48-✾

888 50 2
                                        



✴✴✴

Mereka semua yang sebelumnya di area kebun melakukan pemetikan sendiri, Beomgyu memetik buah stroberi dan di suapkan pada Sunoo, putri sulungnya itu memakan dengan lahap, sambil ikut memetik.

"Ini belum nak, yang itu di dekat Kak Lele," ucap Beomgyu menatap ejek pada Putri sulung kakaknya Mark.

"Annie..!" ucap sinins Chenle menggunakan kedua jarinya menunjukan mata Annienya lalu ke matanya, ia memicing.

Tepukan di punggungnya membuat Beomgyu berbalik
"Jangan mengajak semua anak-anak berantem dong de," ucap Mark. Sementara Beomgyu hanya tersenyum nyengir.

Beomgyu menengok ke arah kiri, ia melihat Naya sedikit-sedikit mendekati punggung Taehyun yang berjongkok di belakang Jungwon.

Ulat mulai beraksi.. Batin Beomgyu, lalu memasukkan buah stroberi ke dalam mulutnya buah tersebut sangat besar, Beomgyu juga hanya mengigit sedikit. Tiba-tiba tangannya di pegang oleh tangan yang lebih besar, membungkus kepalan tangannya yang memegamg ujung batang kecil buah stroberi, dengan kebingungan matanya mengikuti arah tangannya yang di kontrol. Ia baru bereaksi saat buah yang di gigitnya sudah menghilang di tangan.

"Iiih! Kak Nono!" Jeno hanya menampilkan mata bulan sabitnya, Beomgyu yang awal ingin marah ikut tersenyum tipis membuat Mark menengok kepada mereka.

"Adu kecantikan kalian?" ucap Mark, pasalnya adiknya Jung Jeno memiliki kecantikan mata bulan sabitnya saat tertawa atau pun tersenyum, juga adik bungsunya yang semakin manis kala ia tersenyum, ia juga memiliki lengkungan di matanya membentuk bulan sabit namun tidak sesipit Jeno yang benar-benar menyembunyikan matanya.

"Hha~ Bang Mark congkel juga kelopak mata sekalian biji matanya.."

"Iyakah Bang?" ucap Jeno

"Iiih astaga ngerinya.." tambah Beomgyu

"Kemari kalian," ucap Mark mengangkat tangannya siap memukul kedua adiknya. Jeno segera menarik tangan Beomgyu menjauh di kejar Mark di belakang.

Sungchan menengok ke mereka.

Kok main tak ajakin Uchan? Batin Sungchan nelangsa. Namun kemudian memasang wajah dingin kala melihat pergerakan Naya yang Sungchan tahu ini adalah trik murahan wanita penggoda di luar sana.

"Hyun!" panggil Sungchan membuat Taehyun berdiri pergerakan tiba-tiba Taehyun membuat Naya dengan cepat berbalik dan tak sengaja menabrak Jisung, dan bawaan yang di pegangnya jatuh dan hampir mengenai Jungwon beruntung Taehyun dengan cepat menangkapnya sementara Naya berdiri kaku karena Shock.

Taehyun menatap tajam pada Naya, gadis di depannya hampir melukai putrinya.

"Kerja yang benar." ucap dingin Taehyun menggendong tubuh Jungwon.

Taehyun melangkah menjauh, di susul Sungchan yang mengekori Taehyun.

Tampa mereka sadari diam-diam Naya sudah merencanakan hal yang paling menyenangkan untuk kesenangannya pribadi.

Ia berjalan ke dekat Sunoo yang asik memetik sendiri, sebab sudah mengerti dan tahu membedakan buah yang sudah bisa di panen, ajaran dari Nda nya.

"Hei anak manis, mau coba yang ini?" ucapnya lembut. Sunoo menatap curiga, ia dengan pintar menggeleng.

"Ini di berikan Nda tadi sama Aunty, kamu nggak mau? Katanya untuk kamu.." ucapnya dengan penuh kehalusan.

"Nda?" ucap Sunoo

Sunoo mengulurkan tangan kecilnya pada tangan yang menegadah telapak tangan di atasnya ada stroberi besar hasil panen.

Beomgyu yang duduk tertawa, ia bersama Jeno dengan Mark yang mencekik leher Kakak keduanya sebab kesal, di ledekin habis-habisan. Jeno dan Beomgyu bersekutu dalam menggodainya namun Mark hanya memberikan pelajaran pada Jeno sementara Beomgyu yang justru lebih andil hanya tertawa menyaksikan penderitaan Jeno tampa membantunya padahal mereka Sekutu.

Memicing melihat putrinya di sodorkan buah, Beomgyu paranoid ia takut buah tersebut sudah di berikan hal yang aneh. Dengan cepat Beomgyu bangkit dan berlari.

Mark dan Jeno yang saling bercanda itu tekejut dengan kepergian Beomgyu. Baru mereka akan menegur adiknya untuk tidak berlari sebab tanah sedikit licin, ia sudah melihat kaki Beomgyu yang terpeleset.

"Beomie!" ucap Taehyun dan Sungchan, keduanya bergerak cepat namun tetap terlambat.

Beomgyu sudah terjatuh dengan sikunya menahan tubuhnya agar tubuh bagian bahannya tak terbentur keras dan berguling, namun terdengar suara krak.

"Aaaakhh!" teriak kesakitan Beomgyu.

Naya yang menyaksikan dari awal menarik sudut bibirnya sangat tipis, memperhatikan kesakitan Beomgyu.

"Memang benar mudah..." cicitnya pelan.





















T. B. C

𝟸𝟶𝟻𝚇𝟹𝟷𝟹 ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang