Aku yang sibuk membantu dokter senior dibuat kelimpungan bukan main namun walaupun begitu tetap aku yang harus profesional Melakukan semua dengan baik
Karna jam istirahat sudah dimulai aku dan keempat teman ku memutuskan untuk pergi ke kantin rumah sakit.
" Capek banget ya aku kira koas itu enak ternyata seperti ini rasanya.." keluh teman satu angkatan ku yang bernama Rizal.
" Kalau mau gak capek dirumah aja zal.." celetuk Faisal
" Bener tuh dirumah sambil main mobile legends..' lanjut Laras
Aku sendiri dan juga teman satu ku yang bernama Rian hanya bisa menyimak seraya menyuapkan nasi kedalam Mulut masing-masing.
Berhubung ini hari pertama kita semua koas kami berlima disuruh masuk dipagi hari secara bersama dan kedepannya tepatnya seminggu kemudian kita akan koas sesuai jadwal yang sudah ditentukan.
" Ehh bin gimana rasanya jadi istri dokter ganteng kaya dokter khafi?" Tanya Laras yang duduk disebelah ku.
Aku pun langsung menoleh ke arah Laras lalu berdiam sejenak.." rasanya biasa aja sih..
" Masa sih secara dokter khafi kan ganteng banget kek aktor China yang sering gue tonton pasti seru kan.." ujar Laras yang masih belum puas dengan Jawaban ku.
" Gimana ya sebenarnya biasa aja kok gak ada yang istimewa tapi sini...sini aku bisikin.." tutur ku
Laras pun langsung mendekatkan diri nya ke wajah ku dan aku mulai membisikkan sesuatu kepada nya..
" Anjirrr gila lu masa sih..." Teriak heboh Laras yang langsung dapat tatapan dari ketiga temen pria ku yang lain.
" Maaf..." Laras pun langsung merasa malu ketika dirinya menjadi bahan tontonan.
" Serius lu bin emang sebesar apa..?" Tanya Laras sambil berbisik-bisik.
" Besar banget pokoknya ada kali 20cm lebih.." ujar ku sambil ikut berbisik.
" Wih mantap sih itu bikin keleyengan kan.." ujar Laras yang langsung aku angguki.
" Kalian berdua bahas apa an ?" Tanya Rizal penasaran.
" Kepo lu ini urusan wanita dan juga perbotyan..." Tutur Laras
Rizal sendiri hanya mendengus kesal lalu lanjut memakan kembali nasi goreng nya.
Setelah istirahat selesai aku pun langsung kembali bertugas untuk mengecek kondisi pasien-pasien yang berada diruang inap dan ya akhirnya aku harus mengecek kondisi pasien remaja yang selalu saja menggoda ku.
" Tok..tok..tok...."
" Permisi.." tutur ku sembari membuka pintu kamar.
" Ehhh dokter ayo masuk...masuk maaf dokter tadi saya habis dari kamar mandi.." ujar ibu dari pasien yang ada didalam kamar tersebut
" Tidak apa kok buk.." ujar ku sambil tersenyum dan langsung berjalan ke arah ranjang.
Aku pun kemudian langsung mengecek kondisi remaja tersebut secara teliti dan juga mengecek infus dan lain-lain.
" Bagimana dok apa anak saya sudah membaik..?" Tanya sang ibu
" Puji syukur Bu anak ibu sudah tidak apa-apa hanya saja butuh istirahat saja mungkin dua hari anak ibu sudah diperbolehkan pulang.." ujar ku.
" Syukurlah kalau gitu oh ya dokter saya boleh titip jaga anak saya sebentar tidak saya mau beli makanan di kantin..." Ujar sang ibu yang membuat ku mau tidak mau mengiyakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bintang Si Uke Binal ( End )
Roman pour AdolescentsKisah tentang pria manis Nan cantik bernama bintang abraha Kartanegara anak seorang pengusaha terkenal yang harus pindah ke kampung halamannya dikarenakan sang nenek yang merasa kesepian. Disisi lain kehadirannya di kampung sang nenek membuat para p...
