41-✾

948 53 8
                                        


✴✴✴

Mereka semua langsung berhamburan keluar ruangan, masing-masing menghela nafas legah saat melihat orang yang menghilang beberapa saat turun dengan melepaskan helemnya.

Belum Beomgyu berucap, tubuhnya langsung di terjang pelukan khawatir sang Daddy.

"Eum? Daddy? " cicit Beomgyu, Jaehyun mendengarnya dengan jelas namun ia ingin melegakan rasa khawatirnya. Memperbaiki perasaan gelisah yang sejak beberapa menit menguasai tubuhnya memeluk erat tubuh putrinya.

Tangan Beomgyu ikut membalas pelukan hangat Daddy, Taehyun sudah turun dari motor dan berdiri tak jauh dari belakang Beomgyu.

"Daddy jangan mengusai Beomie lama, Bubu juga ingin melepas rasa khawatirnya," ucap Jeno yang menginginkan Daddynya.

Jaehyun dengan terpaksa melepaskan, sebelumnya melirik tajam pada Jeno, empunya mengedikkan kedua bahunya cuek.

Taeyong dengan cepat memeluk tubuh putri kesayangannya, memberikan kecupan di pipi Beomgyu.

"Bubu.. Beomie baik-baik saja," ucap Beomgyu pelan. Taeyong hanya mengangguk setuju.

"Ayo masuk dulu, Dadd, Bu" ucap Taehyun mengingatkan mereka jika masih berada di luar.

Jaehyun terus menempatkan Beomgyu di tengah-tengahnya, antara dirinya dan Taeyong. Sementara Beomgyu bersandar nyaman di pundak Bubunya, dan tangannya memainkan jari besar milik Daddynya.

Pemandangan itu tak luput dari tatapan Taehyun. Istrinya kembali lepas dari rengkuhannya.

"Hyunnie?" ucap Jaehyun memanggil Taehyun, menyuruhnya segera bercerita.

"Hah~ Daddy mau tau yang mana..?" ucap Taehyun sedikit lelah. Namun masih berduduk sopan di depan kedua mertuanya.

"Semuanya." ucap Jaehyun tegas.

Beomgyu memukul lengan Daddynya.
"Jangan paksain suaminya Beomie dong!" ucap kesal Beomgyu.

"Iyaa iyaa.. Daddy kan tak memaks, hanya memberikan ketegasan"

"Tegas itu juga secara paksa Daddy!"

"Yaaa.." ucap pasrah Jaehyun.

Dino, Yeonjun dan Hueningkai hanya menahan tawanya karena perkataan pemimpin Jung selalu di jawab, dan hanya satu orang yang bisa melakukan itu. Beomgyu, Jung Beomgyu seorang yang sekarang sudah berganti menjadi Kang Beomgyu.

"Putri Daddy tak mengantuk? Lihat sekarang ja—"

"Ssstt.. Daddy bawel"

Hancur, benar-benar kekuasaan seorang Jung Jaehyun tak ada harganya di mata seorang Beomgyu. Pemimpin Jung itu tak marah atau pun merasa tersinggung, Jaehyun tersenyum mengusap kepala putrinya.

"Lanjutkan nak," ucap Daddy menatap menantunya  Taehyun.

Taehyun mengangguk menceritakan semua detail dari awal rencana bahkan niatnya. Namun mata beberapa kali melirik istrinya yang sudah tertidur di pundak Bubu.

Jaehyun menganggukkan kepalanya, memang menantu kesukaannya ini agak berbeda. Namun ia juga harus sedikit berhati-hati dengan Taehyun, mengingat menantunya ini cukup tak toleran jika benar-benar tersinggung.

"Yasudah ayo kita kembali" putus Jaehyun berjalan lebih dulu, ia tahu Taehyun masih ingin bersama dengan Beomgyu hanya saja Beomgyu benar-benar terlelap, Taehyun hanya bisa menggendong Beomgyu dengan briday stayle ke mobil Daddy.

"Kai tak ke Mansion nak?" tanya Bubu menatap pada Hueningkai di atas motornya. Sementara Taehyun masih berdiri di samping mobil Daddy.

Menggeleng, "Nanti Kai ke Mansion besok pagi saja, Bu " ucap Hueningkai.

Bubu mengangguk menepuk pelan pundak Hueningkai. Lalu masuk ke mobil tepat di samping kemudi.

"Hyun?" ucap Daddy kala melihat menantunya tak masuk mobilnya.

"Hyun masih ada kerjaan Dadd, nanti aku nyusul," ucap Taehyun yang kembali merepotkan Hueningkai yang memang menggunakan motor, sementara Mark dan Sungchan menggunkan mobil dengan menumpangi pasutri Taehyun Beomgyu dan pasutri Jeno Jaemin, sama halnya dengan Dino bersama istrinya dengan menumpangi pasutri Yeonjun dan Soobin.

"Mau kerumah sakit?" ucap Daddy yang langsung paham.

"Ya." ucap Taehyun.

"Baiklah, langsung pulang setelah mengecek mereka. Takutnya Beomgyu terbangun dan mencarimu," ucap Daddy, Taehyun mengangguk.

"Yow~! Abang duluan," ucap Dino pada Taehyun. Lalu d susul bunyi klakson.

"Aku juga Hyun," ucap Sungchan. Sementara Jeno yang menyetir hanya membunyikan klaksonnya, di susul mobil Daddy yang berlalu.

Hueningkai menatap Taehyun.

"Kenapa menatapku!" ucap Taehyun.

"Kenapa tak memberitahu ku soal Ayah Naya yang menugaskanmu mencari putrinya yang hilang? Kamu ada niatan untuk melanjutkan rasa sukamu pada perempuan yang pernah kamu taksir itu hah?!"

Taehyun masih diam, ia naik lebih dulu ke atas motor Hueningkai.

"Taehyun! Jangan bilang kamu ingin mempermainkannya, karena masa lalu?" ucap Hueningkai mengingat kelakuan Naya yang dulu mempermainkan rasa suka Taehyun padanya, gadis 4 tahun lebih tua dari mereka itu mengajak Taehyun yang benar-benar mengagumi Naya saat itu ke club, mempertontonkan perilaku bebasnya bercumbu dengan pria yang Taehyun kenal sebagai pacar Naya saat itu, padahal sebelumnya Naya berkata masih jomblo.

Taehyun sangat kesal dengan apa yang di lakukan Naya di depannya, bahkan meremehkannya. Saat itulah Taehyun semakin membenci seorang perempuan selain mamanya. Ia bersikap lebih dingin dengan seorang perempuan, bahkan pada Beomgyu yang semakin hari selalu pandai mengambil kesempatan untuk bersama Taehyun. Terlepas dengan ia yang bersikap acuh tak acuh namun, dan Beomgyu yang polos menganggap sikap dingin Taehyun saat itu adalah hal biasa, bahkan sikap diam Taehyun kepadanya tak Beomgyu perdulikan.

"Hyun, pikirkan lagi Beomgyu sedang hamil anak kedua mu. Jangan kamu jadikan ini hal sepele, kamu akan berhadapan langsung dengan Daddy dan ketiga kakaknya"

"Diamlah kai."

"Hyun kamu serius?!"

Taehyun menatap tajam pada Hueningkai yang masih berbicara.

"Aku tak akan melakukannya! Puas? Aku hanya sedikit memberinya balasan, namun dia melunjak. Menganggap aku masih ada rasa padanya"

"Kamu sih sukanya kok modelan kek gitu, jelas jelas ada yang lebih tulus malah sukanya modelan kek ulat ijo"

"Masih mau lanjut menghardikku?" tekan Taehyun di katanya.

"Oke, kita langsung ke tempat tujuanmu. Nanti langsung ku antar"

"Memang kamu yang menjalankannya?" ucap mengejek Taehyun.

Hueningkai tersenyum canggung, lalu hanya diam naik di jok belakang. Motor sport berwarna hitam hijau itu melesat pergi.























T. B. C

𝟸𝟶𝟻𝚇𝟹𝟷𝟹 ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang