Perut Beomgyu sudah semakin membesar. Ia duduk di ruang bersantai menunggu kepulangan suami dan si kembar yang pergi berbelanja bulanan. Dengan di temni teh herbal khusus untuk persalinan, Beomgyu menikmati waktu sendirinya walaupun ia sangat bosan dan sangat kesepian karena di tinggal.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa mereka lama sekali ya de ya.. Hemm" ucap Beomgyu sambil mengusap perutnya yang sudah membesar.
Samar Beomgyu mendengar suara mobil suaminya juga suara berisik si kembar yang tampak riang di dengar Beomgyu. Beomgyu bangkit dengan sedikit kesusahan.
Taehyun yang memperhatikan si kembar dengan bawaannya yang di bagi karena si kembar bersikeras ingin membawa. "Pasti Nda suka!" ucap Sunoo.
"Bukan, Nda lebih suka makanan yang di pegang Ni hehe.." ucap Jungwon.
"Tidak!" ucap kesal Sunoo
"Hei kenapa berantem, semua Nda suka," ucap Beomgyu yang berjalan mendekati mereka Taehyun langsung mengusap perut Beomgyu dan memberikannya kecupan ringan di pipi melihat itu Sunoo dan Jungwon ingin ikut melakukan hal yang sama.
Keduanya berlari ke kaki Yayahnya. "Yah! Mau juga.. Ayo gendong Ni.."
"Nu juga!"
Taehyun mengangkat si kembar dalam gendongannya lalu mendekatkan si kembar sama Ndanya.
Cup Cup.
Kedua pipinya di kecup si kembar Beomgyu sangat senang mendapatkan banyak cinta dan perhatian dari keluarga kecilnya, ia tersenyum membuat Taehyun semakin cinta dan ingin langsung memeluk istrinya. Sementara Sunoo dan Jungwon sangat mengidolakan sosok Ndanya selain kecantikannya yang seperti lukisan hati Ndanya juga sangat-sangat baik. Membuat si kembar ingin seperti Ndanya.
**
Jam sudah menujukkan pukul 20.55.
Taehyun berada di kamar Sunoo menggantikan putrinya itu pakaian tidur, sementara Beomgyu masih duduk di ruang dapur dengan Jungwon yang duduk menikmati cemilan yang sempat di belinya saat bersama Yayahnya ke supermarket.
Beomgyu bangkit, setelah mengeluarkan semua belanjaan Taehyun. Mereka baru melakukan perberesam karena ada beberapa hal yang di kerjakan pasutri muda itu.
Jungwon yang makan terus menatap pergerakan Ndanya, mengikuti arah jalan dan yang di kerjakan Ndanya.
Beomgyu tersenyum, "kenapa? Kenapa liatin Nda begitu?" Jungwon langsung tersenyum.
"Ni mau mastiin Nda baik-baik saja, mau Ni bantu?"
"Tidak sayang, Ni lanjutkan makannya saja"
"Nanti Nda capek, sakit.." ucap sedih Jungwon.
"Nda tidak terlalu kerjain berat kok sayang.. Cuma mindahin barang ini pun masih terbilang mudah sayang, nggak apa-apa," ucap Beomgyu menyakinkan Jungwon.
"Baiklah.." ucap pasrah Jungwon tak membantah.
Beomgyu berjalan ke tempat Taehyun menyimpan buah semangka di meja, Beomgyu menarik kantung plastik tersebut namun tak di sangka buah semangka tersebut terjatuh karena bobotnya yang lumayan dengan kantongnya yang juga tak sesuai, sangat tipis mudah sobek.
"Aaah!" ucap Beomgyu refleks, membuat Jungwon langsung menatap Ndanya khawatir dan langsung turun dari kursinya.
"Ni berhenti!" seru Beomgyu melarang putrinya untuk mendekat.
Taehyun langsung keluar dari kamar Sunoo dengan wajah paniknya, dengan Sunoo yang mengikutinya dari belakang.
"Kenapa? Nda baik-baik saja? Ada yang sakit? Kamu terkena buahnya hm?" tanya Taehyun beruntun dengan pandangan yang sangat khawatir. Memegang lengan Beomgyu dengan lembut, menuntunnya untuk menjauh dari jatuhnya buah semangka tersebut.
Mendudukkan tubuh Beomgyu di kursi yang ia tarik, lalu Sunoo dengan cepat mengambil tissu dan memberikannya pada Taehyun.
Taehyun langsung menerimanya dan mengambil beberapa lembar membersihkan kaki Beomgyu yang terkena cipratan air semangka yang sampai atas mata kakinya.
Jungwon mengambil lap untuk di letakkan di lantai yang basah, dan Sunoo yang mengambil semangka yang sudah tak berbentuk ia masukkan ke dalam tong sampah yang di bawanya. Beomgyu terus memperhatikan si kembar yang masih kecil itu sudah begitu pintar membersihkan lantai.
Taehyun mendongak, menyentuh tangan Beomgyu. Fokus Beomgyu pun teralih, matanya memerah. Segera ia memeluk Taehyun.
"Kalian terlalu baik, sampai menjagaku.. Terimakasih.." ucap Beomgyu dengan suaranya yang melirih.
Si kembar menatap Ndanya yang bersedih. "Nda kan sudah lebih lelah, karena mesti ngurusin kita, jadi kami juga harus melakukan hal ini.." ucap Sunoo.
"Kami sayang Nda.. " tambah Jungwon.
Si kembar pun sama-sama menangis dan bangkit memeluk kedua orang tuanya.