apa-apa kalau gitu, soalnya Bunda nggak lama di sana. Kan Bunda jadi tenang, Qeela nggak sendiri ada kamu di sini," kata Bunda Dewi.

"Iya, Bunda, tenang aja. Qeela aman di sini bersama Lia."

"Yaudah, peluk Bunda dulu dong sayang. Emang nggak kangen sama Bunda?"

"Pelukan," ucap mereka serentak.

"Bunda doang nih yang dipeluk, Ayahnya nggak?" ucap sang Ayah sambil berjalan ke arah mereka.

"Nggak dong, berpelukan!" kata Qeela dan Lia sambil memeluk Ayahnya.

(Btw, Lia ini sudah dianggap anak sendiri oleh keluarga Smith, begitu juga Qeela di keluarga Lia.)

Skip...

"Qel, makan di luar yuk, di tempat biasa. Udah lama nggak bawa motor," ucap Lia.

"Boleh yuk. Kamu pakai motor yang ada di garasi aja, aku juga udah lama nggak bawa si Jagur."

"Aku VS kamu," ucap Lia.

Qeela mengangguk mengerti, mereka siap dengan gaya masing-masing lalu membawa motor mereka.

"Brumm... brumm..." Dua gadis itu saling bertatapan tajam, seakan bersaing, lalu 1...2...3 mereka pun melaju dengan kecepatan di atas rata-rata.

Banyak pasang mata melihat mereka, termasuk anak inti Bridh yang sedang nongkrong di kafe biasa mereka kumpul.

"Anjir, siapa tuh dua orang itu, kayak lagi balapan," ucap Bobi antusias.

Ken, Zidan, dan Kevin melihat ke arah yang ditunjukkan Bobi.

"Iya, lagi gabut kali," ucap Kevin sambil menatap dua orang yang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Zidan dan Ken melihat dengan tatapan serius.

"Itu cewek," ucap Ken dan Zidan serempak.

"Lah, mana gua tau co/ce. Orang nggak kelihatan, rapi banget gitu," ucap Bobi.

"Hem, yaudah lanjut aja," ucap Ken.

"Anfaedah ngurusin hidup orang," kata Zidan.

Skip...

"Yey menang!" sesuai kesepakatan Liaa ," lanjut Qeela setelah Lia tiba di sampingnya. Begitu helm full face nya di buka hampir semua pandangan tertuju pada mereka bagai selelbritis yang baru saja melakukan aksi menegangkan di jalanan.

"Masya Allah, perempuan lagi!" ucap mereka yang melihat.

Dih, apa sih, sok cantik.Bisik mereka yang tak kalah sinis

"Iya, iya. Lagi pula selisih dikit," jawab Lia sambil menarik tangan Qeela ke dalam restoran dan memesan makanan yang mereka suka.
"Lia, di dekat gedung tua bakal ada balapan antara  Bridh sama The Month. Tapi aku baru dengar soal  Bridh. Mereka kan terkenal ramah, sering bantu polisi nangkep buronan. Gak ada ceritanya tuh Bridh balapan," Ucap Qeela.

"Ya, aku juga gak tahu, Qel. Mungkin mereka ada konflik. Namanya juga organisasi besar, gak mungkin lurus terus. Bisa jadi ada yang iri atau ngejebak mereka, kan gak tahu. Mau nonton?" tanya Lia.

Cool Boy Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang