Cerita ini hanya sebuah karya fiksi tanpa dibuat rangkaian tokoh, alur, bahkan konflik nya terlebih dahulu. Semua ini saya buat dengan adanya kehidupan nyata dan imajinasi saya kedepannya, jadi tidak ada point dari tokoh, alur, konflik.
-
"Jung Jaehyun?"
Yang merasa terpanggil menoleh. Mendapatkan seseorang yang sama sekali tak ia kenal tersenyum padanya dan melambaikan tangannya begitu saja pada Jaehyun. Ia ingin mengerutkan alisnya tentu saja, dalam artian bingung, atau kesal sendiri, pada orang yang sok kenal dengan dirinya. Entahlah, mungkin Jaehyun hanya kelelahan, ditambah dengan hari ini ia tak bisa bertemu Taeyong. Itu membuat dirinya cepat merasa gundah sendiri.
"Siapa?" Ujarnya berlagak sedikit tidak sopan pada manusia yang padahal lebih tua darinya.
Yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum ramah. Ah, Sehun mengerti perasaan Jaehyun tentu saja. "Bisa kita bicara di luar? Jika kau tak ingin citramu sebagai guru yang murah senyum, baik, dan kompeten, rusak begitu saja karena ada yang mengetahui kau mengencani murid-mu sendiri?"
Jaehyun terkejut dibuatnya. Ia reflek memperhatikan sekeliling, melihat ke semua meja yang sejauh ini terlihat oleh matanya. Dan benar saja, ada beberapa guru sekolah yang ia kenal, dan juga pasangan siswa-siswi yang sedang menikmati makanan mereka.
Restoran ini memang kurang lebih berkonsep semi fine-dining, tetapi karena jaraknya yang lumayan cukup dekat dengan sekolah-nya, dan sekolah-nya tentu saja bisa dibilang cukup elite. Bukan menjadi alasan yang sulit untuk sebagian siswa maupun tenaga kependidikan seperti dirinya mampir untuk sekedar menghabiskan waktu luang di tempat ini.
Tapi bagaimana orang yang bahkan dirinya sendiri tak tau siapa, bisa mengetahui rahasia yang bahkan hanya benar-benar sedikit orang yang tau. Jaehyun menghela nafasnya gusar, ia tak punya pilihan selain benar-benar mengikuti dan mendengarkan orang yang tak ia kenal ini. Akhirnya Jaehyun pun menggerakkan kepalanya ke arah pintu keluar yang padahal baru saja ia lalui untuk masuk ke tempat ini, isyarat meng-iyakan permintaannya.
Sehun lagi-lagi hanya tersenyum ramah melihat respon Jaehyun. Benar kabarnya, Jaehyun tak suka citra nya sebagai guru rusak. Memang sebenarnya hal itu adalah wajar bagi semua guru. Tetapi untuk di norma yang ada sekarang, di detik ini, seharusnya Jaehyun bisa merasa bebas dengan Taeyong. Itu yang Sehun fikirkan.
Sehun berjalan lebih dahulu bermaksud membiarkan Jaehyun mengikutinya dari belakang. Tepat sekali dengan notifikasi yang bunyi dan muncul di ponselnya. Sambil berjalan, Sehun membacanya. Rupanya itu adalah Taeyong, bertanya Sehun ada di mana yang menang benar saat ini tak ada di mejanya. Sepertinya Taeyong sudah kembali dari toilet.
Tak lama ponselnya benar-benar berdering menandakan ada telepon yang masuk. Sehun langsung mengangkatnya. Kebiasaan Lee Taeyong, padahal Sehun sudah akan menjawabnya, namun karena tergesa-gesa Taeyong selalu meneleponnya tanpa menunggu lebih lama. Sehun mengangkatnya.
"Halo sayang?" Jaehyun memperhatikannya tentu saja.
"Kau dimana? Mengapa meninggalkan tas ku sendirian disini? Bagaimana jika ada pencuri?" Samar-samar Jaehyun bisa mendengar suara seseorang yang ada di ponsel Sehun. Selagi berjalan memang ia perkecil jaraknya dengan Sehun, sambil
mengingat-ingat apakah dirinya pernah bertemu dengan orang lain. Ia familiar dengan suara itu, namun Jaehyun masih tidak bisa sadar dan mengetahui siapa itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
teacher | jaeyong
Romance[ slice of (my) life ], [semi-lokal], [based on true story with a bit pepper>>>] warn ; bxb ; harem ; 18+ ; age gap ; affair "... Taeyong adalah seorang siswa kelas 12, ia adalah murid pintar dan disukai banyak orang, hanya saja sifatnya yang berand...
