Hidup keras di kota besar membuat gengsi Yovita ingin selalu punya segalanya. Masa bodoh jadi benalu dalam hubungan gelap yang ia jalin dengan pria yang jauh lebih matang usianya yang menting pria itu mapan dan bisa memenuhi gengsi keinginan yang ti...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini kok agak lama sih sekarang nyampe targetnya, ya udah karna sekarang udah nyampe target jadi ayooo
30+ VOTE 30+ COMMENT
°°° 🔞MATURE CONTENT🔞
°°°
"Apa kamu bener-bener sayang sama Jere?"
Ketika pertanyaan itu terlontar dari mulut Sandi, Yovita hanya bisa menatap kaget dengan bola matanya yang membesar — tak mengira Sandi akan bertanya hal itu di saat mereka baru membuka mata kala sang surya menyapa. Bagi Yovita, ini merupakan pertanyaan yang menjebak.
Maju kena, mundur kena. Apapun yang akan Yovita lontarkan dari mulutnya akan berisiko semua. Dijawab ia tulus sayang pada Jeremy takut Sandi marah, mau bilang tak sayang pun Sandi adalah ayah dari Jeremy. Pada akhirnya nanti ini berdampak pada reputasinya.
"Aduuh... kok Om nanya kayak gitu sih ke aku?"
Nada manja Yovita sedang berusaha mengalihkan perhatian Satya dari pertanyaan itu. Sengaja Yovita keluarkan gelagat centil dan menggodanya, mengelus dada bidang Sandi yang tak terhalang apapun, melempar senyum miring yang mengajak Sandi terbuai dengan gaya seduktifnya.
"Ooh... dadanya Om keras banget ya ternyata, kok bisa sih Om udah umur 40-an masih seseger ini badannya?"
Sebelah alis Sandi terangkat, Yovita pikir Sandi gampang untuk dialihkan perhatiannya. Ditepis lentik jemari Yovita yang betah mengelusi dada bidang Sandi yang terbuka bebas tanpa penghalang. "Saya tahu kamu lagi nyoba ngalihin perhatian saya, iya kan?" Sandi tahu ia memang lemah jika sudah Yovita goda seperti ini, tetapi kali ini - Sandi mencoba menguatkan diri untuk tidak semudah itu untuk terbuai pada rayuan nakal si ani-ani kelas kakap ini.
"Coba aja kalau kamu bisa, Vita!" Tantang Sandi, sarkas.
"Yang jelas... kalau memang kamu belum bisa jawab pertanyaan saya, saya harap kamu tetap waspada ya..."
Waspada? Dahi Yovita mengkerut, cukup merasa bingung mempertanyakan apa hubungan ketulusannya mencintai Jeremy dengan wanti-wanti dari Sandi yang memintanya untuk berhati-hati.
"Waspada kenapa emang, Om?"
Sandi tak menjawab, hanya tersenyum entah berarti apa yang sebenernya harus Yovita waspadai. "Oooom...." Rengek Yovita menepuk dada bidang Sandi. "Jawab Vita dong, emang apa yang harus Vita waspadain, Om?"