✴✴✴
Di markas mereka menjadi terdiam lemah, bagaimana tidak jiwa mereka seketika di tarik paksa dengan amarah juga kesedihan Bubu, di tambah amarah Daddy segala mengancam mereka. Hanya dapat menunggu kedua orang tua mereka yang menyusul ke markas.
Jaemin yang bersandar di lengan suaminya hanya bisa memainkan ujung jaket Jeno, sangat tak bisa berbuat apapun karena amarah Seorang Jung Jaehyun.
Sama halnya dengan Mark, dan Sungchan mereka duduk menunduk dengan pikiran yang mengembara entah kemana.
Haechan dan Shotaro duduk dengan malas menyusunnya lego dengan acak. Sakura yang menyandar di pundak Dino, Soobin yang membaringkan wajahnya di atas meja dan Yeonjun di sampingnya. Hueningkai lebih memilih duduk di depan markas, selain menghindari matanya dari ke romantisan pasautri muda, juga mengamankan rasa irinya yang semakin menggebu-gebu.
Mendongak, kala mendengar suara mesin mobil. Padahal ia berharap itu suara mesin motornya.
Suara bantingan pintu mobil cukup keras, membuat Hueningkai menjadi kaget dan sedikit gugup.
"Mana yang lain? " ucap datar dan dingin dari Ayah mertua seorang Kang Taehyun.
"Di dalam," ucap Hueningkai sedikit tercekat. Merasa sedikit hilang tegangnya kala melihat wajah damai dari mertua Kang Taehyun.
"Ayo masuk," ucap lembut Taeyong menyentuh pundak Hueningkai.
Semasuknya Jung Jaehyun dan Taeyong mereka semua mengangkat wajah masing-masing.
"Kenapa bisa kehilangan dede kalian?!" ulang Jaehyun, merasa tak puas dengan penjelasan Mark di telepon.
"Terjadi begitu saja Dadd," ucap Sungchan jujur namun melawan takutnya.
"Kan sudah Daddy bilang dede kalian itu sangat mudah, Daddy beri tahu itu bukan karena tampa alasan son!"
Para putra Jaehyun itu segera menundukkan kepala tak berani menjawab atau menatap wajah gelap Daddy.
"Taehyun masih belum memberikan kabar?" ucap Taeyong cepat, tangannya mengusap punggung lebar Daddy.
"Belum, Bu.." jawab Haechan. Taeyong tersenyum mangguk menanggapi menantu pertamanya.
Jaehyun duduk di kursi kayu ia mengurut keningnya. Sementara Taeyong mulai membahas hal awal mereka pergi.
"Tadi sebelum pergi ijinnya mau ke karaokean kan? Terus kenapa pas di telepon malah bicara di club? Ada yang bisa jelaskan kenapa kalian berbohong?" ucap tegas Taeyong menatap satu persatu anak-anak yang sudah di kenalinya.
"Taro kamu adalah anak yang paling jujur, bisa ceritakan pada Bubu nak?" ucap Taeyong.
Shotaro adalah anak yang tak bisa berbohong seperti Beomgyu, ia hampir sama dengan bungsu Jung, bedanya Beomgyu benar-benar masih terlalu naif dan awam, karena hidupnya yang terlalu di batasi oleh Daddy dan ketiga kakaknya. Berbeda sedikit dari Shotaro yang sedikit lebih unggul dari Beomgyu, Shotaro mampu membaca situasi sudah mengetahui banyak hal.
"... Sebenarnya kami juga tidak terlalu tahu Bu, yang tahu hanya kak Jen dan Taehyun. Rencana awal memang ingin ke tempat karaoke, tapi di tengah jalan langsung berubah ke tempat club. Kita tidak mabuk kok, Beomie bahkan hanya memesan lemon Bu.." ucap jujur Shotaro. Sungchan langsung menarik tangan kecil Shotaro yang sejak berbicara berdiri seraya menunduk.
"Siapa yang punya usulan?" tanya dingin Jaehyun.
"Jeno Dadd," ucap Jeno, ia tak sengaja melihat isi pesan masuk di ponsel Taehyun. Jaehyun semakin menatap tajam pada Jeno.
"Sebenarnya Taehyun ini pergi sendiri, karena itu tugasnya. Namun Jeno mengusulkan dan ikut mengajak yang lain ke club"
"Daddy tahu alasamu, kamu ingin minum kan?" ucap Daddy mendapatkan anggukan patah-patah dari Jeno.
Tarikan nafas lalu helaan terdengar dari pemimpin Jung itu.
"Daddy mau mengerahkan orang pun tak bisa karena tak tahu tujuannya mau kemana, cari kemana? Son Beomie itu masih sangat awam, sangat mudah mengelabuinya. Kalian lupa sekesal kesalnya dede kalian dengan menyogok makanan kesukaannya ia akan langsung luluh," ucap Jaehyun terkirim frustasi terlepas dengan Beomgyu yang sudah berumah tangga yang namanya kekhawatiran orang tua tak bisa di elakkan.
Jaehyun juga tak akan tega memarahi menantunya, bahkan kepada teman-teman anak-anaknya, yang patut ia marahi ya memang anaknya sendiri sebab mereka lalai, terlepas mereka memiliki prioritas tapi jangan sampai gelap mata hanya satu orang pusatan, lihat sekeliling juga.
"Sudah berapa jam hilangnya dede kalian?" tanya kembali Daddy.
"4 jam Dadd," jawab Mark
"Hhah~ kalian benar-benar.." gumam geram Daddy sudah lelah dengan anak-anaknya.
Fokus mereka langsung terarah pada mesin motor yang perlahan semakin dekat memasuki area parkir.
Hueningkai langsung bersemangat mendengar deru kendaraan yang di kenalinya.
T. B. C
KAMU SEDANG MEMBACA
𝟸𝟶𝟻𝚇𝟹𝟷𝟹 ✔
Fiksi RemajaBeomgyu ft jung fam ═════════•°•⚠️•°•═════════ GS / GENDER SWITCH FAMILY ROAMANTIC FLUFF [Sequel Famille 1&2] - But focus to Kang fams
