Tetapi yang ada malah sebuah tangan menarik tangan kananku, "Tunggu," aku menoleh, melihat laki-laki itu sedang membaca bet nama yang berada di seragamku.
"Terimakasih, Keira," saut laki-laki itu dengan senyum terukir di bibir tipisnya, dan kujamin senyumannya itu adalah senyuman terindah yang pernah kulihat. Sangat manis dan membuat siapapun jadi ingin tersenyum jug– oh! HARRY!
"Aku harus pergi," sautku langsung berlari menuju gerbang dan melihat sesosok Harry yang sedang dirayu oleh Christina.
"Alright, Christina, can you just go away because he's mine," sautku seraya menarik tangan Harry dan menuju parkiran tanpa memedulikan Christina.
"I'm yours, eh?" ledek Harry.
"Kau mau didekati perempuan centil seperti dia?" tanyaku.
"Jelas tidak. Bayangkan, tadi tiba-tiba dia duduk disebelahku dan langsung meminta nomorku! Bahkan aku tidak mengenalnya," jawab Harry seraya mengemudikan mobilnya.
Karena aku tidak tahu harus menjawab apa, kuputuskan untuk diam. Pikiranku langsung tertuju pada sesosok laki-laki yang menabrakku tadi. Bagaimana bisa ia tersasar sampai wc perempuan? Apa dia anak baru? Kalau iya, berarti dia anak baru yang dibicarakan tadi? YA TUHAN ANAK BARU DI SEKOLAHKU TAMPAN-TAMPAN. Tuhan benar-benar memberkati hidupku dengan kehadiran 2 malaikat tampan di sekolah, laki-laki itu dan Harry tentunya.
"Earth to, Kei. Omong-omong, aku satu kelas dengan mu!" saut Harry dengan girang.
"Yang benar? Kalau begitu besok kau harus bangun pagi-pagi karena aku akan mengadakan school tour. Special for you my lovely step-brother!" sautku tidak kalah girang.
"Uh, sebenarnya, Kei, aku anak tiri," saut Harry dengan nada pelan.
"YOU WHAT?" secara tidak sadar aku berteriak. Kaget? Jelas.
"Ya, dulu setelah bercerai ibu ku menikah dengan James. Dan 3 bulan setelah menikah, ibu ku meninggal karena kanker paru-paru akut," jelas Harry.
"Harry, I'm so sorry," sautku bersimpati.
"It's okay, Keira. Lagipula, James sangat baik terhadapku, dia tidak pilih kasih," saut Harry yang sudah tersenyum kembali.
"That's why I love James! Dia selalu baik terhadap siapapun," sautku tersenyum diikuti anggukan setuju dari Harry.
◊◊◊◊◊
HAE!!!
Maafkan ff ini isinya Harry terus, tapi next chapter enggak kok:)))
Jangan lupa vommentssssss tq tq
KAMU SEDANG MEMBACA
brother { tommo }
Fanfic"Hey, Kei, kau tahu tidak?" "Tihdhakh," "Kau dan aku makan dengan 1 sendok yang sama," "Lhalhuh?" "Secara tidak langsung kita berciuman,"
