48 Arsenal putra Mahesa

2.5K 118 4
                                        

Bintang yang melihat ketiga suaminya yang duduk dihadapannya dibuat marah dan juga kesel atas keteledoran mereka dalam menjaga anak-anak nya.

" Bisa..bisa nya ya kalian biarin anak kalian pulang sendiri kalau mereka kenapa-kenapa dijalan gimana? Jaga anak aja gak becus semua.." omel bintang

" Aku minta maaf yank.." ujar Arga menunduk.

" Maaf...maaf... Dipikir ini lebaran..." Sinis bintang.

Ketiga bocil kembar yang melihat ayah,papi dan papanya kena marah kemudian menghampiri mereka dan duduk dipangkuan mereka masing-masing.

" Appa no boleh malah-malah Anti cepet tua ya kan yah..?" Ujar Xavier yang meminta persetujuan dari sang ayah.

Anjas yang memangku anaknya itu hanya diam tak menjawab karena ia takut jawabannya bikin sang istri makin marah.

" Marah..marah....ini juga kalian kalau mau pulang bilang sama ayah,sama papa sama papi jangan asal pergi gituu aja...kalau kalian diculik terus dijual gimana? Bandelnya itu loh gak ketulungan kalian bertiga.." sang anak yang balik dimarahin seketika langsung memeluk para papa mereka masing-masing karna takut ngelihat wajah bintang yang seperti singa.

" Sabar sayang sabar..." Bujuk Agam yang ada di samping bintang.

" Gak ada kata sabar dipikir aku Nikita Willy Dikit..dikit sabar..aku ini titisan Nikita Mirzani yang gak bisa lemah lembut" ketus bintang 

"Kasihan loh mereka nanti mentalnya terguncang kan masih anak-anak juga." Agam kemudian mengelus rambut bintang.

" Gak usah lebay pakai bilang mental health...mental health segala..disini mental ku yang lama-kelamaan terguncang karna kenakalan anak-anak mu.." sinis bintang yang langsung pergi begitu saja meninggalkan mereka semua.

Para bapak-bapak yang menyaksikan anaknya dimarahin hanya bisa diam tanpa ikut campur karna sejatinya mereka juga seringkali mendapat Omelan dari sang istri tercinta.

" Appa lok malah celem.." ujar Leon yang wajahnya ia sembunyikan di baju Arga dengan posisi dirinya memeluk sang papa.

" Kalian sih pulang gak bilang papa.." ucap Arga sambil mengelus pundak sang anak.

" Papa..ayah sama papi cibuk ngomong telus.." ungkap Leon 

Angkasa yang melihat ponakan nya dan para suami adiknya dibuat bertanya-tanya mengapa mereka semua seperti itu.

" Kalian kenapa...?" Tanya angkasa yang duduk disebelah Agam

" Appa malah om Abang dimalahin." Jawab Xavier.

" Iya appa lok malah kaya singa.." timpal Leon.

" Humm.." Aziel pun menganggukan tanda ia setuju dengan kedua adik kembarnya itu.

Angkasa pun seketika tertawa terbahak-bahak mendengar aduh an sang ponakan karna ia tau tabiat adiknya kalau marah..

Didalam kamar sendiri bintang yang sibuk memoles wajah nya dengan bedak dibuat merengutkan kening nya tak kalah mendengar suara tawa kakak nya.namun ia hanya abai dan melanjutkan kegiatannya kembali.

Secara look bintang masih tetap sama saja seperti lima tahun yang lalu hanya sedikit perubahan dibagian dadanya yang menonjol itu pun dikarenakan dulu ia harus menyusui anaknya.ketika berasa sudah cukup bintang pun langsung bergegas mengganti pakaiannya dan mengkuncir rambutnya nya.

" Mas Agam ayo antar aku ke pasar.." ujar bintang yang turun ke lantai dasar.

" Siapp laksanakan." Ujar Agam yang langsung lari ke kamar untuk berganti pakaian.

Bintang Si Uke Binal ( End )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang