✴✴✴
Beomgyu sudah sadar, berbaring di bangsal.
Jaehyun, Mark dan Taehyun sama-sama memandangi Beomgyu namun tak ada yang berucap.
"Beomie sudah sadar.. Kenapa pada diam?" ucap Beomgyu dengan suaranya yang sedikit rendah, sebab ia juga baru siuman dari pingsannya.
"A.. Aah iya gimana perasaan dede?" ucap Mark yang langsung mendekati tempat Beomgyu, Mark bersandar di tembok, sementara Daddynya duduk di samping bangsal Beomgyu, lalu Taehyun berdiri di samping jendela, menatapnya lekat.
Mark membantu Beomgyu untuk bangun menyusun batal di belakang Beomgyu dan perlahan menyandarkannya.
"Pergelangan tangan dan kakinya terkilir, makanya tangan, kakimu di gips," ucap Jaehyun.
Alis Beomgyu mengerut, "Daddy masih marah sama Beomie?" tanya Beomgyu.
"Hah~ tidak.. Cuma kamu itu sedang hamil nak, bisa tidak pe cicilannya di simpan dulu hmm?" ucap Jaehyun yang mengusap pergelangan Beomgyu yang di gips.
"Tyun?" ucap Beomgyu.
"Istirahatlah. Kita akan kembali setelah kamu cukup cairan" ucap Taehyun yang langsung berlalu dari bangsal istrinya.
"Tyun marah sama Beomie? Bukannya Beomie ya yang harusnya.. Uh!? Tunggu, bagaimana dengan janin Beomie?" tanya Beomgyu khawatir.
Ia mengingat perubahan Taehyun tadi padanya apa ini alasannya Taehyun bersikap seperti tadi padanya.
"Aman," ucap Mark, tangannya terulur menyentuh kepala adiknya.
"Jangan berpikir berlebihan Taehyun sangat khawatir padamu. Ia hanya sedikit marah pada dirinya sendiri makanya ia seperti itu," ucap Mark. Beomgyu mengangguk sebagai balasan.
ᕯ
Acara tetap berlanjut, mengenai Naya, ia langsung di obati di rumah sakit berbeda dari tempat Beomgyu di larikan.
Tentu hal ini tidak langsung di lepaskan Taehyun, Jaehyun, dan Jeno. Mereka menggunakan kekuasaan masing-masing dalam mengurusi Naya sampai ke akarnya, membuat gadis tersebut benar-benar jera.
Acara sangat meriah, banyak tamu dari kalangan konglomerat hadir, bahkan orang tua angkat dari pihak Taehyun yang lain juga datang. Sementara Taehyun dan Beomgyu tak hadir, pasutri itu diam di kamar bersama kedua putrinya yang bermain di karpet. Beomgyu yang hanya berbaring sambil menonton melalui kamera cctv acara yang berlangsung di halaman. Sementara Taehyun berbaring di belakang kedua putrinya yang sibuk bermain.
"Yayah.." panggil pelan Jungwon berbalik menghadap wajah Yayahnya.
"Em?"
"Ajari Wonie bela diri, emm boxing?" ucap Jungwon membuat Beomgyu terkejut dan langsung terduduk menatap anak dan suaminya di bawah.
"Alasannya?" ucap Taehyun
"Wonie mau, itu hal keren juga pertahanan diri saat mendapatkan kesulitan. Yah Ni mau.."
"Ni.. Nu mendukung hehe.. Ayo Yayah setuju saja," ucap Sunoo menambahkan. Taehyun menatap Beomgyu di atasnya.
Beomgyu pun mengangguk patah-patah.
"Oke." ucap Taehyun.
"Yeay!!" ucap cepat Jungwon dan Suno.
ᕯ
Seminggu kemudian.
Jungwon sudah bersiap, Beomgyu baru lepas gips kemarin.
"Nda, Ni pergi dulu sama Yayah dan kak Nu.." pamit Jungwon menghampiri Ndanya yang duduk di sofa bersama Jaemin dan Haechan. Sementara Jeno tertidur di sebrang dengan sofa yang sama panjangnya dengan keberadaan ketiga perempuan cantik itu. Mark belum datang, ia masih di kantor. Sementara Jeno bebas tugas, baik di pangkalan atapun kantor.
Jisung dan Chenle menghampiri si kembar.
"Mau kemana? Kan kak Chel sama kak Isung dah disini" ucap Chenle
"Mau ikut Yayah, ke pelatihan. Nanti main lagi ya kakak" ucap Jungwon. Sunoo ikut mengangguk.
"Mau ikut!" ucap Chenle.
"Nggak boleh," ucap cepat Haechan.
"Aa~kenapa?" ucap rengek Chenle
"Unkie akan kerepotan jagainnya, sama si kembar aja sudah agak bikin puyeng apalagi sama kalian berdua, Bubun juga nggak setuj" ucap Jaemin.
Chenle langsung menangis, jisung dengan cepat memeluk Chenle agar tak semakin menangis.
Jungwon dan Sunoo lari ke tempat Beomgyu memeluk kaki Ndanya. Si kembar merasa bersalah, dan cukup bingung mau membatalkan pergi atau tetap pergi.
Taehyun dengan pakaian santainya keluar, ia menyampirkan tasnya di pundak. Dengan alis menaik melihat keponakannya menangis.
"Mau ikut.." ucap Chenle sambil menangis membalas pelukan Jisung.
Taehyun menatap ketiga perempuan yang duduk itu. Sementara Jeno menutup kepalanya dengan bantal.
"Kalau begitu ikut saja," ucap santai Taehyun.
"Tidak!" tolak Haechan dan Jaemin.
"Kenapa?" tanya Taehyun.
"Kamu yang repot, jagain si kembar aja udah butuh fokus yang penuh, apalagi di tambah sama mereka" ucap Haechan.
"Si kembar mudah ku atur, mungkin aku hanya memang ekstra menjaga Chel dan Isung" ucap Taehyun.
"Haha.. Kalau kakak khawatir, mending ikut saja sama Yayahnya si kembar" ucap Beomgyu.
"Annie!" ucap serempak Haechan dan Jaemin, Beomgyu mengejek secara halus pada kedua kakak iparnya, pasalnya anak-anak mereka benar-benar tak ada yang akur pada ibu, mereka lebih nurut pada para Ayah, entah mereka para suami memiliki daya tarik apa dalam hal anak.
T. B. C
KAMU SEDANG MEMBACA
𝟸𝟶𝟻𝚇𝟹𝟷𝟹 ✔
Fiksi RemajaBeomgyu ft jung fam ═════════•°•⚠️•°•═════════ GS / GENDER SWITCH FAMILY ROAMANTIC FLUFF [Sequel Famille 1&2] - But focus to Kang fams
