[ slice of (my) life ], [semi-lokal], [based on true story with a bit pepper>>>]
warn ; bxb ; harem ; 18+ ; age gap ; affair
"... Taeyong adalah seorang siswa kelas 12, ia adalah murid pintar dan disukai banyak orang, hanya saja sifatnya yang berand...
Cerita ini hanya sebuah karya fiksi tanpa dibuat rangkaian tokoh, alur, bahkan konflik nya terlebih dahulu. Semua ini saya buat dengan adanya kehidupan nyata dan imajinasi saya kedepannya, jadi tidak ada point dari tokoh, alur, konflik.
*hampir 6000 kata, enjoy reading😚
•
Taeyong masuk kedalam kamarnya, rasa kantuknya benar-benar sudah tiada, kini tubuhnya sangat terasa segar seperti siap melakukan banyak aktivitas. Oh astaga, Taeyong tidur terlalu lama, malam ini akan menjadi malam yang panjang baginya. Ia tidak akan bisa tidur tepat waktu.
Sedari tadi di perjalanan pulang, Taeyong terus memperhatikan bunga tulip pink yang sekarang sudah menjadi miliknya itu. Tidak terdapat pesan apa-apa yang tersembunyi atau apapun itu, Taeyong sudah berkali-kali mencarinya, bahkan ketika di mobil, tapi tetap tidak ada. Ia cepat-cepat menghampiri kursi belajarnya untuk menaruh ransel yang sedari tadi masih menempel dipundaknya. Lalu Taeyong berjalan menuju ranjang-nya, membawa kedua benda itu keatas sana.
Dengan tak sabar Taeyong membuka plastik kotak putih tersebut, ia penasaran dengan isi-nya, apakah itu benar-benar cake seperti dugaannya? jika ia, orang ini se-jauh itu sudah mengenal Taeyong, duga-nya. Saat mengeluarkan kotak itu dari sana, Taeyong merasakan berat-nya sama persis dengan cake yang biasa ia beli untuk dirinya sendiri. Dengan akhirnya, ia membuka kotak itu.
Oh, astaga! betapa terkejutnya Taeyong, cake itu sangat terlihat menggemaskan dengan hiasan berwarna pink kesukaannya. Disana pun tidak terlihat tulisan dari siapapun, duh, bagaimana Taeyong akan tau kedua benda ini dari siapa.
"MMMMM! ENAK SEKALII!" Taeyong memekik ketika ia menyuapkan satu titik krim yang ia colek menggunakan telunjuknya.
Bergegas Taeyong beranjak dari ranjangnya, menghampiri tas nya yang tadi ia simpan di kursi meja belajarnya, untuk mengambil ponsel miliknya. Tentu saja Taeyong ingin memotret-nya!
Ia tersenyum setelah mengunggah kedua fotonya di sosial media miliknya. Taeyong kembali menyimpan ponselnya dan memakan cake itu hingga tak tersisa sama sekali.
Sekarang fokusnya sudah teralihkan pada benda satu yang lainnya, ia meraih buket bunga tersebut. Tersenyum dengan membayangkan dan menerka-nerka, siapa yang memberinya bunga se-indah ini? ini adalah bunga kesukaannya juga!
"Oh astaga! pasti pipiku sudah memerah sekarang." Taeyong menyimpan bunga itu disembarang arah tanpa melihatnya karena salah tingkah dengan bayangannya sendiri. Ia meraih ponselnya, ingin melihat respon para pencibir di sekolah yang pastinya saat ini sudah mengomentari tweet-nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.