21-✾

1K 63 4
                                        


✴✴✴

4 jam berlalu, Beomgyu terbangun lebih dulu kala mendapati ponsel Taehyun berdering. Mengerutkan alis kala melihat nama 'Mama' tertera di layar ponsel.

Melirik ponselnya di dekat ponsel Taehyun, mengetuk layarnya 2x namun tak ada respon. Beomgyu menghela nafas, ia sampai tak sadar ponselnya kehabisan daya.

"Ya? Mam?" ucap Beomgyu mengangkat sambung telepon.

"Mama khawatir, nomor mu tak aktif. Mama kira terjadi sesuatu" ucap khawatir dari sebrang.

"Hehe, nggak kok mam.. Beomie yang kelupaan ngisi daya pada ponsel" ucap Beomgyu

"Ddeonu dan Woniee mau bicara. Dari tadi terus menangis sembutin Nda nya"

"Lho sampai nangis?" ucap Beomgyu yang sudah terduduk, ia akan menggantikan sambung telepon ke sambungan video.

"Ndaaa!!" ucap di sebrang kala si kembar melihat wajahnya ibunya. Itu suara Jungwon.

"Halo sayang.." balas Beomgyu.

"Ddeonu sama Woniee dah makan? Sekarang jam berapa?" mendapatkan gelengan dari si kembar.

"Mau sama Nda, mau di suapin Nda.."  ucap Sunoo yang menunduk, ia menahannya tangisnya.

Beomgyu menghela nafas, setelah kejadian ia berpisah cukup lama dengan si kembar, mereka seakan selalu tak ingin berjauhan dari Nda nya. Sangat tak ingin.

"Nda sama Yayah kapan pulang.. Woniee sama Kak Ddeonu dah kangen.. Mau sama Nda.." ucap Jungwon mengerucutkan bibirnya. Sangat lucu.

Taehyun bangun kala mendengar suara putrinya.

"Yaya!" ucap serempak si kembar kala melihat sosok Ayahnya di belakang ibunya. Taehyun langsung mendekati tubuh Beomgyu.

"Yayah! Pulang yuk..?" ucap Sunoo sudah tak sabar untuk di jemput.

Taehyun tersenyum, lalu menaikan kedua alisnya menatap putri kembarnya.

"Jangan menggodanya," ucap Beomgyu mencubit paha Taehyun kesal. Bisa-bisanya Taehyun mulai mengerjai si kembar dalam situasi sekarang.

"Nda..?" ucap Si kembar bersamaan, mata keduanya sudah sama-sama membentuk bendungan.

"Emm.. Besok Nda sama Yayah baru boleh pulang ya sayang. Nggak papa kan nak?" ucap Beomgyu lembut, sebisa mungkin untuk membujuk putrinya agar tak menangis.

"Kenapa tidak sekarang?" tanya Jungwon

"Tak bisa sekarang nak. Nda kan mengandung dede, jadi tak bisa kelamaan berkendara," ucap Taehyun.

"Kalau tak boleh, kenapa ikut?" ucap Sunoo

Skakmat, keduanya kena ultimatum anak sendiri. Taehyun dan Beomgyu sama-sama saling pandang. Sebenarnya bisa saja Taehyun membalas balik ultimatum itu, namun mengingat yang berucap adalah anaknya sendiri terpaksa ia menelan kembali perkataannya.

"Nggak bisa, Nda memang harus ikut, nggak bisa tidak sayang" ucap Beomgyu selembut mungkin menjelaskannya pada si kembar.

"Ayo, langsung makan. Kita selesaikan video callnya ya?" ucap kembali Beomgyu.

Si kembar hanya terdiam, namun langsung pergi menghilang dari layar. Taehyun dan Beomgyu saling pandang melalui tampilan mereka di layar.

Tak puas, keduanya lalu saling pandang secara langsung.

"Bagaimana?" tanya Beomgyu

"Apanya?" tanya balik Taehyun, ia menatap lamat wajah istrinya. Mata dan bibirnya secara bergantian.

"Kita balik? Mumpung masih sore, sampai mungkin tidak terlalu kemalaman,"

"Ehem.." gumam Taehyun menggeleng, menolak keras. Jika ia menuruti perkataan Beomgyu ia takut terjadi hal yang tak dia takutkan terjadi.

Taehyun menutup mulutnya dengan satu tangan, menghindari tatapan pada Beomgyu.
"Beomgyu, jangan membantah ku." ucapnya sedikit mengeraskan rahangnya.

Beomgyu langsung memeluk Taehyun.
"Iyaaaa, tapi jangan begini. Beomie takut.."  Taehyun langsung membalas pelukan istrinya.

Mereka sudah bersiap, hanya berjalan kaki beberapa menit langsung sampai di kafe. Saat sampai mereka belum mendapati yang lain, Beomgyu menepuk lengan Taehyun.

"Kan apa Beomie bilang! Kita cek di kamarnya mereka dulu.. Jangan langsung pergi" ucap Beomgyu yang langsung berjongkok. Taehyun melirik jalan lalu menatap kafe, banyak pengunjung.

"Kita langsung tunggu saja di ruang VIP,"

"Ngga deng, Beomie mau ngadem. Ayo pesan eskrim dulu kita duduk di dekat jendela itu tu" tunjuk Beomgyu, menarik tangan Taehyun masuk.

Pasutri itu duduk bersebrangan. Pelayan datang dan mencatat sedikit pesanan mereka. Taehyun memainkan ponselnya, sedangkan Beomgyu menatap keluar jendela memperhatikan orang berlalu lalang.

"Hai, kamu" ucap seorang dengan suara lembutnya. Taehyun mengangkat wajahnya, lalu Beomgyu menengok.

"Hei.. Kita bertemu lagi, masih ingat aku?" ucap kembali perempuan tersebut.

Taehyun termagu, sementara Beomgyu sudah langsung mengingatnya. Hanya saja Beomgyu tak ingin mengingatkan ataupun memberitahu Taehyun.
















T. B. C

𝟸𝟶𝟻𝚇𝟹𝟷𝟹 ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang