Selepas memadu kasih bersama mas bima Dengan refleks aku mengirim chat di grup keluarga karena diriku yang telat pulang agar mereka tidak panik mencari ku dan tak lupa aku juga menjelaskan bahwa aku bertemu dengan seseorang yang mereka kenal.
" Mas lepas dulu aku gak bisa nulis chat loh.." gerutu disaat tangan mas bima memeluk tubuh semakin erat.
" Maaf dek..." Ujarnya sambil tersenyum dan merenggangkan pelukannya.
Aku kemudian kembali mengirim pesan dan ketika selesai aku dibuat penasaran dengan wanita yang ada di apartemennya.
" Mas wanita tadi itu siapa? Kamu bilang istri..?" tanya ku
Mas bima sendiri kemudian terdiam sejenak dan menghela nafas sambil melihat ke wajah ku.
" Dia.....haistt" Mas bima kembali menghela nafas.
" Setahun yang lalu sebelum ibu mas meninggal beliau tiba-tiba meminta mas untuk menikah dengan anak temannya awalnya mas nolak tapi almarhum bilang bahwa itu permintaan terakhir nya yang membuat mas terpaksa menerima pernikahan itu tapi mas bersumpah selama setahun ini kami berdua tidak pernah berhubungan intim sama sekali.." tutur mas bima.
" Inalillahi wa innailaihi rojiun maaf ya mas bintang gak tau bintang turut berdukacita atas meninggalnya ibu nya mas bima.." aku pun mengucapkan belasungkawa kepada mas bisa sambil mengelus punggungnya
" Terimakasih banyak ya dek.." ucap mas bima sambil mengelus rambut ku.
" Oh ya mas tapi kenapa perut nya besar? Tanya ku penasaran ketika melihat wanita tadi yang terlihat seperti ibu hamil.
" Dia memang hamil ceritanya panjang intinya dia hamil karna mantannya yang gak terima ditinggal menikah sama dia dek pokoknya rumit hidup mas sekarang.." ujar mas bima.
" Udah sabar ya mas bintang doa in semoga hidup mas bima kedepannya bahagia terus mungkin saat ini tuhan kasih cobaan buat kamu mas.." aku mencoba memberikan wejangan terhadap mas bima yang diangguki oleh nya.
" Tapi mas pengen sama kamu...aku mau sama kamu dek.." tutur mas bima sambil memegang tangan ku.
Aduhh mampus aku harus jawab apa coba...ya tuhan coba an apa lagi ini masa aku buka Harem lagi sih.." batin ku
" Soal itu ehmmm gimana ya pusing mas aku mending ayo anter aku pulang dulu sekalian aku ingin kasih kejutan buat kamu pokoknya kamu pasti seneng deh.." ujar ku mengalihkan pembicaraan.
Mas bima hanya menghela nafas dan mengangguk.." ya sudah ayo mas antar pulang."
Sebelum mas bima mengantar ku pulang ia menyempatkan diri untuk ke kamar mandi sejenak dan langsung mengambil jaketnya.
Diperjalanan menuju parkiran mas bima selalu menggandeng tangan ku yang membuat jantung ku berdebar entah kenapa pria yang ada disamping ku ini terlihat sangat tampan.
Singkat cerita aku yang diantar oleh mas bima untuk pulang telah sampai dikediaman ku dan dengan bersemangat aku pun langsung menyuruh mas bima untuk masuk kedalam.
" Ayo mas masuk anggap rumah sendiri.." ujar ku seraya membuka pintu rumah ku yang sebar harapan bangsa.
" Rumah mu besar banget dek." Ujar mas bima dengan kagum.
" Ini mah masih kecil mas yang besar itu rumah orang tua ku oh ya mas aku kekamar dulu ya mau ganti baju kamu tunggu sini dulu.." tutur ku yang langsung berjalan ke arah tangga.
Mas bima sendiri hanya mengangguk dan menunggu disofa,pria tampan tersebut masih mengagumi rumah Bintang yang begitu besar namun hal tersebut terhenti ketika seorang wanita menyapanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bintang Si Uke Binal ( End )
Teen FictionKisah tentang pria manis Nan cantik bernama bintang abraha Kartanegara anak seorang pengusaha terkenal yang harus pindah ke kampung halamannya dikarenakan sang nenek yang merasa kesepian. Disisi lain kehadirannya di kampung sang nenek membuat para p...
