Thanks buat votenya ygy.
Enjoy~
Setelah mengantar Dara pulang.
Rafael melihat mobil Ivar yang baru saja kembali.
Ia ingin menanyakan sesuatu, namun ia tidak jadi melakukannya karena Bagas barusan saja mengiriminya pesan untuk segera bergabung untuk mengerjakan tugas tambahan di kelas.Sementara itu, sesampainya dirumah Ivar langsung menghubungi Dara.
Namun Dara tidak mengangkat panggilan telepon darinya.
"Apa dia kesal ya?" Gumamnya.Dara menatap layar ponselnya yang terus menerus berbunyi dan disana terdapat banyak notifikasi dari Ivar.
Ia sengaja tidak mengangkat panggilan masuk dari Ivar tersebut karena ia masih sangat kesal.Malam harinya.
Dara sudah tertidur pulas walaupun waktu masih menunjukan pukul 7 malam.
Dapat dilihat dilayar ponsel Dara disana tertera puluhan panggilan dari Ivar.
Namun tak ada satupun panggilan yang Dara angkat, malah sekarang Dara justru ketiduran.Ivar menjadi merasa bersalah tatkala ia kembali teringat tentang siang tadi ketika ia menemui Erica dan juga mengabaikan panggilan telepon dan pesan dari Dara.
"Ivar. Kamu uda makan buah buahan yang ada dikulkas?" Tanya mama
"Belum mah. Ivar belum ada buka buka kulkas hari ini"balas Ivar
"Yampun? Dara tadi siang kesini lho bawain buah buahan. Itu mama masukin ke kulkas buah buahannya" ucap Mama
"Dara kesini tadi siang? Berarti pas masih ada Erica mah?" Tanya Ivar
"Iya. Terus dia balik lagi"ucap mama
Ketika mendengar jawaban mama nya tersebut, seketika Ivar mengacak acak rambutnya.
Ia menghela napasnya kasar.
"Mama bilang apa aja ke Dara?"tanyanyaDdrrttt..
Ponsel Ivar berbunyi, dan itu panggilan masuk dari Rafael.
"Halo? Ada apa?"tanya Ivar."Tadi siang Dara hampir aja ketabrak sama motor gue. Gue penasaran apa yang buat dia setidak fokus itu.. bisa bisanya dia nyebrang jalan sambil berlari. Dan, beberapa saat yang lalu aku baru tau jawabannya. Erica barusan chat gue, katanya hari ini dia senang banget bisa ketemu lu lagi. Wow.. guess it. Its plot twist dude. I saw your car, pas gue abis nganterin Dara pulang karena dia bilang kakinya lemas" ucap Rafael
Ivar menghela napasnya.
Pasti karena Erica, Dara bersikap seperti itu.
Apa itu artinya Dara mengikuti mereka hingga ke cafe?
Ivar mencoba mengingat semua nya sekarang."You're so fuckin stupid" setelah mengatakan itu, Rafael mematikan panggilan teleponnya.
..
Keesokan harinya.
Dara menatap papan tulis dan mencoba memahami materi yang dijelaskan oleh Dosen.Rafael membalikkan badannya dan menatap Dara sambil memiringkan kepalanya.
"Are you okay?" Tanyanya"Emang aku kenapa?" Tanya Dara
Rafael menganggukan kepalanya dan kembali membalikkan badannya.
"Im okay. No worries" balas Dara,
Rafael mendengar ucapan Dara, namun ia tidak sepenuhnya mempercayai ucapan Dara tersebut...
Kali ini Dara melewati toko buah yang selalu ia beli untuk Ivar.
Ia terus berjalan pulang menuju rumahnya seperti biasa.
Ia masih merasa kesal pada Ivar hingga detik ini.Ddrrtt..
Dara melihat ponselnya.
Disana tertera nama Ivar yang kembali meneleponnya, namun lagi lagi ia mengabaikan panggilan masuk tersebut."Kamu mengabaikanku?" Ucap Ivar yang kini sudah berada tepat dihadapan Dara
Ivar berdiri tepat disimpang jalan didepan rumah mereka.
"Bukannya kamu duluan yang mengabaikanku?"tanya Dara
"Soal kejadian kemarin. Aku minta maaf. Aku ngga tau kalau tiba tiba Erica datang kerumahku. Dan.. soal kejadian dicafe itu, aku hanya merasa iba padanya" jelas Ivar
"Iba? Itu iba atau khawatir?" Tanya Dara
"Bukan begitu Ra" ucap Ivar.
"Kenapa harus pakai acara peluk segala? Kamu ngga mikirin perasaan aku ?" Tanya Dara.
"Dia dipukuli sama papanya. Aku ngga tega ngeliatnya"ucap Ivar
Dara mengangguk paham lalu ia tersenyum.
"Lantas, kenapa kamu sampai mengabaikan banyak panggilan telepon dariku? Takut ke ganggu ya" tanyanya.Ivar terdiam seribu bahasa.
Ia bingung harus menjawab apa kali ini."Kalau kamu masih belum bisa move on darinya. Kenapa harus aku orang yang menjadi pelampiasanmu?" Tanya Dara.
"Stop Dara. Kok jadi kemana mana gitu ngomongnya? Aku kan uda bilang aku merasa iba ngeliat luka di lengannya"jelas Ivar
"Yauda, kalau gitu aku mau masuk rumah dulu. Aku capek"setelah mengatakan itu, Dara berjalan melewati Ivar.
Ivar menyesali perbuatannya.
Sepenuhnya ia merasa bersalah pada Dara.
Harusnya ia memikirkan perasaan Dara...
Hingga malam harinya.
Dara memilih untuk menghabiskan malam minggunya dengan duduk sendirian di cafe didekat perumahannya.
Disana juga ada musik yang menambahkan kesan kegalauannya sekarang.
Ia tidak membawa ponselnya.
Ia hanya membawa dompetnya saja.
Percuma berdebat dengan Ivar, pasti Ivar akan kembali memihak pada Erica dengan alasan iba.
Itu menyebalkan, begitulah pikir Dara."Ahh.." Rafael meneguk minuman Dara hingga tandas.
Ntah dari mana, namun ia tiva tiba saja muncul dan duduk di depan Dara."Kok dihabisin????"Dara menatap gelasnya yang kini sudah kosong karena Rafael.
"Mba, lemon tea ya satu lagi!" Ucap Rafael pada pelayan cafe tersebut.
"Kamu kenapa tiba tiba muncul gitu sih? Kamu bukan hantu kan? Minimal intro dulu lah" ucap Dara
"Intronya mau di peluk dari belakang atau depan?" Tanya Rafael to the point.
"Astaga ni anak" Dara menghela napasnya
"Uda jangan nge galau in dia. Kan aku uda bilang dari awal" ucap Rafael.
"Sstttt.. diam. Jangan bahas apa pun disini" balas Dara
"Beneran? Tapi aku kenal kok sama Erica" ucap Rafael
"Kenal? Kok bisa?" Dara mulai penasaran
"Singkat cerita. Aku sama Erica pernah ngejalin hubungan, tapi ngga lama. Itu karena dia belum move on dari pacarmu sekarang" jelas Rafael
Dara menutup mulutnya.
Ia merasa tidak percaya dengan apa yang Rafael katakan sekarang."Erica itu cinta pertamanya Ivar" lanjut Rafael kemudian memakan snack diatas meja
"Bentar. Itu artinya kamu sama Ivar uda kenal sejak lama dong? Tapi kenapa pas dirumah sakit kalian bersikap seolah baru pertama kenal?" Tanya Dara.
"Yup! Good question dear. Tapi aku uda ngasih jawabannya tuh tadi. Itu karena aku masih kesal ngelihat pasanganku dulu masih belum dari masa lalunya." Ucap Rafael.
Benar benar diluar galaksi.
Dara seolah dibuat tidak percaya dengan pernyataan Rafael barusan tentang hubungan cinta segitiga diantara Rafael, Ivar dan Erica."Tapi jangan khawatir, aku sepenuhnya uda ngga punya perasaan apapun buat dia." Ucap Rafael.
Dia yang dimaksud Rafael adalah Erica.
Memang benar adanya ,jika Rafael sudah tidak memiliki rasa apapun lagi pada Erica.
Karena saat ini satu satunya perempuan yang mengisi hati dan pikirannya hanyalah DaraI'll b3 back soon
Makasih sudah mampir
Lopyu
Mwahh 🫶

KAMU SEDANG MEMBACA
Ivar Jenner - Letting Go
Fanfiction☆Cerita ke 2 Tatapan sayu nya, yang kian lama semakin memberikan arti mendalam. You'll forget me soon and be happy with someone other than me - Ivar 04 Mei 2024 🖊