51-✾

1.1K 52 3
                                        




✴✴✴

Di dalam ring, Taehyun benar-benar melakukan pelatih dasar pada putrinya Jungwon, sementara Sunoo hanya duduk di luar ring menonton keduanya, di sampingnya ada Heeseung dan Jimin.

Sementara anggota lainnya sibuk berlatih.

"Kamu kok tidak ikut anak manis hmm?" ucap Heeseung menjawil hidung Sunoo gemas. Mendapatkan tamparan di punggung tangannya dari Jimin.

"Jangan menyentuhnya sembarangan! Ini anak gadisnya boss" ucap Jimin

"Memang kenapa aku kan pamannya, anak Taehyun anak aku juga,"

"Istrinya Taehyun istrinya mu juga begitu?!" ucap Jimin

"Woi ngapain berpikiran jauh sekali bro, otak udang!" ucap Heeseung.

"Iya tokek belang," ucap Jimin.

Tangan Sunoo menyentuh pipi Jimin dan Heeseung.
"Uncle jangan berantem, ayo nonton saja?" ucap Sunoo sambil tersenyum membujuk.

Melihat kegemasan putri boss dingin membuat hati keduanya ikut luluh, menurut bak anak anjing yang ikut tuannya. Keduanya duduk manis di samping Sunoo, Jimin menyerahkan kotak susu untuk putri bossnya minum, dan Heeseung menyuapi Putri ketuanya cemilan yang di bawah dari rumahnya.

Di dalam ring, Taehyun mengajarkan Jungwon teknik memukul cepat.

Ia melangkah dua kali dengan posisi miring lalu melayangkan pukulan bertubi pada angin, hal itu di ikuti Jungwon. Gerakan mereka seirama, pembelajaran Jungwon terbilang sangat cepat. 4x mereka melakukan gerakan yang sama dan selaras, juga melakukan tendang, lalu Taehyun berhenti dan mengusap kepala Jungwon.

Tepukan dari suport mereka terdengar, mereka Jimin, Sunoo dan Heeseung.

"De Ni keren!" ucap Sunoo.

"Hehehe.." tawa Jungwon sedikit malu mendapatkan pujian dari kembarannya.

Taehyun ikut tersenyum, lalu menggendong tubuh Jungwon ia sangat gemas dengan putrinya.

"Yayah! Nu juga mau~!" ucap Sunoo yang bangkit berlari ke dalam ring. Taehyun merendah dan mengangkat tubuh Sunoo yang berlari kearahnya.

"Aku juga mau anak kembar sama Lia kelak" ucap Heeseung.

"Diam! Hari masih siang," ucap Jimin.

"Memang siang!" balas kesal Heeseung.

"Jangan berhayal, yang ada jadi kebalikannya," ucap Jimin langsung berlari Heeseung ikut mengejarnya.

"Mereka seperti kucing dan tikus" ucap Jungwon menatap rekan kerja Yayahnya.

"Em." gumam Taehyun. Membawa si kembar ke ruangannya.

Kini mereka telah berkumpul, di Mansion Taehyun.
Sementara para anak-anak bermain dengan riang di ruang bermain si kembar. Beomgyu duduk di dekat Sungchan berlesehan, sementara Jaemin duduk di samping Taehyun dan di samping Taehyun ada Jeno mereka duduk di sofa panjang. Lalu ada Mark yang duduk sendiri di sofa single, sementara Haechan dan Shotaro memilih beberapa barang untuk mereka beli tokoh langganan keduanya mengeluarkan beberapa perhiasan limit.

Mereka sedang menonton tayangan dari beberapa tahun saat Beomgyu koma, Shotaro baru menemukan kamera milik Sungchan yang ia tak sengaja tinggalkan karena terburu ingin pulang. Dan Sungchan benar-benar lupa jika ia memang sengaja mengabadikan semunya untuk Beomgyu lihat saat sadar dari komanya dulu, agar adiknya itu tak sedih karena merasa di tinggal. Itulah sebabnya Beomgyu duduk di samping Sungchan dan memeluk lengan kembarannya.

Sementara Jeno dan Jaemin menahan Taehyun agar tak bersikap posesif.

Beomgyu yang menontonnya sudah menangis, Haechan meletakkan tissue karena Beomgyu menggunakan lengan baju kembarannya sebagai menghapus air mata dan ingusnya.

"Kalian terlalu gemesin.." ucap Beomgyu mengeluarkan ingusnya, dengan tissue melihat keuwuan Jaemin dan Jeno. Sementara Jeno hanya menjenjangkan lehernya karena bangga, berbeda dengan Jaemin yang malu.

Jisung datang membawakan benda yang entah apa dengan tali yang cukup melilit. Balita itu menyerahkan bends tersebut pada Bubunnya, Jaemin.

"Bubun, bukain.." ucap Jisung. Taehyun dan Jeno melirik.

"Ini apa nak? Dapat dari mana?“ tanya Jaemin lembut pada anaknya.

"Di bawa Sungshoo tadi, entah apa" ucap Jisung.

Jaemin mengambilnya, dan berusaha membukanya cukup keras. Namun Jaemin tak menyerah padahal dua pria di sampingnya bersiap akan membantu bahkan terus memperhatikan perjuangannya.

"Mau ku bantu?" ucap Taehyun.

"Aku masih bisa," balas Jaemin

"Kemarikan." tambah Jeno, namun Jaemin hanya bersibuk masih berusaha dengan kekuatannya.

Dengan kekuatan yang Jaemin keluarkan sepenuhnya, hingga usahanya berhasil. Refleks ia mendesah lega.

"Aahh~"

"Aghh.." refleks Jeno ikut desah seraya cepat berdeham, sementara Taehyun menengok ke arah Jeno sambil tersenyum. Jeno menundukkan pandangannya dan memukul-mukul tegas pahanya, Taehyun tertawa lepas sambil merebahkan punggungnya di sofa.

Beomgyu, Sungchan dan Mark bingung menatap Jeno dan Taehyun yang tertawa tiba-tiba. Sementara Haechan dan Shotaro saling pandangan ikut bertukar pikiran bingung.

"Kalian tertawakan apa?" tanya Beomgyu yang mulai merasa cemburu, ia bangkit dan langsung duduk di paha Taehyun.

Membuat Taehyun yang masih asik menertawakan Jeno tersentak kecil, namun segera rileks saat tangan Beomgyu menarik tangan kanannya untuk di pegeng Beomgyu, Taehyun pun meluruskan punggungnya dan memeluk tubuh Istrinya dengan erat.

Beomgyu masih merasa curiga, menatap bergantian pada Jaemin, dan Jeno yang masih tertawa kecil sambil menunduk. Jaemin juga bingung sebenarnya, ia pun menyerahkan benda yang tebuka, belum sempat Jaemin melihat isinya, Jisung sudah merebutnya dan berseru.

"Sudah terbuka!" ucap senang Jisung dan berlari menjauhi ruangan orang dewasa berkumpul.

















T. B. C

𝟸𝟶𝟻𝚇𝟹𝟷𝟹 ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang