BAGIAN 19

41K 2.7K 121
                                    

HAPPY READING!

Jangan lupa vote dan komen!❤️‍🔥

YANG BANYAKKK💋💋

Selamat bertemu dengan Fourich!🚩

========

BITTERSWEET RUINS
[ Bagian 19 | Rain & Drunk ]

Weekend sore ini, adalah weekend kedua Luina di mansion besar Zirga.

Di hari Sabtu yang mendung ini, Fourich terlihat menghabiskan waktu dengan bermain billiard yang terletak di lantai satu, di dekat kolam renang.

Luina yang sudah selesai mengerjakan semua tugas sekolah Fourich dengan jawaban asal-asalan—mulai bosan karena sedari tadi hanya dijadikan pajangan di antara mereka yang tampak senang memainkan bola warna-warni tersebut.

Sebenarnya Luina ingin ikut bergabung, tetapi dia tidak bisa bermain billiard—dan ponselnya juga disita oleh Zirga, dibawa ke saku lelaki itu.

Terkadang kesadar-dirian Luina adalah hal buruk. Karena perempuan itu pasti akan melawan rasa bosannya dengan inisiatifnya yang selalu diluar akal.

Terbukti, saat ini perempuan yang duduk tidak jauh dari Fourich itu, tampak menggeser duduknya supaya bisa melihat lebih dekat barang-barang milik Fourich yang ditinggalkan di atas meja.

Mata Luina berbinar melihat dua buah kotak rokok yang pernah ia lihat di tiktok memiliki bunyi 'cetek', jika pangkalnya ditekan.

Tanpa melihat kanan kiri, tangan kanan Luina meraih kotak tersebut dan membukanya. Mengeluarkan satu persatu batang rokok dari dalam sana, dan membawanya ke dekat telinga untuk ia tekan dan dengarkan bunyi ceteknya—lalu buang.

Mendengar kekehan senang dari arah belakang, Fourich tampak saling pandang. Mereka merasa aneh, karena perempuan yang biasanya merusuh itu, malah tertawa sendiri. Keempatnya kemudian menoleh untuk melihat ada hal buruk apalagi yang sedang gadis itu lakukan.

Dan saat itu juga, Regaska mendelik kaget.

"Anjing! Rokok gue!"

Luina spontan berdiri, lalu membuang rokok-rokok di tangannya ke sembarang tempat.

Regaska tampak tak percaya ketika melihat belasan batang rokok yang baru ia beli telah berceceran di atas meja dengan kondisi sudah pecah bola perasanya.

Sementara Alex, Ardanthe, dan Zirga tampak terkekeh geli melihat wajah panik Luina yang lucu.

"Sialan, lo bener-bener ya!"

Luina memberi cengiran kaku.

"Sini lo, sialan!"

Mendengar alarm berbahaya berbunyi, Luina spontan mendorong meja ke arah Regaska ketika laki-laki itu hampir meraih tubuhnya.

Brak! "Anjing!"

Luina berlari kabur meninggalkan Fourich yang tampak tercengang. Terdengar suara tawa dari gadis itu yang membuat Regaska makin kesal.

BITTERSWEET RUINSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang