Jangan lupa vote
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Typo babe
🕊️LRTGH🕊️
◌⑅⃝●♡⋆♡Happy reading♡⋆♡●⑅⃝◌
Jisoo, Lisa, dan rose masih setia menemani Jennie yang masih memejamkan matanya itu. Sesekali jisoo berbicara pada tubuh yang sedang terbaring itu, meski ia tahu tidak akan ada jawaban dari sang empu.
Jisoo duduk di sebelah kanan ranjang pasien, sedangkan Lisa dan juga Rose' di sebelah kiri ranjang pasien. Mereka memandang wajah yang masih setia menutup mata itu, berbicara dengan pikirannya masing-masing.
"Kenapa harus nini yang merasakan semua ini?" monolog lisa.
"Semesta memang selalu jahat kepada orang baik, haruskah kamu jadi orang jahat J?" monolog jisoo.
"Eonnie, bolehkah aku marah kepada semesta, Karna sudah menyakiti Kaka kesayangan ku?" monolog rose.
Hidup itu memang tidak ada yang tahu, kapan waktu merenggut nyawa seseorang yang sangat kita sayangi. Kita tidak tahu akan takdir, dan waktu yang terus berjalan sampai kita mati. No, meski kita mati, tapi dunia dan waktu terus berputar. mampukah kita menerima ini semua? Bisakah kita sekuat yang di harapkan sang ibu? Bisakah kita hidup tanpa ibu? Bisakah?
Tanpa ibu, kita bisa apa?
Saya katakan, saya tidak bisa tanpa ibu. Meski saya banyak berantem nya sama ibu, tetapi bagaimana pun beliau tetaplah ibu saya, tetaplah seseorang yang rela menahan sakitnya melahirkan demi saya agar bisa melihat dunia. Tapi, ibu pasti merasa bersalah ketika ia menghadirkan dunia yang menghancurkan tiap bait kehidupan saya, pandangan orang pastinya berbeda-beda soal ibu, tapi pandangan saya ya seperti yang saya ketik di atas.
Dan, ternyata yang membuat hidup anak jadi menyakitkan, adalah sumpah serapah nya ketika marah, ucapan dan pukulan nya yang membuat kita jadi terluka.
Oke, cukup bahas soal ibu nya.. sekarang kita fokus sama alur cerita ini.
======
=======
Di tengah malam yang sunyi, ketika kegelapan menyelimuti segala sesuatu, ia perlahan tersadar dari pingsannya. Dunia di sekitarnya terasa seperti kabut tebal, membingungkan dan tidak jelas. Awalnya, hanya ada kegelapan, seolah-olah ia masih terjebak dalam mimpi tanpa akhir. Namun, seiring waktu, kesadarannya mulai merangkak naik, seperti cahaya lilin yang perlahan menyala di ruangan yang gelap gulita.
Matanya mencoba menyesuaikan diri dengan sekitarnya, hanya untuk melihat bayangan samar yang bergerak di sekitar. Ada suara monitor jantung yang terdengar begitu keras di keheningan malam, seakan-akan waktu berjalan lebih lambat dari biasanya. Ia bisa merasakan dinginnya tangan seseorang yang menyentuh kulit tanganya, dan sedikit rasa pusing yang membayang di kepalanya.
Segala sesuatu terasa aneh dan tidak nyata, seperti ia terbangun di dunia yang berbeda. Butuh beberapa saat baginya untuk mengingat apa yang terjadi sebelum semuanya menjadi gelap. Saat ingatan mulai kembali, rasa takut dan kebingungan muncul, dan sekarang, ia harus mencari tahu di mana sosok perempuan yang sangat ia cintai berada, dan apa yang telah terjadi di sekelilingnya.
"Unnie?" Sebuah suara mengalun lembut tepat di telinganya.
Jennie mengalihkan netranya ke arah sumber suara tadi, dengan gerakan bibir nya yang ingin mengatakan sesuatu, lantas yang memanggil itu pun mendekat kan wajahnya ke wajah Jennie, untuk bisa mendengar apa yang di ucapkan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LONG ROAD TO GO HOME
Acak"Aku ingin pulang mom, hidup ini terlalu sulit untuk di jalani, aku butuh rumah untuk singgah dan mengeluh kesah..." -Jennie- Long road to go home (jalan panjang menuju pulang). Menceritakan setiap perjalanan hidup seorang gadis cantik yang hidupnya...
