[Harin membantu Doah mengelap seragammya yang basah setelah ketumpanan teh panas, terlihat ada noda kuning yang menghiasi seragam putihnya
"Lebih baik seragammya kamu buka, perut kamu juga melepuh." Tawar Harin, Doah hanya diam, mengatupkan bibirnya. Harin tak ambil pusing dengan sikap Doah, itu sudah biasa untuknya, Harinpun membuka lemarinya, mengambil baju yang pas untuk Doah ganti.
"Ini bajunya, tapi jangan diganti dulu, biar aku ambil salep"
Harin meninggalkan Doah di kamarnya, sementara itu, ia mengambil kotak p3k yang berisi obat obatan.
Harin melihat tubuh Doah yang kemerahan karena teh panas yang tumpah ke seragamnya tadi
"Luka kamu harus ditangani, biar aku bantu"
Doah dan Harin duduk dipinngir kasur, dengan kancing seragam Doah yang sudah terbuka semua, Harin menyentuh kulit perut Doah yang melepuh.
"Awwhhh" rintih Doah
"Maaf" Harin merasa bersalah
Harin menyentuh bagian kulit Doah yang melepuh dengan tissue basah, untuk memberikan sensasi dingin, untuk menghilangkan rasa perihnya.
Terkadang Doah bergidik, merasakan sensasi geli saat Harin mengusap perutnya, Harin pikir Doah kesakitan jadi Harin meniupnya untuk mengurangi rasa sakitnya.
Tissue basah yang Harun gunakan, membuat perutnya menjadi lembab dan nafas Harin yang hangat saat meniupnya, membuat Doah merasakan sensasi yang aneh.
Doahpun mendorong Harin pelan agar menjauh, sebelum Harin membuatnya lupa diri. Harin menatap Doah kaget, Harin terkejut melihat wajah Doah yang sudah merah seperti kepiting rebus.
Harin bingung namun ia tak terlalu memikirkan, Harin mengambil salep luka yang ada di kotak p3k, Harin tak memberikannya kepada Doah, tapi dia sendiri yang berniat memoleskannya. Namun tangan Doah menahan tangan Harin, keduanya saling bertatapan dari jarak dekat. Ini pertama kalinya Doah menatap Harin dari jarak sedekat ini. Wajah teduh Harin membuat Doah lupa sejenak tentang hal hal buruk yang pernah Harin lakukan pada orang lain. Wajahnya seperti malaikat.
Berkali kali Doah memuji kecantikan Harin dalam hatinya, Doah mengingat saat saat Harin yang selalu memujinya di depan orang orang,
Menurut Harin wajah Doah sangat cute, namun Doah tak pernah sekalipun memujinya, jika Harin mengetahui isi hati Doah saat ini, mungkin Harin akan senang.
Doah menyentuh wajah Harin, memastikan kalau yang ada dihadapannya sekarang benar benar manusia bukan malaikat.
Wajah cantik Harin seperti menghipnotisnya, sampai Doah tidak sadar bibir mereka sudah saling bertemu, Harin merasakan lumatan Doah yang lembut, namun terkesan menekan.
Klik
Jenna mendengus kesal, dia mempause videonya, ia sudah tau apa yang akan terjadi setelah itu.
Ia pun memotret layar monitornya dan mengirimkan fotonya ke Doah, dengan pesan
Inikah yang kamu sebut terpaksa berhubungan dengan Harin?
Doah membalas
Mau bertemu? Ada yang kuingin bicarakan
KAMU SEDANG MEMBACA
Baekyeon 2-5 : Chat Room..
HumorAwalnya Chatroom namun di part 11 mulai berubah 🗿 Konfliknya sangat berat pemirsah
