Vote dulu sebelum membaca🤍
Kayshiel menunjuk satu kartu, dimana kartu tersebut menggambarkan satu wanita yang sedang meminum botol minuman dengan wajah menangis darah.
MC pun sontak berbicara lagi, menjelaskan kartu apa yang di pilih Kayshiel.
Satu gelas minuman datang, dengan warna minuman yang sama saat Kayshiel minum, Kayshiel mengira kalau minuman yang akan di minum nya adalah minuman yang sama.
Setelah meneguk habis cairan di dalam gelas itu, sontak saja tepuk tangan riuh melihat gadis itu yang begitu terlihat memukau saat gadis itu dengan cepat menghabiskan dalam cepat.
Kayshiel menahan rasa aneh pada minuman yang baru saja ia minum.
Anehnya, minuman tadi tidak sama dengan minuman sebelumnya.
Gadis itu dengan segera memperbaiki sikapnya agar tidak di ketahui orang lain, ia pun turun setelah sang MC memberikan hadiah yang sama untuk nya dan para peserta lain.
Kayshiel langsung duduk di kursinya, teman-temannya langsung saja menyoraki gadis itu, sedangkan Kayshiel hanya mampu tersenyum tipis saat kepala nya di rasa semakin pusing.
Ia yakin para panitia itu memberikan ia Wine hingga kepalanya pusing seperti ini, entah berapa dosis yang di berikan hingga Kayshiel yang beberapa kali mabuk pun sampai merasakan sakit kepala dalam waktu cepat.
Suara DJ sudah mulai menyambut mereka hingga semua orang memilih untuk berjoget ria melepaskan semua kepenatan mereka.
Kayshiel memilih untuk ke WC dan Tera dengan sigap ingin menemani nya, namun Kayshiel menolak karena ia ingin sendiri.
Ia pun berusaha menerobos orang-orang yang sibuk berjoget, seseorang yang sedaritadi mengamati nya pun memilih mengikuti gadis itu diam-diam.
Di WC, gadis itu berusaha untuk menyegarkan mata nya walaupun make up-nya harus terhapus, ia dengan segera berdiri tegak seolah-olah baik-baik saja saat ada orang yang masuk.
Alisnya terangkat sebelah saat melihat Amora datang menghampiri nya, senyum gadis itu terlihat sambil meneliti dari atas sampai bawah pada Kayshiel.
Amora benar-benar iri saat semua yang di impikan nya berada di tubuh gadis itu, semua yang ia impikan dan berharap mendapatkan semua nya ternyata di kenakan seluruhnya oleh Kayshiel, cewe yang ia benci.
Benar-benar gadis sialan.
Kayshiel berusaha untuk tetap menyadarkan dirinya dari efek alkohol yang semakin berefek pada tubuhnya.
“apa?” tanya Kayshiel dengan wajah yang tenang.
“dasar cewe ga tau diri, seharusnya semua yang kamu pake itu jadi milik aku!” cecar Amora dengan emosi yang di tahan, apalagi saat melihat dress yang sangat di impikan nya dari lama malah di pakai Kayshiel.
Wajah Kayshiel kebingungan namun tak lama senyumnya terukir sinis saat mengerti yang di maksud gadis itu.
“hei, kalo ga mampu ga usah nyalahin orang, salahin takdir lo yang menyedihkan itu” balas Kayshiel dengan tatapan kasihan menyoroti dari atas sampai bawah.
Amora mengepalkan tangan nya kuat saat mendengar perkataan Kayshiel, hati nya tersentil saat ucapan gadis itu mengenai sasaran.
Amora mendorong bahu Kayshiel sambil berkata dengan raut wajah kasihan, “kamu itu cewe bodoh yang beruntung ketemu pacar aku! Selama ini dia pacarin kamu karna kamu ga dapet kasih sayang dari siapa pun! Kamu itu bodoh, menyedihkan, ga berguna, murahan!” maki nya dengan terus mendorong tubuh Kayshiel.
Sedangkan Kayshiel hanya diam dengan sorot mata menatap tajam pada Amora, tangan nya terkepal kuat hingga jari-jarinya nya menusuk kulitnya sendiri.
“setidaknya hidup gue lebih beruntung dari kehidupan lo, hidup lontang-lantung jadi pengemis, jadi wanita bayaran dan ga punya keluarga, setidaknya gue punya orang tua dan kakak yang selalu di samping gue” kini Kayshiel yang membalas mendorong kepala gadis itu.
“lo cuma punya pacar yang siap buat buang lo kapan aja!” ujarnya mampu membuat Amora seketika terdiam dengan emosi yang mulai meledak.
“jangan berbangga diri karena udah bisa ngerebut punya orang lain, ingat, gue yang kaya aja bisa di gantikan cowo itu, apalagi lo,”
“cewe miskin banyak tingkah.”
Skakmat.
Amora tak mampu lagi membalas perkataan gadis itu, terlebih saat teman nya yang menjaga di luar segera menginterupsi karena kedatangan orang lain yang ingin masuk WC.
Dengan tangan terkepal kuat, Amora hanya bisa menahan emosi nya sambil keluar dari WC, menerima semua hal memalukan yang di lemparkan Kayshiel tepat di muka nya, padahal niat gadis itu tadi nya membuat Kayshiel terpuruk akibat ucapan nya, tapi ternyata tak semudah itu.
Amora yakin, akan ada waktu dimana ia bisa membalas semua perbuatan gadis itu pada nya.
Di lain sisi, Kayshiel yang sudah memastikan orang yang masuk WC itu keluar, akhirnya menumpahkan semua muntahan yang sedaritadi ia tahan.
Entah bau bangkai dari mulut Amora atau akibat minuman wine tadi.
Untung nya WC hotel ini memiliki parfum ruangan, ia tak bisa membayangkan apabila bau tidak sedap menambah rasa mual nya.
Dengan kepala yang sudah sangat pusing, pandangan nya mulai buram, Kayshiel berusaha menahan tubuhnya yang tak mampu ia topang.
Sebuah tangan menahan tubuhnya yang ambruk, sedikit saja terlambat sudah dapat dipastikan tubuhnya akan mencium lantai WC, mata nya tidak bisa memastikan dengan jelas siapa pria itu.
Dengan sigap pria itu mengangkat tubuh Kayshiel dengan bridal style, samar-samar Kayshiel masih dapat melihat dari bawah wajah cowo itu.
“hm, Kaiden?” racau Kayshiel memastikan apakah benar cowo itu, namun alih-alih menjawab, cowo itu hanya tersenyum lalu mengecup kedua bola mata Kayshiel agar terpejam.
Tapi, sepertinya bukan, Kaiden tidak mungkin dengan sukarela menolong dirinya, apalagi sampai mengecup dirinya seperti sebelum hubungan mereka berakhir.
Kayshiel tak mampu lagi menahan kesadaran nya, ia dengan segera tak sadarkan diri di gendongan pria itu, padahal ia belum sempat untuk menonjok kedua mata cowo itu yang dengan lancang nya mencium mata nya.
“dasar panitia sialan!” caci pria itu saat melihat Kayshiel yang sudah tak sadarkan diri.
Memasuki kamar hotel yang baru saja ia pesan dan mengunci kamarnya.
Sedangkan satu cowo yang mengikuti Kayshiel dari gadis itu di WC sampai berada di gendongan pria itu, hanya bisa mengepalkan tangan nya kuat akibat terlambat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kayshiel (END)
Dla nastolatków"buka selalu mata kamu, sampai aku dikebumikan." Kayshiel begitu mencintai Kaiden, tunangan hasil perjodohan orang tua nya. Mereka tidak saling membenci atau bahkan berusaha untuk memutuskan perjodohan itu, keduanya saling mencintai. Namun, itu semu...
