7. TANDU
Hari berjalan seperti biasa, dan seorang Rhaquella Zamora menjalankan aktivitas di sekolah dengan sangat sukarela dan sedikit berat hati.
Menyandang status anggota PMR membuat Mora sedikit menyesal karena ia harus berjaga UKS disaat teman-temannya melakukan KBM dan bersenang-senang didalam kelas.
Keadaan UKS yang sedikit ramai oleh pengunjung, mulai dari meminta obat atau hanya sekedar menumpang istirahat membuat Mora kewalahan sendiri.
"Tumben banget ini UKS rame pas gue jaga," gerutu Mora sembari membuka-buka buku daftar pasien.
"Biasanya pada nggak mau dateng kalo gue yang jaga," lanjut Mora yang masih memandangi buku tersebut sembari mengetukan pena yang ia pegang ke meja jaga.
Memang semenjak Mora menjadi anggota PMR ia langsung tersorot dan mendapat julukan PMR ter-jutek, ter-sadis dan ter-cantik.
"Ah iya, kira-kira Dhea sama Arsen ada hubungan apaan deh? Kok gue makin kepo sama mereka berdua?" gumam Mora menggigit penanya sembari berfikir sangat keras.
"Belum juga mulai, Ra. Udah kecuri start aja."
"Emang takdir lo nggak boleh cinta-cintaan deh, Ra! Mending lo fokus kelas dua belas yang sangat menyebalkan ini," Mora dengan nada memelas.
Jam masih menunjukkan pukul 10:00 yang artinya masih tersisa 2 jam lagi untuk menyelesaikan jaganya.
Keadaan Mora sekarang sungguh memprihatinkan dengan bola mata yang memerah karena menahan kantuk. Ia sudah sangat bosan men-scroll ponselnya dan memilih meletakkan kepalanya diatas meja.
Brak!
"Ra, boleh minjem tandu?" ucap Arsen membuka pintu UKS dengan tergesa-gesa.
Mora yang tengah bersantai dikursi tempat jaga, kaget melihat Arsen masuk UKS.
"H-hah!?" kaget Mora.
"Tandu?" beo Mora dan diberi anggukan kecil oleh Arsen.
Sebaliknya, memandangi wajah Mora yang seperti orang kebingungan membuat Arsen merasa gemas sekali.
"Oh! Ambil aja," ujar Mora menganggukan kepalanya untuk menutupi rasa gugupnya, seketika itu Arsen meninggalkan Mora untuk mengambil tandu.
Mora terduduk dikursi sembari menyentuh jantungnya yang berdetak tidak normal.
"Bangsat! Hattala Arsen nggak baik buat jantung."
"Thanks, Ra!" ucap Arsen dengan menunjukan tandu yang berada di tangannya.
"Btw, siapa yang mau ditandu?" tanya Mora.
"Itu ada yang terkilir kakinya pas main bola, gue duluan, Ra!" jawab Arsen dan berjalan meninggalkan Mora dengan tergesa-gesa.
●
Ditengah lapangan, Arsen tengah membopong salah satu teman dekatnya yaitu Jendra. Iya, kaki Jendra terkilir saat bermain sepak bola dan sekarang sedikit membengkak.
"Pake tandu, Sen!" ucap Dirga dan diberi anggukan oleh Arsen.
"Nggak usah, anjir! Malu-maluin gue aja," tolak Jendra dengan mentah-mentah walaupun ia tengah menahan rasa sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
RHAQUELLA
Novela Juvenil[FOLLOW SEBELUM MEMBACA, SEBAGIAN PART DIPRIVAT📌] Perempuan yang diam-diam menaruh rasa pada laki-laki satu ekstrakurikuler dengan dirinya. #1 uks (24/04/25)
