Cerita ini hanya sebuah karya fiksi tanpa dibuat rangkaian tokoh, alur, bahkan konflik nya terlebih dahulu. Semua ini saya buat dengan adanya kehidupan nyata dan imajinasi saya kedepannya, jadi tidak ada point dari tokoh, alur, konflik.
-
Perlahan Taeyong menuruni tangga nya, akan menghampiri seseorang tersebut dengan keringat yang masih banyak menempel ditubuhnya, dan dengan setelan yang sama yang ia gunakan tadi, jersey hitam putih.
"Jaehyun hyung?" Panggil Taeyong seraya berdiri di depan tangga, cukup jauh dari tempat Jaehyun duduk.
Yang di panggil pun menoleh, mengalihkan pandangannya dari ponselnya ke sumber suara yang memanggilnya. Melihat keberadaan Taeyong, Jaehyun terkejut dan spontan berdiri. Padahal yang ingin dia temui memang seharusnya Taeyong, tetapi kenapa dia sangat terkejut?
"Ah... Taeyong. Apakah kau sudah membaik?" Ujarnya canggung. Jaehyun menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Ia masih berdiri dengan canggung, cukup jauh dengan keberadaan Taeyong.
"I...ya? Apakah hyung kemari hanya untuk bertanya hal itu padaku?" Taeyong tersenyum canggung, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dengan Jaehyun hingga menghampirinya ke rumah seperti ini.
"AH!" Tiba-tiba Taeyong memekik, tubuhnya lemas dan terjatuh cukup keras ke lantai. Sial, itu adalah benda itu. Benda itu tiba-tiba bergetar dengan kuat-nya di dalam hole Taeyong. Sialan Ten.
Taeyong menatap ke atas, di sana Ten lagi-lagi menertawakannya dengan ponsel pengontrol benda ini di tangannya. Menyesal Taeyong tidak mencabutnya terlebih dahulu, ia tidak tau jika yang datang adalah Jaehyun. Benda itu berhenti seketika, Ten bermain-main dengan Taeyong.
"Taeyong?! Apakah kau tak apa-apa?" Jaehyun yang jauh dari Taeyong, panik melihat dirinya yang tiba-tiba memekik dan terjatuh di sana. Ia menghampiri Taeyong dengan cepat, Jaehyun ikut menjongkokkan dirinya di samping Taeyong yang masih duduk kesakitan karena terjatuh.
"I-iya, aku tak apa." Taeyong masih menunduk malu, tidak berani menatap Jaehyun yang kini berada sangat dekat dengannya. Jaehyun mencoba membantu Taeyong untuk berdiri, ia memberikan lengannya agar Taeyong menjadikannya sebagai tumpuan untuk berdiri. Taeyong menerimanya, ia menggenggam tangan Jaehyun dan berusaha untuk berdiri.
Namun benda itu bergetar kembali di dalam sana dengan kuatnya. "Ahh~" Kali ini bukan pekikkan yang keluar dari mulut Taeyong, tetapi desahannya. Jemari Taeyong yang pada saat itu sedang menggenggam lengan Jaehyun yang kekar, meremat lengan Jaehyun dengan kuat, kuku Taeyong yang panjang sedikit menggores kulit Jaehyun.
Jaehyun yang mendengar desahan Taeyong terbelakak. Ia terkejut. Ada apa dengan Taeyong? Cakarannya pada lengan Jaehyun membuatnya lebih janggal. Taeyong kesakitan kenapa?
Ia menatap Taeyong yang masih bergetar disana, satu tangan Taeyong masih gunakan untuk berpegangan pada Jaehyun yang membantunya. Satunya lagi ia gunakan untuk menutup mulutnya karena tak mau mendesah. Jaehyun memperhatikan wajah Taeyong yang memerah dan ia tutupi separuhnya karena mulutnya.
Jaehyun tersadar, Taeyong bercucuran keringat. Bahkan baju yang ia gunakan basah kuyup. Bahannya yang tipis dan warnanya yang putih membuatnya tembus pandang. Jaehyun bisa melihat nipples Taeyong tercetak disan. Bajunya jadi
menempel karena basah di tubuh Taeyong. Seluruh tubuhnya bergetar karena sesuatu yang ada di dalam hole nya.
"Kau kenapa?" Jaehyun berusaha menepis tangan Taeyong yang menutupi mulutnya sendiri. Karena tenaga Jaehyun lebih besar, tangan Taeyong terlepas dengan mudahnya, desahan yang lebih nikmat mengalun dengan keras di telinga Jaehyun. Kini Taeyong berada di pangkuannya karena tubuh Taeyong melemas seraya bergetar terus menerus. Itu membuat Taeyong tidak mempunyai tenaga untuk berdiri lagi. "Ah~ tunghhgu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
teacher | jaeyong
Roman d'amour[ slice of (my) life ], [semi-lokal], [based on true story with a bit pepper>>>] warn ; bxb ; harem ; 18+ ; age gap ; affair "... Taeyong adalah seorang siswa kelas 12, ia adalah murid pintar dan disukai banyak orang, hanya saja sifatnya yang berand...
