Jangan lupa vote♥️
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Typo babe
◌⑅⃝●♡⋆♡Happy reading♡⋆♡●⑅⃝◌
Sepasang mata kucing mengerejap pelan, pertanda akan membuka matanya yang tertutup beberapa jam lalu. Ketika ia sudah menemukan kesadarannya secara full, ia mengedarkan pandangannya kesana kemari. Tempatnya terasa asing baginya, ia mendudukkan dirinya, bingung. Di mana ia berada sekarang? sekeliling nya bener bener indah. Pohon pohon hijau, rerumputan hijau, bunga bunga serta hewan hewan lucu berkeliaran di area situ, dan tak lupa suara gemericik air serta siulan burung burung indah yang sedang berkomunikasi dengan burung lainya.
Jennie Melihat seorang wanita berbaju putih, indah, bercahaya itu tengah tersenyum ke arahnya. Senyum itu sangat tidak asing bagi Jennie, ia mengenalnya. Jennie berdiri dan mulai mendekati wanita yang menatapnya sambil tersenyum itu, ketika sudah mulai dekat. Betapa terkejutnya ia melihat seseorang yang sangat-sangat ia sayangi. Jennie berlari untuk menghambur kan sebuah pelukan kepada sosok wanita itu, mendekap erat tubuh yang sangat ia sayangi itu.
"Mom ..."
Ibunya tersenyum, membalas dekapan sang putri tercinta nya. Mengelus lembut punggung Jennie, terus menerus. Hingga dekapan itu terurai, mereka saling menatap satu sama lain dengan ukiran indah di bibir keduanya, hingga beberapa menit.
"Nini kenapa bisa di sini?" Tanya sang ibu yang kini menarik Jennie agar terduduk di rerumputan itu, Jennie mengikuti sang ibu untuk terduduk bersama nya.
"Memang kenapa mom, kalau Nini di sini?"
"Ini bukan tempat kamu, kamu pulang gih" Jennie menggeleng, matanya mulai memanas, siap menurunkan buliran bening itu.
"Tapi nini, mau sama mommy." Lirih Jennie langsung memeluk tubuh ibunya, tentu sang ibu membalas pelukan itu.
Hyojoo tertawa kecil melihat kelakuan imut sang putri, ia mengecup kening Jennie lama, mengecup kedua pipi mandu milik putri kesayangannya, dan tak lupa memberi kecupan kasih sayang di bibir Jennie. Jennie yang mendapat perlakuan sweet sang ibu pun otomatis kedua sudut bibirnya terangkat, gigi nya terlihat, dan gummy smile nya nampak. Sang ibu menatap Jennie dengan senyuman teduh, Jennie jadi teringat senyuman itu, senyum indah sekaligus perpisahan bagi Jennie dan ibunya.
"Kamu pulang yah, ke cahaya di sana itu" tunjuk sang ibunda, ke arah munculnya cahaya yang sangat terang. Jennie menoleh ke arah yang di tunjuk ibunya, matanya menyipit karena cahaya terang itu, membuatnya sejenak kehilangan fokus. Bayangan di sekitarnya tampak kabur, seolah-olah terbungkus dalam kabut putih yang menyilaukan. ia mengangkat tangan untuk melindungi matanya, mencoba mengembalikan penglihatannya yang normal.
Setelah merasa penglihatan nya kembali normal, Jennie menggeleng.
"Aku, mau sama mommy. Mommy juga ikut" ucapnya dengan mata yang mulai memerah, Jennie mulai paham dirinya sedang berada di mana.
Hyojoo menggelengkan kepalanya, membelai Surai coklat kehitaman milik Jennie dengan lembut seraya berkata "sayang, mommy gabisa ikut kamu"
"Yaudah, kalau gitu. Nini aja yang ikut mommy ya? Pliss..." dan mendapati respon yang sama oleh ibunya.
Jennie menangis, sudah tak terbendung lagi air mata yang sedari tadi menumpuk ingin meluncur bebas bak sungai itu. Ia ingin bersama ibunya, ingin selalu bersama sang ibunda tercinta. ia belum ikhlas apa yang terjadi kepada ibunya dan dirinya, seperti di pisahkan secara paksa oleh semesta. Namun nyatanya itu adalah sebuah takdir tuhan yang harus di terima secara siap atau tidak siap.
KAMU SEDANG MEMBACA
LONG ROAD TO GO HOME
Rastgele"Aku ingin pulang mom, hidup ini terlalu sulit untuk di jalani, aku butuh rumah untuk singgah dan mengeluh kesah..." -Jennie- Long road to go home (jalan panjang menuju pulang). Menceritakan setiap perjalanan hidup seorang gadis cantik yang hidupnya...
