62. selamat idul Fitri

2K 64 10
                                        

Malam harinya aku yang berinisiatif membuat kue-kue ringan meminta bantu para suami ku tercinta yang dimana mereka semua sangat antusias sekali...

" Kakak sayang ini mau sampai kapan bulet-bulet in tangan ku sampai begah loh.." rengek Arsen.

" Ya itu kan adonannya masih banyak sen ya sampai habis loh..." Ujar ku sambil mengaduk adonan kue lapis.

" Astaga kenapa gak beli jadi aja sih nastarnya sih yank...' giliran Arga yang protes 

" Aku lagi ikut trend tiktok udah jangan ngeluh terus btw kasih selai nanas nya agak banyak dikit.." tutur ku.

Arsen dan Arga keduanya mau tidak mau harus menurut dan kembali membulat-bulat nastar yang belum jadi..

" Sayang ini gimana bikin nya aku gagal Mulu.." aku yang melihat mas Anjas dengan wajah cemberutnya dengan spontan aku meninggalkan adonan kue ku..

" Sini...sini lihat ya... sebelum kamu taruk di adonan kamu panasin cetakan nya di minyak panas habis itu baru kamu rendam tapi jangan sampai masuk nah kaya gini..." Ujar ku sambil memberikan contoh ke arah mas Anjas.

" Ohh jadi harus di taruk di minyak nya dulu oke..oke mas paham sekarang..." Ucap mas Anjas sambil mangguk-mangguk..

" Ya udah kalau gitu pelan-pelan aja mas bikinnya." Aku pun meletakkan cetakannya di atas minyak panas lalu melanjutkan tugas ku membuat kue lapis..

Aku yang melihat adonan kue lapis kedua ku sudah matang lalu dengan cepat langsung mengangkat nya dari oven lalu aku tuang lagi adonan ketiga diatas nya kembali..cara ini terus aku lakukan sampai adonan kek enam matang..

Aku yang tinggal menunggu adonan ke enamnya matang lalu melihat kearah mas Agam dan juga mas bima yang lagi sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk bakar-bakar nanti malam..

" Mas itu ayamnya ada berapa potong jadinya..?' tanya ku

" Lima puluh potong jadinya tadi tinggal aku bacem habis ini.." tutur mas Agam sambil meletakkan daging ayam yang sudah dipotong didalam panci besar..

" Dek ini nanti Bakarannya mau ditaruh dimana .?" Tanya mas bima..

" Diluar aja mas Deket gazebo itu loh nanti sekalian nanti sore bawa kipas biar gak capek ngipas-ngipas lagi..."Tutur ku 

" Ya sudah kalau gitu biar aku taruk dulu.." aku pun mengangguk lalu sedikit menyamping agar tidak menghalanginya langkah mas bima. 

Sedangkan mas Raka dan mas agung keduanya aku suruh untuk beli botol minum dan sekalian membeli petasan untuk bocil-bocil kesayangan ku yang sejak tadi pagi sudah merengek minta kembang api..

Aku yang ingat dengan kue lapis legit ku dengan cepat mengeceknya dan ketika aku lihat dari luar oven ternyata kue milik ku sudah matang aku pun dengan cekatan langsung mengangkat Kue lapis ku..

Karna kue lapis masih panas aku pun mendiamkan sejenak dan aku bergantian untuk memasukan kue nastar yang dibuat oleh Arsen dan juga Arga..

" Astaga Arsen mas Arga  ini bentuk apa nastarnya.." aku yang melihat ke loyang ketiga dibuat kesal campur ketawa ketika melihat bentuk nastar yang dibuat mereka tak beraturan..

" Ini bentuk tai ngambang di Empang kakak sayang.." ujar Arsen tanpa ada rasa berdosa sama sekali

" Kalau yang ini bentuk Pikachu karna kebanyakan tepung jadi agak lebar perut nya maaf ya.." giliran mas arga yang menjelaskan nastar buatan nya..

" Nah gini kan bagus yak lebih inovatif gak Boring bulet terus.." lanjut Arsen yang sambil meletakkan nastar yang belum jadi dengan bentuk wajah manusia diatas loyang 

Bintang Si Uke Binal ( End )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang