"Ayaaah sorry, Prisha baru bisa ke sini." ucap Prisha sambil masih terengah-engah karena datang sambil berlari.
Setelah sampai ke stan buku milik ayahnya ia segera memeluk pak Nathan.
Meski di hari libur, nyatanya Prisha bersama Mirza ada project bersama pak Purnomo hingga pukul 13.30.
"Iya nak tidak apa-apa"
"Ih kakak telat. Wandra sudah melayani 7 orang pembeli"
Prisha mengelus kepala Wandra "Pintarnya"
"Eh 8 orang Wandra. Kan Yugo pesen beliin buku." ucap Johan.
"Owalah I see. Mantep deh. Ohiya ayah, teman-teman Prisha mampir lusa ya. Soalnya ada kegiatan semua."
"Iya gapapa santai saja."
Prisha segera menempati diri di tempat kasir dekat dengan Wandra. Sedang pak Nathan pergi membelikan makanan untuk kedua anaknya. Sedang kak Johan menyambut dan menarik pelanggan dengan membawa beberapa brosur di depan stan.
Selama pak Nathan pergi, sudah ada tambahan pembeli 5 orang. Beberapa orang juga mampir hanya melihat buku-buku dan meminta kontak Coconut Book Store.
"Wih ayam bakar. Makasih ayah." kata wandra diikuti ucapan terima kasih juga oleh Prisha.
"Yuk makan dulu. Mumpung sepi waktu istirahat sore kan." ucap pak Nathan.
Mereka pun makan ayam bakar di atas karpet stan mereka.
"Tadi ketemu pak Purnomo kenapa Nak?"
"Tadi nyelesein project punya pak Purnomo yang Mirza sama Prisha ikutin. Trus pak Put nanyain project baru ke Prisha sama Mirza yah. Tapi gitu deh yah. Karena mau ujian semester. Prisha dan Mirza tolak."
"Ganggu banget proyeknya?"
Prisha meneruskan mengunyah dan menelan makanannya "Mayan ayah, soalnya harus ke beberapa wilayah untuk deteksi arsip-arsip daerah. Ga kayak project terkahir punya kita."
"Trus pak Purnomo gimana dan dibantu siapa?"
"Untungnya ada adik bimbingan cowok yang mau ambil. Mayan buat doi juga."
Pak Nathan mengangguk.
Setelah menyelesaikan makanannya mereka kembali melayani pembeli.
Saat petang tiba, rombongan Ega datang. Saat itu bukan hanya Silvia dan Haris, tapi dia juga membawa Hengky.
"Sore om." sapa Ega.
"Selamat sore nak Ega. Wah kalian beneran datang."
"iya Dong om." jawab Hengky.
Pak Nathan elihat teman-teman Ega dan Hengky "oh iya Ini yang namanya Silvia?"
"Iya om."
"Wah akhirnya ketemu juga. Makasih sudah bantu jagain Prisha waktu sakit."
Silvia tersenyum lebar "Tidak masalah om. Senang bisa membantu."
"Silakan-silakan pilih buku. Nanti kalau beli diskon 50% buat kalian."
"Saya termasuk om?" kata Haris yang memang tidak pernah bertemu dengan 0ak Nathan.
Pak Nathan mengangguk "Iya, teman Ega anak om juga. Silakan dipilih."
Mereka kemudian memilih beberapa buku untuk dibeli. Haris mengambil pembatas buku dan , Silvia mengambil 1 buku mengenai coloring book, Hengky mengambil buku kamus besar bahasa Jepang, sedang Ega tertarik pada buku yang membahas tentang quilling paper.
KAMU SEDANG MEMBACA
APPLIQUE
Fanfiction[Ps: Cerita ini asli buatan Penulis. Jika ada kesamaan tokoh, tempat, atau alur, hal ini merupakan ketidaksengajaan. Jangan dibawa ke real life yak. Ini fanfiction, buat kita aja luv luv ❤️] Ega (E-Tion) yakin jika cinta yang tulus itu tentang sali...
