54-✾

1.2K 53 8
                                        



✴✴✴

Taehyun dan Beomgyu sudah sampai tigapuluh menit yang lalu, Beomgyu sudah di gantikan pakaiannya dengan piyama rumah sakit. Mereka mesti harus menunggu karena Beomgyu baru pembukaan dua, namun rasa sakitnya sudah membuat Beomgyu kesakitan.

Taehyun yang menggenggam erat tangan istrinya itu banyak berucap kata penenang, ia lebih banyak bicara hari ini, dengan mendekatkan wajahnya dengan perut istrinya.

"Nak, jangan bikin Nda nya kesakitan ya.."

"Nak.. Yang anteng saja, nanti keluar kok.."

"Sayang.. Bantuin Nda, jangan bikin wanita Yayah kesakitan,"

"Hei bersabar ya.. Ada kehadiran mu sangat di nanti.."

Dan masih banyak lagi kata yang di ucapkan Taehyun, dan Beomgyu tidak benar-benar mendengarkan karena ia sedang sibuk menahan rasa sakitnya, Taehyun menghapus keringat di wajah Beomgyu dengan tangan, tissue bahkan mengecupnya. Taehyun setia di samping Beomgyu.

"Tuan, nyonya.. Bisa melakukan olahraga ringan agar mempermudah pembukaannya, sementara kami juga menyiapkan peralatan di ruang bersalin" Taehyun hanya mengangguk, membantu Beomgyu bangkit dengan pelan.

Mengenggam tangan Beomgyu melakukan langkah demi langkah seraya menahan sakitnya, genggamannya makin erat kala sakit itu juga semakin bertambah. Melihat peluh, wajah kesakitan istrinya membuat Taehyun memeluk istrinya, bahkan Beomgyu mendengar isakan di pundaknya.

Tangan Beomgyu mengusap punggung suaminya sambil menampilkan senyuman yang Taehyun pun tak lihat karena sedang memeluk istrinya dengan erat, menguatkan diri dan istrinya.

"Tak apa Tyun, ini sudah pernah aku lalui saat hamil si kembar em?"

Terdengar tarikan dari hidung Taehyun, ia hanya menggeleng tak bisa berucap karena sungguh ia benar-benar bergetar.

"Aku yang akan melahirkan kenapa kamu yang menangis sih?! Haha, apa kata orang yang melihat em?"

"Diam." ucap Taehyun namun ia masih melanjutkan tangisnya memeluk dan mengusap punggung istrinya.

"Akh!"

Taehyun mengendurkan pelukannya, menatap Beomgyu dengan khawatir, wajahnya memerah dengan mata yang juga memerah, Beomgyu melihat kekacauan di wajah tampan suaminya. Tangan Beomgyu menangkapnya.

Memejamkan mata menahan sakitnya,"Apapun yang terjadi, berjanjilah padaku.. Kalau kamu akan tetap mengutamakan anak kita okey Tyun?"

Taehyun menggeleng keras, ia menolak.
"Tidak, apapun itu kamu adalah nomor satu"

"Tyuuuuun?"

Taehyun memejamkan matanya, matanya langsung meloloskan beningnya."Jangan memaksa ku memilih yang bukan ku inginkan.. " ucap Taehyun tercekat mendekatkan keningnya dengan kening istrinya.

"Sampai tua aku akan selalu bersamamu, kenapa aku harus mengutamakan anakku? Jika mereka besar tentu akan memiliki keluarga masing-masing dan akan meninggalkan ku, namun dengan mu.. Kita selalu bersama.." ucap Taehyun dengan melas dan sendunya.

𝟸𝟶𝟻𝚇𝟹𝟷𝟹 ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang