43-✾

837 53 3
                                        


✴✴✴

Taehyun dan Beomgyu menengok, kedua balita itu menghampiri.

"Kenapa?" tanya Beomgyu menyentuh lengan Jungwon.

"Wonie cariin Nda, ternyata ada Yayah juga disini" ucap Jungwon.

"Mau apa sayang?" tanya Beomgyu, sementara Taehyun hanya memperhatikan mereka.

"Mau mam itu.. Daging yang di tusuk," ucap Jungwon malu-malu.

"Wonie, minta sama Bibik nak, tuh Bibiknya" tunjuk Beomgyu. Jungwon langsung menurut sementara Sungshoo menatap lekat wajah Annienya.

"Nak Shoo kenapa?" ucap Beomgyu lembut, sementara Taehyun menatap memicing pada keponakannya itu.

"Annie, kemarin Shoo belanja karena sedih.." ucap Sungshoo anak dari Sungchan, duplikat Sungchan sekali.

"Gitu yah, kamu belanja karena sedih" ucap Taehyun. Membuat Sungshoo menatap Unkie nya.

"Sesedih apa sampai belanja?" lanjut Taehyun.

"Bukan gitu.. Harusnya tanya sedih karena apa? Gitu," ucap Beomgyu sambil menepuk pelan paha Taehyun, membuat Taehyun tersenyum sambil menunduk.

"Gitu ya?" ucap Taehyun, dan Beomgyu hanya mengangguk sambil tersenyum menahan tawanya karena perkataan Taehyun.

"Shoo nggak mau punya adek.." ucap Sungshoo.

"Hah?" ucap Beomgyu sementara Taehyun menatap intens pada Sungshoo di depannya.

"Shoo dapat informasi dari mana sayang?" ucap Beomgyu, Jungwon kembali dengan membawa piring isian daging tusuk.

Taehyun mengulurkan tangannya menggapai Putrinya, dan memangkunya karena makan.

Beomgyu mengambil satu dan si serahkan pada Sungshoo.

"Shoo nggak sengaja dengar Bubun bahas adek, tapi untuk Shoo,"

Beomgyu menganggu, menyentuh siku Shungshoo untuk segera makan daging tusuknya.

"Bagaimana enak?" tanya Beomgyu pada Sungshoo. Anggukan di berikan, kembali Beomgyu mengusap lengan keponakannya itu.

"Wonie tak beri Nda cobain? Ucap Beomgyu

"Hem mulai.." ucap Taehyun yang langsung membuat Beomgyu tertawa.

"Dahlah, Nda pergi ke depan dulu ya, Wonie sama Yayah saja. Nak Shoo mau ikut Annie?"

"Eung!"

"Go!" ucap Beomgyu memegang tangan kecil Sungshoo.

Mereka para pasutri muda duduk di halaman depan, di sana juga terdapat tempat luas terlihat seperti kafe. Namun tempat acaranya di halaman belakang, samping kolam renang.

Anak-anak bebas bermain berlarian di halaman belakang, bahkan sesekali akan berkunjung ke halaman depan melihat Orang tua mereka, belum Jungwon dan Sunoo yang keluar, kalau sudah di jamin anak balita itu akan menjadi pengganggu kebersamaan Beomgyu dan Taehyun.

Lama mereka berbincang bersama, hingga tertawa tiba-tiba sosok gadis masuk dengan beraninya.
Tangannya langsung menampar wajah Taehyun, semua orang terkejut. Berbeda dengan Beomgyu yang langsung berdiri di depan duduk Taehyun dan mendorong gadis tersebut.

"Apa yang kamu lakukan Isa!" ucap kesal Beomgyu menatap.

Isa mendengus, lalu menatap lebih kesal pada Beomgyu.
"Beban!" ucap Isa

"Ih minimal kasih konteks dong, berkata tak jelas gitu. Main masuk aja lagi tak di undang pula!" balas Beomgyu.

Jaemin yang akan membantu Beomgyu, di tahan Jeno.

"Suami mu itu, hampir saja membunuh Ayahku!"

Beomgyu yang mendengar cukup tekejut, bersamaan dengan yang lain, namun Beomgyu langsung ingat kejadian semalam.

"Heh salah Ayahmu, ngapain nyulik aku!"

"Yakan namanya juga beban!"

BYUUR!

Mereka yang menyaksikan Beomgyu dengan cepat menyirami wajah gadis yang menampar Taehyun dengan jus jeruk milik Haechan.

Isa tak terima, tangannya melayang untuk menampar Beomgyu, namun langsung tertahan tangan kekar Taehyun. Tangan Isa terhempas secara kasar, ia sempat meringis sakit.

"Salahkan Ayahmu yang berani mengusikku." ucap dingin Taehyun.

"Aku akan mengambil tindakan hukum!"

"Lakukan saja! Memang kamu pikir kami takut!" balas Beomgyu yang langsung menarik rambut Isa karena tangannya sudah sangat gatal.

"Eehh! Gyu!" ucap panik ipar Beomgyu.

Taehyun segera memeluk Beomgyu dari belakang, menahan pergerakan Beomgyu, dan Jeno dengan pelan memegang tangan Beomgyu yang masih menarik rambut panjang Isa.

Isa ingin melakukan hal yang sama, namun tangannya langsung di pegang Jaemin.

"Tak ku sangka wanita yang pernah ku tolong menjadi orang yang tak tau balas budi" sindir Jaemin.

Penjaga yang memang berada di belakang habis melakukan beberapa pekerjaan pun berlari tampa bertanya, ia langsung melakukan tugasnya menyeret tubuh Isa keluar Mansion.






















T. B. C

𝟸𝟶𝟻𝚇𝟹𝟷𝟹 ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang