"kalian jahat"

175 31 0
                                        

Jangan lupa vote ya♥️

Typo babe
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading!!

Seorang gadis tengah duduk sendirian di sebuah taman, cukup ramai Karna memang menjelang sore adalah hal yang paling menyenangkan bila pergi bermain di taman. Hanya untuk sekedar berlari-larian, piknik keluarga seperti lesehan, dan duduk santai di bangku taman seperti yang di lakukan Jennie saat ini.

Gadis itu sibuk memperhatikan orang yang berlalu lalang di taman itu, ia sesekali tertawa kala melihat hal lucu di hadapannya terjadi. Ia berinisiatif untuk membeli es krim kala melihat seorang anak kecil yang merengek pada ibunya untuk di belikan es krim. Jennie menghampiri gadis kecil itu, dan menyapanya.

"Hai" sapanya pada gadis kecil itu. Anak gadis itu melihat ke arah Jennie yang sedang berjongkok untuk menyamai tinggi badannya, ibunya mengerenyit bingung, siapa pikirnya?

Jennie berdiri dari jongkok nya dan menyapa sang ibu dari anak itu.

"Bu saya boleh bawa anaknya untuk membeli es krim?"

"Tenang saja Bu, saya kim Jennie. saya bukan orang jahat" Jennie mengulurkan tangannya untuk menyapa sang ibu dari anak kecil itu, lantas si ibu itu langsung menautkan tanganya pada tangan jennie.

"Saya Lee Seung min, senang bertemu dengan nona kim"

"Kalau begitu saya boleh pinjem anaknya sebentar buat di ajak beli es krim?" Tanya Jennie dengan penuh harap.

"Tentu saja boleh, sepertinya saya tidak asing dengan nona Jennie ini?"

"Ah mungkin ibu salah lihat, kalo begitu saya permisi izin ajak anaknya pergi ya" pamit Jennie membawa si gadis kecil itu, dan si ibu mengangguk meng iyakan perkataan Jennie.

======

"Adik namanya siapa?" Tanya Jennie yang kini sedang memesan es krim untuk dirinya dan untuk si gadis kecil tersebut, tentunya di bayarkan oleh Jennie.

"Nama aku Lee muji eonni" jawab gadis kecil itu tersenyum imut, dan membuat Jennie mengusap kepala dan mencubit kecil hidung si gadis kecil tersebut.

"Iih lucunyaaaa" gemasnya.

"Ini es krim nya, biar eonnie yang bayar ya" anak kecil itu mengangguk, menandakan bahwa ia setuju dengan ucapan jennie.

Mereka berdua menghampiri orang tua si gadis kecil itu. Ya, namanya adalah nyonya Lee Seung min.

"Eomaa!!!" Gadis itu berlari menghampiri sang ibu lalu memeluknya dan berkata, "eomma, Jennie eonnie beliin muji es klim"

Lantas sang ibu tersenyum gemas dan mengusak kepala si gadis kecil itu, ia melihat ke arah Jennie yang sedang melihat interaksi mereka.
Nampak Jennie tersenyum melihat interaksi itu.

"Nona kim, terima kasih. Saya akan ganti uangnya ya" lantas Jennie menolaknya dengan halus saat melihat Bu Lee membuka dompet nya.

"Oh tidak Bu Lee, terima kasih. Saya ikhlas membelikan es krim kepada nona Lee" tolak Jennie lalu tersenyum ke anak gadis kecil itu dan ke ibunya.

"Saya mengajak nona Lee karna saya juga ingin membeli es krim Bu" ibu itu lantas mengangguk dan berterimakasih kepada Jennie yang telah membelikan es krim kepada anaknya.

==========

Jam telah menunjukkan pukul 16.30
Itu sudah cukup sore, tetapi Jennie masih saja terduduk sendiri di bangku taman, yang berwarna putih.

Ia termangu sendiri, berlayang layang bersama pikiran nya yang jauh di sana. Dia memang sering melakukan hal itu ketika hari libur, apalagi saat saat ibu dan ayahnya pergi ke luar kota. Jisoo, Lisa, rose? Mereka tidak terlalu sering bermain bersama, dan ada kalanya mereka juga butuh waktu untuk diri sendiri, seperti yang di lakukan oleh wanita cantik yang tengah terduduk di bangku taman itu.

Setelah beberapa jam berlalu di taman itu, Jennie memutuskan untuk pulang. Sudah sangat sore dia di taman itu, ia bergegas menuju ke arah mobil nya dan mendapati seorang pria yang sedang kesusahan. Pasti mobilnya bermasalah nih.

Jennie menghampiri pria tersebut dan berkata "kenapa mobilnya mas?"

Pria itu lantas menengok ke arah Jennie yang tengah berdiri di sampingnya, ia kaget.

"Loh Jennie?"

"Liam?"

=======

Jennie telah sampai di kediamannya, ia membuka pintu rumahnya. Saat memasuki ruang tengah, ia mendapati ibu dan ayahnya sudah berada di rumah, tumben sekali.

Saat Jennie akan mendekat ke arah mereka, ternyata keduanya sedang beradu mulut.

"Kamu punya simpanan!!??"

"Bahkan kamu sudah punya anak dari wanita simpanan kamu mas!!!"

"Apa apaan sih kamu!! Nuduh sembarangan!! Ada bukti nggak!!??"

Teriakan keduanya itu mampu menyayat hati rapuh Jennie, ia tidak tau harus berbuat apa? Membantu, iya? Tapi membela siapa?

Hey ayolah anak mana yang gak sakit hati melihat kedua ortunya berdebat seperti ini? Apalagi tadi ia mendengar ayahnya selingkuh dan sudah memiliki anak katanya?

Keduanya masih sibuk berdebat, Jennie mulai mendekat ke arah keduanya. Jennie spontan berlari ke arah mereka saat...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

PLAK!!!

Suara tamparan keras itu mendarat di pipi milik Jennie, Jennie termangu sembari menunduk dan memegangi pipinya yang terasa amat nyeri itu. Yap, Jennie berlari saat melihat ayahnya melayang kan tangan ke atas menandakan bahwa ayahnya akan menampar ibunya.

"S-sayang?" Kaget hyojoo saat melihat Putri satu satunya itu berdiri di hadapan nya dengan membelakangi dirinya.

"K-kamu gak papa?" Tanya nya khawatir, sungguh dia tidak berpikir bahwa yang kena adalah putrinya, dia tidak tau ternyata putrinya menonton adu argument ia dan suaminya.

Ayahnya? Jelas, ia juga kaget. Hey dia sudah menyakiti princessnya. dia benar benar di luar dugaan akan menampar istrinya, Jennie pasti akan kecewa jika mengetahui ayahnya bermain tangan saat marah seperti ini.

"S-sayang maafin daddy" tanya nya yang kini memegang pundak putrinya itu, Jennie menepis tangan ayahnya dan berkata "aku mau ke kamar" itu yang Jennie ucapkan dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan dua sosok yang di baluti rasa bersalah saat ini.

=======

Jennie menutup pintu kamarnya dan langsung meluruh begitu saja ke lantai, ia menangis dengan membekam mulutnya sendiri agar suara tangisnya tak terdengar ke luar kamar. Ia memukuli dadanya berkali kali guna menghilangkan rasa sesak yang kini menghampirinya, namun nihil, rasa sesak itu makin menjadi jadi. Ia tidak tau harus bagaimana lagi menghadapi hidupnya ini, ia Sekarang sibuk menangis, mengutarakan perasaannya.

"K-kalian jahat" ucap Jennie sambari sesegukan, malam ini biarkan ia menangis sejadi jadinya, biarkan ia melepaskan segala kesesakan yang ada, melampiaskan segalanya yang selama ini di pendamnya.

================================

Hai gusy, terimakasih sudah mau baca cerita ini... Maaf baru up hehe, author lagi PAT nieh, doain semoga nilainya bagus dan naik kelas ya!

Jangan lupa vote ya manteman, terima kasih sekali lagi udah mau baca.

Lovyuuu doling doling deh buat kalian para reader-nim

Maaf ya masih garing ceritanya hehe, ini lagi author usahakan bentar lagi mau mulai konflik nya. Tunggu per part-nya aja ya!

Makasih banyak ya!!!!

Kata kata hari ini? Eumm apa ya?

Ini deh

"Sekeras apapun kamu berusaha, banyak hal yang menentang keras keinginanmu. Tetapi tetap saja, kamu tidak boleh menyerah begitu saja."

-S.H

Terimakasih
"LONG ROAD TO GO HOME"
Karya: Sherinajanee

LONG ROAD TO GO HOME Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang