Author POV
Keesokan harinya Bintang yang seharian gak mendapatkan kabar dari para haremnya pun dibuat kesal namun disisi lain ia juga bisa tenang karna ia bisa istirahat sejenak namun tiba-tiba pas dia ingin membayar barang belanja nya melalui aplikasi belanja online tiba-tiba saldo rekening hilang begitu saja.
" Ehhh loh loh uang ku mana aduhhh terus gimana ini bayarnya masa iya aku batalin sih." Gerutu bintang yang berusaha mengotak-atik handphone nya
Bintang yang kesal pun turun dari kamar nya dan seketika pandang mereka tertuju kepada seorang laki-laki dewasa dan perempuan dewasa yang memiliki paras yang begitu cantik.
" Mama...papa kalian berdua kesini kapan? Sapa bintang dengan sedikit keras
" Ya ampun anak mama sini nak kamu baik-baik aja kan." Tutur Almira sambil berdiri dari sofa menghampiri anak bungsunya itu
" Loh kalian bertiga kok ada disini juga." Ujar bintang ketika melihat ketiga pacaranya yang sudah duduk berjejer dihadapan Yudha
" Sini nak papa mau bicara sama kamu jawab jujur mereka siapa mu? pertanyaan papanya membuat bintang sedikit agak takut..
" Ehhh itu pa maaf in bintang pa mereka pacar bintang." Ujar bintang sambil menundukan kepala nya
" Hufttt kamu yakin sama mereka? Tanya Yudha lagi
" Gak yakin sih pa tapi sekarang bintang yakin sama apa yang menjadi keputusan bintang." Jawaban bintang pun membuat ke-tiga pacarnya sedikit lega
" Kalau emang yakin mulai sekarang papa akan menstop biaya kamu dan mereka yang akan menanggung biaya hidup kamu dan kartu kredit kamu papa sita papa hanya menyisakan ATM mu saja
" Ucap Yudha dengan gamblang
" Loh kok gitu sih pa bintang gak mau masa semua fasilitas bintang papa ambil sih terus kalau bintang pengen beli-beli gimana." Protes bintang
" Ya tinggal minta sama pacar-pacar mu itu." Ujar Yudha dengan enteng
" Tapi pa astaga kok papa tega sih." Kesal bintang
" Yank udah yank tahan emosi nya." Lerai Arga yang sedari tadi diam.
Yudha pun kemudian meninggalkan mereka semua dan menarik Almira untuk pergi ke dalam kamar nya untuk membiarkan ke empat nya saling berbicara satu sama lain.
" Mas aku gak mau kalau papa ngambil fasilitas ku semua nya." Ucap sedih bintang
" Mas tau dek tapi itu udah jadi persyaratannya."Tutur Raka dengan lembut
" Hah persyaratan apa?" Tanya bintang yang bingung dengan maksud Raka
" Jadi kemarin kamu bertiga minta restu ke orang tua kamu dek awalnya papa kamu tidak mengijinkan namun beliau mengijinkan hubungan kita dengan syarat kita yang akan menanggung semua biaya hidup kamu termasuk semua biaya pendidikan kamu ." Tutur Raka
" Ya tuhan astaga mas kenapa kalian mau sih." Bintang pun nampak gusar dibuat nya
" Kita bertiga udah terlanjur cinta dan sayang sama kamu dek kita bakal ngelakuin apa pun demi kamu." Timpal agam sambil mengelus rambut halus bintang
Bintang pun yang dicintai secara brutal pun dibuat tersentuh dan terharu tentunya
" Aku gak tau mau bilang apa ke kalian mas." Ujar bintang dengan mata berkaca-kaca.
" Apa cuma itu aja syaratnya?" Tanya Bintang sekali lagi
" Udah gak ada lagi mungkin cuma mas aja yang dikasih waktu dalam seminggu ini untuk menceraikan istri mas dek cuma mas belum bisa soalnya kamu tau kan istri mas hamil mas rencananya nunggu lahiran tapi mas dikasih waktu seminggu ini." Tutur mas Agam
Bintang yang mendengar penuturan Agam dibuat Bingung juga tapi gimana pun dia juga gak tau harus berbuat apa
" Jangan dipikir entar mas bakal cari waktu yang tepat selama seminggu ini." Hibur Agam sambil mengelus pipi putih bintang.
" Ya udah deh mas aku pusing sekarang aku mau ke kamar kalian mau ikut apa pulang." Kata bintang
" Ikut kekamar." Jawab serentak ketiga nya
Sedangkan dikamar berbeda Yudha dan Almira pun sedang beradu kasih dengan penuh kenikmatan
" Ouchhhh sayang memek mu enak banget selalu sempit uchhhh...." Desis Yudha sambil terus menggenjot lubang milik istrinya
" Kontol kamu pa yang besar jadi bikin sempit." Almira dengan nafsu tinggi ikut menggoyangkan pinggulnya
Keduanya pun Terus melakukan beronde2 walaupun umur mereka sudah berkepala empat tetapi stamina keduanya nampak begitu besar layaknya anak muda
Disisi lain bintang dan ketiga pacaranya yang mendengar erangan pasangan suami-isteri tersebut dibuat diam tak bergeming
" Astaga yank orang tua kamu kaya nya ganas banget deh sampai kedengaran jelas." Ujar Arga
" Makanya anaknya juga ganas." Timpal agam
"Ganas-ganas gini juga lebih ganas an kalian yang gak cukup satu ronde." Sindir bintang
" Heheheh kan sama istri gapapa toh dek." Giliran mas Raka yang mensauti.
" Jadi.....minta ya ya ya biar gak kalah sama mereka berdua yank." Bintang yang mendengar ucapan Arga dan tatapan lapar Raka dan Agam pun dibuat bergedik ngeri.
Ketiga pria tampan tersebut yang melihat ekspresi wajah sang kekasih pun kemudian dengan cepat membuka kaos mereka masing-masing dan hup ya alhasil ketiganya mengeluarkan hasrat mereka secara bersamaan
" Hufttt nasip.....nasip dadi janda kudu sabar.koyo e aku kudu golek suami maneh deh." Guman oma sarla yang dibuat frustasi dengan tingkah anak dan cucunya tersebut
" Bektiiiiii......ayo bantu saya cari suami yang gagah." Teriak Oma sarla
KAMU SEDANG MEMBACA
Bintang Si Uke Binal ( End )
Fiksi RemajaKisah tentang pria manis Nan cantik bernama bintang abraha Kartanegara anak seorang pengusaha terkenal yang harus pindah ke kampung halamannya dikarenakan sang nenek yang merasa kesepian. Disisi lain kehadirannya di kampung sang nenek membuat para p...
