Suara musik menggelegar memenuhi ballroom hotel saat Kayshiel datang menginjakkan kaki nya, semua orang menggunakan pakaian terbaik mereka hari ini.
Entah apa yang di rencanakan para panitia.
Mereka lebih memilih duduk di kursi yang sudah tersedia, memilih menyimpan energi mereka sementara dari para siswa-siswi angkatan mereka yang sibuk berjoget.
Salah satu pelayan hotel menawarkan beberapa makanan dan minuman pada mereka, yang di terima mereka dengan baik.
Kayshiel meneguk nya sedikit, kening nya mengkerut, rasa dari minuman itu malah strawberry.
“kok rasa minuman nya strawberry gini sih? Di kira bocah kali ya ga bisa minum-minuman keras” celetuk Tera yang di angguki Dela.
“tapi enak sih” kata Dela sambil menggoyangkan gelas miliknya.
Kayshiel hanya diam menatap orang-orang yang asik berjoget, semua nya terlihat sangat menikmati acara malam ini.
Suara MC sudah terdengar, mereka yang berjoget dan baru saja datang segera mengambil tempat duduk masing-masing.
“selamat malam untuk para ladies and gentleman, udah siap untuk melampiaskan kemumetan kalian selama ujian?” sontak saja terdengar suara riuh membalas ucapan MC itu.
“sebelum itu, mari kita ambil gelas di atas meja masing-masing untuk di angkat keatas bersama-sama” titah nya yang di ikuti mereka, sedangkan Dela yang sudah habis langsung di ledeki Tera.
Setelah itu si MC mengucapkan slogan sekolah mereka dan semuanya meminum secara bersamaan.
Setelah acara sambutan, akhirnya mereka memasuki permainan yang sudah di buat.
Beberapa orang terpilih untuk maju ke depan, salah satu nya Kayshiel yang awalnya menolak keras namun di paksa teman-temannya.
Wajah Kayshiel terlihat kesal saat teman-temannya bersorak memanggil nama nya, tak sengaja mata Kayshiel menemukan Kaiden dengan jas hitam nya tak lupa rambut pria itu yang terlihat di tata hingga menambah ketampanan cowo itu.
Apaan sih!
Saat asik meneliti pakaian cowo itu hingga ke wajah cowo itu, tak Kayshiel sadari ternyata cowo itu juga sedang menatap kearah nya.
Kayshiel memilih mengalihkan tatapan nya, tak sengaja mata nya melihat Jean yang berada di samping nya menatap gadis itu dengan dalam.
Kayshiel baru menyadari cowo itu ikut dalam permainan ini juga.
“nah kalau kalah, bisa pilih hukuman yang ada di sini ya, para peserta tidak boleh curang dengan peserta lain”
Mereka semua segera melakukan permainan itu, sorak sorai heboh memenuhi ruangan itu saat Jean harus menyodorkan tisu yang berada di mulut nya agar di robek mulut Kayshiel.
Kayshiel tadinya sudah hampir turun dari panggung saat permainan apa yang di maksud, namun ucapan Jean membuatnya berbalik dan mengikuti permainan.
“kalau lo turun, bakal menunjukkan kalau lo sebenarnya ga bisa berpaling dari cowo itu”
Kayshiel menarik ujung tisu di mulut Jean agar segera ia tarik, tetapi garis yang di tentukan di tisu itu malah robek akibat tarikan Kayshiel.
Sialan, game ga masuk akal.
Sontak saja semua nya ricuh saat Kayshiel kalah, beberapa ada yang menyoraki si MC saat melihat cewe itu di suruh memilih hukuman nya.
Di atas meja sudah ada beberapa kartu yang menunjukan gambar beserta penjelasan hukuman.
Di kartu pertama, terdapat satu gambar wanita yang terduduk tak berdaya dengan wajah sayu, tertera di bawah kartu bertuliskan Kejujuran.
Di kartu kedua, terdapat satu gambar laki-laki namun sedang berlari membawa satu kepala tengkorak, di bawah kartu bertuliskan Tantangan.
Di kartu-kartu selanjutnya lebih tidak menarik lagi, karena beberapa hal aneh malah tertulis di kartu itu, Kayshiel lebih memilih hukuman yang lebih aman untuknya.
Satu hukuman yang membawa nya ke hal yang lebih buruk.
/ <><> \
Jujur, sebenarnya agak sedih ya ngeliat vote nya jimplang banget dari yang baca.
Guys, cerita ini masih berkembang dan aku tau sebenarnya ga dapet feel cerita dari ini, cuma bisa kali untuk ngehargain penulis nya?
Tolong ya untuk vote secara gratis dan ga sampe ngeluarin uang kok untuk mengapresiasi karya orang lain.
learn to appreciate the small things🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
Kayshiel (END)
Teen Fiction"buka selalu mata kamu, sampai aku dikebumikan." Kayshiel begitu mencintai Kaiden, tunangan hasil perjodohan orang tua nya. Mereka tidak saling membenci atau bahkan berusaha untuk memutuskan perjodohan itu, keduanya saling mencintai. Namun, itu semu...
