Kehidupan terus bergulir seiring berjalannya waktu..banyak beberapa hal mengalami perubahan sehingga tercipta sebuah histori yang akan terus dikenang..sama halnya yang dirasakan oleh bintang sosok pria cantik tersebut nampak terus hidup sesuai dengan takdir yang sudah diciptakan kepada dirinya..
" Hufttt sayang appa kan udah bilang gak ya enggak.." omel bintang kepada bocah remaja yang sedang menunduk dihadapannya.
" Ini ada apa..?" Sosok pria matang yang memiliki paras rupawan bak sugar Daddy turun dari tangga lalu menghampiri sang istri yang terlihat sedang memarahi anaknya.
" Mas anak mu ini loh masa dia mau mendaki gunung melewati lembah.." aduh bintang
" Astaga itu benar nak..? Tanya sang Daddy sambil melihat sang anak bungsu nya.
" Bener Dad...Dad aku pengen jadi ninja Hatori boleh ya aku mendaki gunung sama temen aku.." ujar sang anak yang tak lain Leon.
" Nah denger kan ada gila...gila nya nih anak,semua anak pengen jadi Ultramen cuma dia doang yang mau jadi ninja Hatori.." seru bintang sambil menatap sang suami pertama nya yang tak lain mas Agam.
" Ihhh....appa kan aku gak bisa terbang makanya aku gak mau jadi Ultramen.." dengus Leon.
Agam sendiri tentu saja yang mengetahui akar dari permasalahan keduanya dibuat ketawa bukan main melihat istri dan anak bungsunya saling bertatapan dengan sengit.
" Kok kamu malah ketawa sih mas..." Kesal bintang
" Ya gimana mas gak ketawa kalian berdua aneh yang satu pengen jadi ninja Hatori yang satu pengen jadi Ultramen kenapa gak sekalian aja jadi hachi aja sekalian biar keliling dunia mencari sang ibu.." Agam lagi-lagi tidak bisa menahan ketawa nya yang membuat ibu dan anak itu mendengus kesal.
" Yuhuuu everybody Xavier yang tampan rupawan sudah pulang...loh Daddy sama appa gak kerja toh.." Xavier anak kedua mereka yang baru saja pulang dari sekolah nampak terlihat bersemangat sambil Menenteng paper bag.
" Nah muncul lagi kan biang keroknya.." ujar bintang melihat anak kedua nya yang cengengesan berjalan kearah nya.
" Appa kenapa nih kok kelihatan kesal gitu..?" Tanya Xavier sambil meletakkan paper bag nya lalu mencium pipi bintang.
" Gak ada apa-apa tumben kamu pulang jam segini biasanya kelayapan dulu.." kata bintang
" Aku lagi Gak mood main jadi pulang aja.." jawab Xavier.
" Vier kamu bawa apa itu..?" Tanya Leon penasaran..
" Oh ini...." Xavier pun langsung membuka paper bag nya dan mengeluarkan kardus lalu ia membuat kardus tersebut dihadapan mereka semua..
" Jreng jreng..." Xavier dengan muka semangat 45 memperlihatkan barang yang baru saja ia beli dari toko online.
Bintang, Agam yang melihat barang yang dibeli sang anak dibuat syok bukan main sedangkan Leon hanya melihat barang itu dengan tatapan bertanya-tanya.
" VIER ASTAGA KAMU KENAPA BELI ALAT BEGITU AN.....!!!" Bintang langsung dibuat marah bukan main lalu dengan reflek ia langsung menjewer telinga anak keduanya itu.
" Aduhhhh....appa sakitttt telinga vier...." Xavier berteriak kesakitan sambil mencoba melepaskan tangan bintang yang menjewer telinga kanannya.
" Xavier...!!" Agam yang menunjukkan wajah marahnya membuat anak kedua nya itu terdiam dan membiarkan appa nya menjewer telinga nya.
Leon sendiri yang masih penasaran memungut benda tersebut yang mirip seperti manusia namun versi mininya..
" Appa lihat ini ada memew nya..." Ucap polos Leon yang langsung membuat bintang menarik paksa benda tersebut dari tangan Leon.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bintang Si Uke Binal ( End )
Teen FictionKisah tentang pria manis Nan cantik bernama bintang abraha Kartanegara anak seorang pengusaha terkenal yang harus pindah ke kampung halamannya dikarenakan sang nenek yang merasa kesepian. Disisi lain kehadirannya di kampung sang nenek membuat para p...
