hai ⁶⁰

2.7K 134 9
                                        

Pusing, hal pertama yang zella rasakan ketika membuka matanya. Wanita itu melirik ke kanan dan kirinya lalu mengerutkan keningnya, dia ada di rumah sakit? Siapa yang membawanya?

"Kau sudah bangun Ms. Andromeda?" Zella melihat seorang dokter laki-laki mendatangi nya

"Dokter, siapa yang membawaku kemari? " Tanya zella

"Seorang pria yang tubuhnya dipenuhi darah Ms, dia di bantu oleh seorang pria lainnya" Ucap dokter itu

"L-lalu dimana pria yang tubuhnya dipenuhi darah itu dokter, apa dia baik-baik saja? " Tanya zella khawatir

"Beliau kritis, dan sekarang masih berada di ICU" Jelas dokter itu

Zella menitikkan air mata nya, walaupun terluka gerald masih bisa menolongnya "bisa antar saya kesana dokter? " Pinta wanita itu

"Baik, akan saya antar" Ucap dokter itu

Di depan ruang ICU, zella hanya bisa melihat keadaan gerald dari pembatas kaca saja karen dokter melarang dia masuk kedalam

"Ger..."

"Zella? " Wanita itu melihat siapa yang memanggil nga

"Javier? "

"Are you okay? " Tanya pria itu

Zella menggeleng

"Dokter, biarkan saya yang menjaga Ms Andromeda" Ucap Javier yang d angguki dokter itu

"Jav, gerald" Lirih wanita itu

"It's okay semuanya akan baik-baik saja, aku tahu gerald bisa melewati semuanya" Ucap Javier

"Semoga saja" Balasnya

"Jav, apa kamu yang bawa saya kesini bersama gerald? " Tanya zella

Javier mengangguk, "saat aku akan mengunjungi rumahmu, aku melihat banyak sekali darah yang berceceran di lantai depan apartemen mu, dan saat melihat ke arah lift yang berada di sebelah barat, aku melihat kau digendong oleh gerald yang berjalan tertatih dan berlumuran darah" Ucap Javier "sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya pria itu

"Jav, Reygan. Reygan yang melakukan ini semua" Ucap zella

"S-suamimu?" Kagetnya

"Jav, saya mohon tolong saya agar lepas dari pria itu" pria itu terdiam beberapa saat lalu mengangguk

"Saya akan mengurus semuanya" zella tersenyum

Kini tatapan wanita itu beralih pada Gerald yang wajahnya ditutupi beberapa perban, zella menghela nafasnya andai saja dia tidak menyangkut pautkan Gerald dalam permasalahan hidup nya, dan ini tidak akan terjadi

"Sorry ger" lirih zella

Disisi lain, reygan yang baru sampai penthouse yg dia tinggali, pria itu membanting pintu dengan kasar membuat Mario yang tengah menjaga Rayan menoleh ke arah sumber suara

Dan saat melihat keadaan Gerald yg dipenuhi darah, Mario menatap bos nya panik "tuan, apa anda baik-baik saja?!"

"Sial! Dia belum mati Mario!" Ucapnya sembari menggeram marah

Mario menatap reygan dengan tatapan yg sulit di artikan, mau berapa banyak nyawa lagi yg akan reygan hilangkan hanya untuk mendapatkan apa yang dia mau, Mario takut karma akan datang pada pria itu

"Tuan, biarkan saja zella dengan pria itu" ucap Mario dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari reygan

"Berani-beraninya kamu berbicara seperti itu didepan saya" ucap reygan tajam

Mario menghela nafasnya"tapi tuan, apa tuan lupa dengan apa yg dibicarakan zella? Jika tuan kembali dengan zella, zella tidak mau Rayan ada dalam kehidupannya. Dan tuan sudah lupa dengan janji yg anda katakan saat Rayan tidak diterima ayah anda, anda mengatakan tidak ada seorangpun yang boleh menyakiti Rayan, dan dengan tuan kembali dengan zella itu artinya anda sudah menyingkirkan Rayan di kehidupan anda. Apa Anda yakin akan menyingkirkan anak yg selalu anda bela saat semua orang menggunjing anak ini?" Ucap Mario panjang lebar

"Kamu tidak perlu menasehati saya Mario, saya tau apa yg terbaik untuk hidup saya!" Bentak reygan

"Baiklah jika itu keputusan anda, jangan menyesal jika nanti Rayan lupa siapa ayahnya" ucap Mario lalu membawa rayan pergi ke kamar bayi itu



****

"Gimana kondisi Lo?" Tanya zella

Setelah tidak sadarkan selama 3 hari akhirnya pria itu bangun juga, Gerald tersenyum lalu menggenggam erat tangan kekasih barunya itu

"Jangan tinggalin gue zell" ucap Gerald lirih

Zella menggeleng "maafin gue ger, semua ini gara-gara gue" ucap zella pelan

"Jangan bilang gitu, Lo gak salah apa-apa" ucap Gerald

Zella menundukkan kepalanya"kita nanti pindah ya ger? Disana udah gak aman" pinta zella

"Gue ngikut aja, tapi nanti biar gue yg beli ya jangan Lo. Sebagai laki-laki gue yg harus bertanggung jawab" ucap Gerald dan di angguki zella

Dua bulan berlalu...

Selama 2 bulan ini zella dan Gerald sudah tidak mendapatkan gangguan lagi dari reygan, dan dua bulan lalu zella dan Gerald memutuskan pindah ke penthouse yg jauh dari apartemen nya itu

Dan zella juga sudah mengirimkan surat gugatan cerai untuk reygan, walaupun dia belum mendapat apapun sampai sekarang "zella"

Wanita itu menoleh ke arah sumber suara, zella tersenyum mendapati Gerald pulang lebih cepat "tumben kamu pulang cepet" ucap zella

"Dosennya gak Dateng, yaudah aku pulang. Soalnya kangen Buna nya dedek bayi" ucap Gerald

Zella terkekeh, lalu mengusap perutnya yang masih rata. Benar kata Gerald, kini wanita itu Tengah mengandung buah hati mereka, sepulang gerald dan zella di rumah sakit saat itu, zella baru mengetahui jika dirinya hamil saat dia selama 2 hari selalu pingsan dan zella kira itu efek dirinya menggores tangannya

Tapi ternyata saat diperiksa dia tengah mengandung dan usia kandungannya sudah 4 minggu, berarti sudah 1 bulan. Dan kini kandungan zella sudah memasuki Minggu ke 13

"Ger, aku mau jalan-jalan. Bosen tau" ucap zella sambil cemberut

"Kamu emangnya mau kemana hm?"

"Kemana aja ger, boleh yaa?" Bujuk zella dengan puppy eyes nya

Gerald menghela nafasnya lalu mengangguk, dia tidak bisa menolak permintaan kekasihnya Itu "makasih banyak ayah!" Ucap zella senang lalu memeluk Gerald erat




Tbc
Vote nya donggg
Btw part selanjutnya kalian harus milih yaaa😭

Yes, Mr.ReyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang