45-✾

879 47 2
                                        


✴✴✴

Sudah dua jam kemarahan Beomgyu, ia sengaja menghindari Taehyun, bahkan sengaja berbaur dengan anak-anak, para orang tua membantu membuat hidangan atau pun sengaja pergi bersembunyi. Seperti sekarang, ia lebih menempel pada Daddynya, membuat peluang Taehyun untuk mendekati istrinya sangat tipis.

Jaehyun sebenarnya cukup heran dengan bungsunya yang lebih menempel padanya, biasanya jika Taehyun masih ada, ia akan bersama dengan suaminya namun sekarang baik ada atau tak adanya Taehyun, bungsunya itu masih mengikutinya.

"Beomie marahan sama Hyunnie?" ucap Daddy, Beomgyu mendongak sebentar, lalu mencebik.

"Tyun ah! Bukan Hyunnie.." mendengar itu Daddy sangat gemas, tangannya mengusap sebentar kepala putrinya.

"Nak Taehyun cuma mau kata Tyun kamu yang sebutin, Satu-satunya. Jika ada yang memanggilnya begitu ia langsung marah sayang, lagian namanya memang Hyunnie, orang Papa dan Mamanya dari kecil manggilnya Hyun kok,"

"Daddy, diam!" ucap Beomgyu memukul dada Daddynya, ia bersandar di bahu Daddy.

Beomgyu seorang sekaligus sendiri perempuan yang bergabung di gazebo para orang tua, mereka juga sudah kenal Beomgyu dan memang bungsu Jung ini memiliki tempat khusus di hati teman-teman Daddynya. Mereka sudah sangat menganggap bungsu Jung ini adalah anak mereka. Tak heran Beomgyu akan menjadi rebutan.

"Beomie sama Papa aja sini, Daddy mu memang ngeselin nak," ucap Taehyung menggeser duduknya memberikan ruang kosong untuk menantunya duduki.

Beomgyu mengangguk, melihat putrinya akan beranjak tangan Daddy langsung mencekalnya dan menariknya duduk di pangkuan.

"Daddy!" ucap Beomgyu kaget.

"Duduk di tempat mu, atau tak Daddy lepaskan sama sekali," Beomgyu masih diam.

"Beomie tak malu di liatin cucu Daddy hmm?"

"Issh!" Beomgyu pun menurut dan tangan Daddy terlepas.

"Papa..." ucap Beomgyu sedih menatap melas pada papa mertuanya.

"Hah~ emang bedebah Daddy mu nak" ucap Taehyung gamblang, mendapatkan tawa khas bapak-bapak. Sementara kaki Jaehyun menabrak kaki besannya.

"Tadi di depan ramai-ramai ada apa?" tanya Johnny menatap Beomgyu.

"A~ Beomie nggak tau," ucap Beomgyu langsung memeluk lengan Daddynya menghindari kontak mata. Johnny yang melihat gelagatnya mengangguk, yang lain pun tak berniat melanjutkannya. Daddy mengusap kepala Beomgyu.

Mereka pun melanjutkan perbincangan, semua tak luput dari penglihatan Taehyun.

Jeno menepuk pundak Taehyun, "gunakan trik ini untuk menarik Beomgyu dari sisi Daddy," ucap Jeno menyerahkan kertas pada Taehyun.

Mengerut alis menatap kertas di tangan Jeno dan beralih pada wajah Jeno.

"Kak Jen bantuin saya?" ucap Taehyun dengan tak percaya ia juga sengaja menggunakan kata formal.

"Saya, saya.. Saya getok! Kak Jen kasian liat usahamu yang sia-sia itu, makanya rahasia ampuhku, ku shareing padamu"

"Thanks kak Jen," ucap Taehyun menyambar cepat kertas di tangan Jeno, dan berlalu.

Jeno tersenyum, lalu kembali duduk di samping istrinya.

"Udah?" tanya Jaemin, Jeno mengangguk dan mendusel pada Jaemin dengan manja di ayunan. Mereka semua sudah berpencar, menikmati waktu sendiri sebelum berlangsungnya acara.

"Lagi? Kamu merepotkan ku?!" ucap tak tahan Hueningkai.

"Ya. Aku senang merepotkan mu" ucap santai Taehyun.

"Ya setidaknya jangan seret aku dengan hal ini dong, ku takutnya Beomgyu malah berbalik marah padaku"

"Memangnya kenapa, itu masalah mu"

"Hei, ini masalah mu kenapa melibatkan ku"

"Your my best friend."

"Kalau ini aja jual persahabatan, kemarin apaan kata prend aja nggak ada tuh"

"Kai bawel amat,"

"GUA JUGA BAWEL KARENA ELU!" ucap kesal Hueningkai membuat Taehyun langsung memukul pundaknya.

"Diam" ucap Taehyun berbisik. Hueningkai hanya berpasrah.






















T. B. C

𝟸𝟶𝟻𝚇𝟹𝟷𝟹 ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang