- ten

92 8 0
                                        

Cerita ini hanya sebuah karya fiksi tanpa dibuat rangkaian tokoh, alur, bahkan konflik nya terlebih dahulu. Semua ini saya buat dengan adanya kehidupan nyata dan imajinasi saya kedepannya, jadi tidak ada point dari tokoh, alur, konflik.

.

Ini adalah hari di mana Taeyong, bersama kelas 3 lainnya melaksanakan ujian praktek di sekolah ini. Yang artinya, ini adalah bagian akhir dari mereka melaksanakan pembelajaran di sekolahnya tercinta ini. Sebentar lagi semuanya akan usai, mereka akan menjalani kehidupannya masing-masing untuk melanjutkan pendidikan ataupun bekerja.



Saat ini sudah berjalan 6 bulan Taeyong berhubungan dengan Jaehyun. Siklusnya hubungan mereka tetap sama, namun perjalanannya yang semakin rumit. Selama ini, Jaehyun dan kekasihnya benar-benar tidak memutus hubungan sama sekali, bahkan yang Taeyong rasakan, mereka malah semakin baik dan dekat. Jaehyun tidak pernah terlihat bisa melepaskan Rose dengan waktu yang sudah Taeyong berikan padanya.



Taeyong juga bingung, dia merasa tidak bisa melakukan apa-apa karena status dirinya yang bukan siapa-siapa bagi Jaehyun.



Jujur saja, selama ini semua berjalan, Taeyong sangat ingin memulai pertengkaran dengan konteks akan membawanya ke pembicaraan ini, tetapi sikap Jaehyun padanya yang bahkan lebih baik, lebih manis, lebih memperlakukan dirinya seperti pasangan dibandingkan Rose. Membuat dirinya selalu tidak bisa melakukannya.



Hari ini Taeyong akan melaksanakan ujian praktek mata pelajaran Bahasa Indonesia. Tugasnya adalah, melakukan Musikalisasi Puisi dengan tema kepahlawanan. Musikalisasi Puisi adalah, membaca sebuah puisi dan diiringi sebuah lagu agar membuat pendengar tidak merasa monoton dan membosankan.



Taeyong berangkat pagi hari sekali ke sekolah agar dirinya bisa memakai baju adat dari rumah. Ia tidak mau menggunakannya di sekolah karena tidak ada yang membantunya. Jika di rumah kan dirinya bisa meminta para pelayannya untuk membantunya menggunakan benda yang di maksud. Jika Taeyong telat sedikit, Ia pasti akan di cegat oleh guru piket yang bertugas atas kedisiplinan siswa di gerbang masuk. Tetapi untungnya saat ia datang, belum ada satupun guru piket di sana. Taeyong selamat.



Ia sampai di ruang transit. Ruang transit adalah ruangan yang disediakan oleh sekolah untuk seluruh siswa kelas 3 melakukan persiapan karena sekolah tidak membuka semua ruang kelas pada saat ujian praktek berlangsung selama tiga hari.


"Oh, hai Jeongyeon." Sapa Taeyong pada seseorang berbaju seragam sekolahnya yang ia lihat ada di ujung ruangan. Sendirian.


"Taeyong? Hai, pagi sekali hari ini." Balasnya bersemangat pada Taeyong.


"Ya, seperti yang kau lihat, aku ingin menghindari guru piket." Ucap Taeyong hangat, seluruh tubuhnya ia gerakkan untuk menyimpan properti yang dibawa-nya, tas miliknya yang berisikan barang pribadinya, dan menarik salah satu kursi untuk tempatnya duduk.



"Baiklah, semoga berhasil hari ini, Tae."



"Terimakasih, kau juga." Akhir Taeyong pada percakapannya dengan Jeongyeon.



Taeyong mengeluarkan beberapa make-up nya untuk melakukan touch up pada make-up yang sedikit bergeser karena perjalanannya yang terlalu heboh karena barang bawaannya sendiri. Ia membuka powder foundation yang belakangan ini menjadi penyelamatnya, lalu mengaplikasikannya menggunakan powder brush yang juga ia bawa.



teacher    |     jaeyongTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang