Berjalannya Waktu

594 45 82
                                        

Mina dan Jaehyun pegangan tangan kayak lagi pengumuman Miss Universe, mereka lagi menunggu hasil testpack yang Mina tes pagi hari ini karena Mina udah terlambat seminggu belum lagi mual-mual terus.

"Udah lima belas menit lho," kata Jaehyun, Mina menghela nafasnya berat.

"Aku takut kecewain kamu lagi," ujar Mina— mode waras. Jaehyun pun senyum, lalu peluk dan kecup pipi istrinya.

"Kamu juga harusnya kecewa sama aku kalo gitu, sayang. Dengerin ya—" Mina tatap suaminya itu.

"Kan kita yang bikin berdua, kalo misal emang gak jadi terus ya bukan salah kamu. Aku juga ikut kontribusi, mungkin emang akunya yang lagi gak bagus." Ucap Jaehyun, Mina ngangguk pelan-pelan, berusaha paham.

Ketakutan Mina ini gak salah.

Karena, kalau sepasang suami istri gak kunjung dikaruniai anak, pasti sasaran utamanya adalah perempuan. Perempuan yang ditanya-tanya, dituduh gak bisa punya anak, bahkan dicap gak bisa layanin suaminya dengan baik.

Dipikir perempuan ngadon bayi sendiri kali ya, padahal kan yang laki-laki turut andil. Mana biasanya nurunin genetik paling banyak, tapi nanti kalau anaknya gak sesuai harapan, yang dicap macem-macem pasti ibunya.

Pft, capek banget ya hidup ditengah-tengah P A T R I A R K I.

Semoga yang baca apalagi perempuan nanti, kelak kalau punya pasangan yang baik dan sehat pikirannya, termasuk dijauhkan dari segala sesuatu berbau patriarki.

Balik ke Mina dan Jaehyun, akhirnya mereka balik testpack diatas wastafel, lalu saling merem sebelum akhirnya Mina teriak kaget.

"AKU HAMIIIIIL!" teriak Mina bahagia, Jaehyun yang liat ke arah testpack ditangan Mina itu juga gak kalah bahagia.

Garis dua yang jelas banget tanpa samar-samar. Jaehyun hampir nangis kalau aja Mina gak lompat ke pelukannya, Jaehyun langsung meluk dan ciumin istrinya itu.

"Aku seneng banget, Mina.. akhirnya.." kata Jaehyun, dia nangis dipelukan Mina. Mina juga jadi terharu dan sedih, nangis mereka berdua barengan.

Pagi hari itu jadi pagi yang paling membahagiakan bagi Mina dan Jaehyun, Jaehyun janji bakalan jagain Mina lebih ekstra biar gak terulang lagi keguguran Mina kayak waktu itu.

"Gak sia-sia waktu itu bikinnya sampe kamu pingsan," kata Jaehyun yang langsung dipukul lengannya sama Mina.

"Ini bukan yang waktu aku sampe pingsan, tapi kayaknya yang waktu—" Mina mikir-mikir, menyesuaikan sama terakhir dia datang bulan.

"Ini waktu di dapur itu loh," sambung Mina, Jaehyun ketawa dan meluk Mina.

"Ntar anak kita namainnya bumbu dapur atau alat dapur aja ya?" Mina langsung lepas pelukan suaminya dan cubit Jaehyun pelan.

"Yang bener aja! Masa nanti namanya Jahe sama Teflon!" Jaehyun ketawa, Mina juga ketawa.

**

Jiho baru aja mau keluarin mobil dari garasinya. Tapi dia langsung berhenti dan senyum begitu liat yang turun dari sepeda didepan rumahnya, Jiho langsung turun dan nyamperin.

"Pagi," kata Mingyu.

"Pagi juga, ada apa Gyu? Baru aja aku mau berangkat." ucap Jiho, Mingyu langsung ketawa sedikit salting dan nyodorin sebuah tas bekal berwarna biru.

"Ini aku abis bikin makanan baru buat menu di resto, kamu mau coba gak?" Jiho tanpa ragu langsung ngambil tas itu.

Teringat bahwa dulu selagi dia berumah tangga sama June, gak pernah mantan suaminya itu masakin Jiho bekal meskipun tuh laki diem di rumah. Kadang bahkan Jiho yang masak juga buat makan dia. Kalau dipikir-pikir, kacau juga dia dulu mau sama June.

Nikah ; 97 lineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang