16

3.8K 165 1
                                        

Suasana meja makan yang tadinya baik baik saja berubah

"Delfi,mau makan ini gk?" Tanya Lucia menatap Delfi sambil menunjuk udang di meja makan

Menatap arah yang di tunjuk Delfi tetap tidak menggubris,dia hanya menatap udang itu lama

Mereka yang melihat itu pun mengartikan bahwa itu tanda setuju, ia pun mengambil udang tersebut dan menaruhnya di piring Delfi

Berbeda dengan yang mereka liat, sebenarnya Delfi sedang bergelut dengan pikirannya sendiri

'oi,ini lu boleh makan kgk?' Delfi membatin

'gk,aku alergi', jawab Fidelis

'ou,oke'

Setelah percakapan singkat itu Delfi pun menatap piring nya,ia yang tadinya ingin menolak tidak jadi karena udah yang sudah berada di piring nya

"Lah,kok di sini" bingung nya mengtoel toel udang tersebut

"Jangan memainkan makanan mu,dan makanlah" titah Evan menatap Delfi

"Ogah" tolaknya dan melanjutkan memakan makanannya

"Delfi,gk suka makanan pemberian cia?" Tanya Lucia yang membuat pandangan teralih padanya

"Gk Cia,dia suka kok" bujuk Valencia sembari menatap Delfi tajam

Delfi yang di tatap hanya acuh tak acuh melanjutkan makannya

"Delfi... Makan" titah Savian yang mulai geram

"Apa? Gw udah makan kok" tanya Delfi menatap Savian

"Makan,udang itu" titah Savian lagi

"Gk"

"Makan" tekan Savian

"Gk,gw bilang gk yah gk,dan jangan paksa gw!" Ucapnya

"MAKAN DELFI!" titah Savian

Delfi yang di bentak menatap Savian,lalu menatap udang tersebut

"Oke.... Tapi kalo gw mati itu ulah Lo semua yang maksa" tunjuk nya pada semua orang di meja makan yang menatapnya

Dan dengan cepat Delfi memakan udang tersebut

Klang!

Suara benda jatuh bergema, mereka yang tadinya sibuk dengan makanan masing-masing menatap ke sumber suara

Yang di mana Delfi yang sedang memegang dadanya dan dadanya yang kembang kempis

Dengan pelan Delfi menunjuk mereka dan berkata

"K-kali-lian... Gw tan-dain...a-was aj-a lu s-semua" ucapnya dan ingin bangkit dari duduknya dengan kekuatan penuh

"YAAMPUN NONA" suara panik dan cemas membuyarkan lamunan mereka

"N-nona... Ayok kita pergi ke rumah sakit, jangan bilang nona memakan udang,nona ingat kan nona alergi terhadap udang" ucap kepala pelayan yang bisa di panggil 'bi maria' yang sudah menjadi ibu kedua Fidelis

"Bi.... E-pi ca-capek" ucapnya terpatah patah sambil bertumpu pada Bi maria

Fyi: 'epi' itu panggilan dari orang yang udah Deket sama dia

Back to topik....

Mereka yang mendengar suara itu pun menatap ke arah Delfi yang sekarang sudah menangis di pelukan bi Maria

"Hiks...h-hiks...b-bunda.. epi ca-capek..
e-epi ca-capek....hiks.. hiks.. s-sakit.... Hiks... s-sakit.... E-epi u-udah g-gak ku-kuat... Hiks....hiks .." tangis Delfi di dalam pelukan bi Maria,dan ang membuat mereka kaget adalah Delfi yang memanggil bi Maria dengan sebutan 'bunda'

Freya yang mendengar itu menjadi terpukul bahkan sekarang dia sudah menangis

"Hiks...hiks...non.. nona dengar bibi? Kita ke rumah sakit yah.... Nona harus di rawat" ucap bi Maria dengan tangisnya, lalu membawa Delfi pergi ke rumah sakit untuk di rawat

Mereka yang berada di ruang makan hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun

Mereka hanya menatap pada pintu yajg di mana tadi bi maria dan Delfi keluar

Mereka hanya menatap dengan pikiran yang terbang entah kemana

'aku Abang yang buruk....'

'dia.... Menangis....'

'ayah mana yang memaksa anaknya untuk memakan sesuatu yang berbahaya untuknya?'

'aku...ibu yang buruk....'

'dia... Benar benar kesakitan....'

'apa aku sudah keterlaluan?'

Dari semua pemikiran itu hanya satu orang yang menundukkan kepalanya dengan seringai kecil di wajahnya

Suasana diam itu pun berlangsung lama,tapi langsung Buyar saat suara tangis Lucia terdengar

"............."

"HUAAAAAAAA......hiks...hiks...hikss....." Isakan terdengar yang membuat lamunan mereka semua buyar

"E-eh.. Lucia,udah yah jangan nangis" bujuk Freya yang sadar duluan dan langsung menenangkan Lucia

Setelah mereka semua sadar, mereka pun fokus menenangkan Lucia, seolah-olah kejadian tadi tidak pernah terjadi

Di rumah sakit

Delfi sekarang sedang berbaring lemah di rumah sakit,yang di temani bi Maria yang berada di sisinya

"Bagaimana keadaannya?" Tanya bi Maria khawatir

"Baik, anda bisa ikut saya terlebih dahulu" dokter itu pun pergi di ikuti bj marian di belakangnya

Sesampainya mereka di ruangan terjadilah keheningan sesaat sebelum dokter Rasya menjelaskan apa yang terjadi

"Bagaimana kondisi nya?" Tanya bi maria tidak sabar sekaligus khawatir

"Nona kecil.. sekarang imunnya mulai menurun,yang mengakibatkan dia bisa jatuh sakit kapan saja,dan kemungkinan besar adalah koma" jelas dokter Rasya

"Lalu.... Apa yang harus ku lakukan?" Bi Maria menatap dokter Rasya khawatir

"Kau cukup mengawasinya dan juga memberikan makanan yang mengandung nutrisi" jelas dokter Rasya

"Dan juga, jangan beri dia udang atau makanan laut lainnya" lanjut dokter Rasya

"Baik dok,kalau begitu saya permisi" bi Maria pun meninggalkan ruang dokter Rasya dan bergegas menuju rung rawat Delfi

Di ruang rawat ..

"Bibi abis dari mana?" Tanya Delfi, melihat bi Maria memasuki ruangannya

"Bibi abis ketemu dokter Rasya, bagaimana keadaan nona? Sudah mendingan?" Tanya balik bi maria sambil mengelus Surai rambut hitam itu

"Udah bi" jawab Delfi tersenyum manis menatap bi maria

"Baiklah kalau begitu,lebih baik nona istirahat biar bibi temani" ucap bi Maria sembari tersenyum menatap wajah cantik yang mulai menutup mata itu

Melihat Delfi yang tertidur lelap,bi Maria tersenyum dan bergumam

"Bibi gk tau mau senang atau sedih,tapi semoga perubahan ini yang membuat mereka sadar"gumam bi maria,lalu mengecup kening itu dan pergi keluar ruangan

TBC

GW JADI ANTAGONIS?!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang