13. Reuni

137 23 26
                                        

°•○☆○•°

Heeseung baru sampai di Shoon Coffee. Untung saja masih ada waktu kurang lebih lima menit lagi sebelum jam menunjukkan pukul lima sore. Heeseung sebenarnya was-was dengan denda yang diberikan jika Ia telat, makanya dia berusaha secepat mungkin untuk sampai.

Setelah sampai dengan langkah yang sedikit terburu-buru, Heeseung melihat sekeliling coffeshop dan hendak menuju ke sekumpulan orang di suatu ruangan yang Ia yakin kalau mereka adalah teman-teman panitianya. Namun, sebelum dia melangkah ke ruangan terpisah itu, Heeseung melihat Harin yang sedang mengobrol bersama seorang laki-laki. Heeseung menatapnya heran, berusaha mengingat siapa laki-laki itu, tapi sepertinya dirinya tidak mengenalnya.

Merasa sedikit kesal karena rapat sebentar lagi mau dimulai, Heeseung menghampiri Harin terlebih dahulu ke mejanya padahal tadi gadis itu yang menyuruhnya untuk tidak terlambat sampai ke tempat rapat, tapi nyatanya Harin yang belum masuk ke ruang rapat dan malah menemui seorang laki-laki asing di depannya.

"Pantesan lo cepet-cepet ke sini. Ada yang dicari ternyata ya," sindir Heeseung.

Harin yang tiba-tiba terusik lantas melihat Heeseung di sebelahnya yang sedang menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Eh, hai Seung. Kenalin ini temen gue waktu masih SMP namanya Sunghoon. Hoon, kenalin ini Heeseung," ujar Harin.

"Sunghoon," ucap Sunghoon sambil mengulurkan tangannya.
Heeseung membalas uluran tangan Sunghoon dengan tatapan malas, "Heeseung."

"Udah jam lima nih. Nanti rapat gak mulai-mulai karena lo masih di sini," lanjut Heeseung.

"Iya-iya. Ehm.. Hoon, gue sama Heeseung mau rapat dulu ya? habis rapat kita lanjut lagi," ujar Harin.

Heeseung sedikit kebingungan, maksudnya Sunghoon akan menunggu Harin sampai mereka selesai rapat? memangnya dia mau?

"Sip. Nanti minta tolong Aya aja buat panggilin gue di dalem ya. Semangat rapatnya. Oh iya, pesenan lo nanti dianter langsung ke ruangan ya," ujar Sunghoon lalu meninggalkan Harin dan Heeseung.

Harin tersenyum ramah sedangkan Heeseung masih dengan wajah kebingungannya sambil memberi tatapan sinis ke arah Sunghoon.

Sunghoon itu siapa? dia kerja di sini?

Keliatannya nyantai bener, gak kayak pegawai yang lain.

Dan masih banyak pertanyaan lain yang memenuhi kepalanya. Sudahlah, yang penting dirinya berhasil datang tepat waktu untuk mengikuti rapat.

"Nih, gue pesenin buat lo," ujar Harin di sebelah Heeseung yang membuyarkan lamunan laki-laki itu.

"Gratis?"

"Enak aja!"

"Katanya tadi lo pesenin buat gue, artinya gue gak wajib bayar dong?"

Harin memutar bola mata malas, "Yaudah kalau gak mau bayar, itu pastry nya gue yang makan!" marah Harin dengan suara se-kecil mungkin.

Gadis itu masih memahami situasi saat ini. Mungkin kalau hanya mereka berdua saja yang ada di ruangan ini, Heeseung pasti sudah mendengar omelan-omelan keras dari Harin sampai sakit telinga.

"Iya-iya nanti gue ganti. Pelit amat lo jadi cewek."

"Emang," jawab Harin.

"Coba kalo Sunghoon yang ada di posisi gue, pasti jawaban lo bakal beda lagi," bisik Heeseung ngedumel sendiri.

"Hehe tau aja. Kenapa emangnya? cemburu lo?"

"Nih. Bawain nih pastry ke Sunghoon! gue bisa beli pastry ini se-truck full sekalian beli sama trucknya!" Walaupun mengomel, Heeseung tetap berbisik sambil sedikit melempar sepiring pastry yang ada di depannya.

Cupid | Heeseung LeeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang