old story

439 37 13
                                    

Thanks buat vote nya.
Abis ini boleh ko mampir di cerita sebelah yang PU nya si Justin aka kang tantrum

Enjoy~~






























Keesokan paginya.

Dara masih tetap terjaga.
Sementara Iqbal, mama Ivar dan juga Rafael terlelap.
Lebih tepatnya mereka bertiga baru saja terlelap satu jam yang lalu.
Dan ntah untuk yang kesekian kalinya.
Dara bolak balik melihat Ivar dari kaca kecil dipintu.

Dara memfokuskan pandangannya pada jemari Ivar yang kini tampak bergerak. Terlihat juga Ivar perlahan membuka kedua matanya.
"Hah!" Dara terkejut dan berlari menuju Rafael untuk membangunkannya.

Dara mengguncang guncang tubuh Rafael agar ia membuka matanya.
"Rafa.. Rafa bangun. Buruan panggil papa kamu. Rafael" ucapnya.

"Hm?? " terlihat mata Rafael tampak merah karena ia baru saja terbangun.

Mendengar keributan disebelahnya, Iqbal dan juga mama Ivar langsung terbangun.
"Ada apa Dara?" Tanya mama Ivar.

"De, ini rumah sakit jangan berisik" ucap Iqbal.

"Aku barusan liat Ivar buka matanya. Sumpah aku ngga halu" jelas Dara

Sontak saja mama Ivar, Iqbal dan juga Rafael bangkit dari posisi mereka dan menghampiri pintu kamar Ivar untuk melihat apa yang dikatakan oleh Dara dari kaca kecil itu.

"Aku telfon papa dulu" ucap Rafael sambil mengeluarkan ponselnya.

Mama Ivar tampak terharu dengan tersadarnya Ivar.
Ini bukan kali pertamanya, namun ini adalah yang paling lama Ivar tersadar.

Tak selang beberapa waktu kemudian, papa Rafael selaku seorang Dokter dan juga dua orang perawat datang sambil berlari.
"Permisi, kami akan segera mengecek keadaan Ivar sekarang"ucap Dokter.

Mama Ivar mengangguk dan mempersilahkan tenaga medis memasuki ruangan anaknya itu.

"Papa lu keren banget btw" ucap Iqbal.

"Papa kita juga keren kok kak" balas Dara yang tidak mau kalah.

"Oiya bener. Papa kami intel. Jangan bilang bilang orang ya" ucap Iqbal dengan polosnya.

Rafael terkekeh.
"Siap"

Sementara itu didalam ruangan Ivar.

Dokter mulai mengecek satu persatu organ vital Ivar untuk mengetahui keadaan terkini.
"Selamat pagi Ivar. Kamu mengenali saya?" Tanya Dokter. Ia ingin memastikan apakah Ivar sudah sepenuhnya dapat merespon atau belum.

Ivar menatap sayu Dokter dihadapannya itu.
"Berapa lama lagi saya hidup Dok?" Tanyanya to the point.

"Mari fokus dengan keadaan kamu yang sekarang dulu ya Ivar. " balas Dokter itu sambil mengecek tetesan infus Ivar.

"Tolong katakan kepada mereka semua, kalau keadaan saya sekarang sudah baik baik saja. Terutama untuk mamaku, Aku tidak mau melihatnya bersedih" ucap Ivar.

"Ivar. Saya juga punya anak yang seumuran denganmu. Dia sedikit keras kepala sepertimu. Tapi dia tidak pintar menyembunyikan masalah" ucap Dokter.

"Kenapa tiba tiba Dokter bahas urusan pribadi dokter?" Tanya Ivar.

"Tampaknya kalian akan menjadi teman baik untuk kedepannya. Jadi mohon bersabar sebentar ya, saya akan mencari cara bagaimanapun itu untuk menyembuhkanmu" setelah mengucapkan itu, Dokter mengelus kepala Ivar dan berlalu pergi diikuti oleh dua perawat dibelakangnya.

Ivar Jenner - Letting GoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang