Tak terasa puasa sudah ingin berakhir aku yang sibuk membereskan rumah bersama para suami ku nampak terlihat antusias apa lagi ini adalah lebaran pertama ku bersama dengan mereka... walaupun kami semua non muslim tetapi kami semua sangat bertoleransi terhadap sesama agama..karna sejak kecil hal seperti itu sudah diterapkan dikeluarga kami..
" Mas Raka sama mas Anjas jangan lupa rumput ditaman di potong ya.."
" Terus mas Arga dinding nya dilap yang bersih.."
" Yank kamu gak gila kan ya kali dinding dilap yank emang tamunya kamu suruh ngerayap gitu.." protes mas arga..
" Udah deh nurut kenapa sih...oh ya mas Agam bantu aku nyapu ya dan mas agung minta tolong nanti daun-daun nya dilap juga ya biar warna hijaunya keluar menyala Abang ku.." lanjut ku memberikan tugas masing-masing kepada mereka semua.
" Maaf dek emang tumbuhan ngaruh ya di moment lebaran.." kata mas agung dengan hati-hati.
" Tentu saja biar bersih.." ucap ku singkat
Aku yang ingin masuk tiba-tiba melihat dua motor masuk kedalam rumah ku dibuat merengutkan keningku..
" Mereka lagi mereka lagi.." batin ku
" Yuhuuuii everybody Arsen si tampan datang.." teriak bocah SMA itu dengan semangat..
" Wah kebetulan nih kalian bertiga datang ayo bantu aku Arsen kamu lap gerbang ku ya dan Rizky kamu jaga anak-anak ku bisa kan kalau seno kamu mending bantu aku ngepel lantai dua.." seru ku
" Loh....loh...loh kak aku tamu loh masa..."
" Udah deh gak usah bantah nih ambil lap terus lap semua sampai bersih.." aku pun memotong perkataannya lalu memberikan lap untuk nya..
Arsen sendiri mau tak mau menerima dengan muka yang cemberut... Apa lagi mas Arga dan mas Anjas yang tertawa lepas melihat ekspresi Arsen yang menurut mereka lucu..
" Ayo sana di lap...kalian berdua ayo masuk bantu aku juga jangan malas-malasan mentang-mentang puasa.." aku pun menyuruh keduanya masuk kedalam rumah..
Semua orang yang sudah mendapatkan tugas masing-masing dengan gercep memulai pekerjaan mereka masing-masing.. aku yang sudah memegang sapu dengan lihai menyapu setiap sudut tempat jika bagian tidak terjangkau seperti di bawa sofa aku dengan kompak berkerjasama dengan mas Agam memindahkan sofa nya sedikit lalu aku yang menyapunya kembali hal seperti itu terus kami lakukan..
Aku yang sesekali melihat ke arah kamar anak-anak dibuat lega karna ketiga anak ku yang tidak rewel sama sekali apa lagi dengan kedatangan Rizky si brondong SMA yang menjaga mereka..
" Mas itu sawang kamu yang bersihin ya aku gak sampai.." ucap ku
" Iya...mending kamu bersihin yang Deket dapur biar mas bersihin sawang nya entar klau udah selesai tinggal disapu aja.." usul mas Agam yang membuat ku mengangguk..
Aku pun langsung menuju ke arah dapur hal pertama yang aku lakukan adalah mengelap semua kompor dan meja makan secara bergantian aku juga tak lupa membersihkan lemari penyimpan bumbu..
Berjam-jam lama nya kami semua bergotong royong membersihkan rumah besar milik kami..jika aku tau rasa capek nya seperti ini mungkin dulu aku meminta rumah kecil saja bayangkan rumah dengan lantai tiga seluas lapangan basket lebih besar dikit harus kita bersihin semua secara satu persatu...
Aku yang melihat jam menunjukkan pukul 14.00 memutuskan untuk istirahat sejenak di sofa..
" Yank nih minum dulu..." Mas Anjas menyodorkan air dingin kepada ku yang dimana membuat ku langsung menerima nya..
KAMU SEDANG MEMBACA
Bintang Si Uke Binal ( End )
Ficção AdolescenteKisah tentang pria manis Nan cantik bernama bintang abraha Kartanegara anak seorang pengusaha terkenal yang harus pindah ke kampung halamannya dikarenakan sang nenek yang merasa kesepian. Disisi lain kehadirannya di kampung sang nenek membuat para p...
