Dalam ruangan yang tidak begitu besar.Udara panas menyelimuti dengan jendela yang terbuka lebar.Helaan nafas yang terengah-engah terdengar saling tumpang tindih antara dua tubuh yang juga saling tumpang tindih.Satu helaan nafas beradu dengan nafas yang lainnya,bedanya yang satunya diselingi dengan suara rintihan yang begitu tersiksa.
Granger tidak lagi memiliki kesadaran.Dia sepenuhnya hilang kendali dan pasrah dibawah kendali Gusion itu sendiri.
Entah sudah yang keberapa kali mereka melakukannya.Tidak ada yang menghitung.Granger dalam keadaan setengah sadar,sementara Gusion tidak memikirkan itu.Tubuh keduanya sangat kacau,penuh keringat dan lengket.
Gusion membalikkan tubuh Granger kemudian menarik pinggang Granger sehingga menbuat pantat Granger terangkat,lalu dia memasukan miliknya lagi.
Granger mengerang pelan dengan mata yang telah sepenuhnya terpejam.Lalu Gusion kembali menghentak-hentakkan tubuh Granger seolah ingin membenamkan Granger kedalam ranjang yang berderit.Bunyi decitan ranjang memecah peraduan nafas keduanya.
" Ha..akh!."
Gusion tiba-tiba bernafas dengan keras sambil membenamkan miliknya jauh kedalam Granger.Tidak tau itu pelepasan yang keberapa.
Gusion lalu menjatuhkan tubuhnya,menindih Granger yang tertelungkup.Gusion meletakkan kepalanya disisi kepala Granger sambil mencoba menormalkan helaan nafasnya.
Kemudian Gusion menatap wajah Granger yang begitu dekat dengan matanya.Granger tampak memejamkan matanya seolah tertidur,namun ada sedikit gerakan dikelopak matanya.
Gusion menarik sudut bibirnya,menciptakan senyum kepuasan.Dia tau,Granger pasti akan sangat marah setelah malam ini terlewati.Tapi Gusion tidak peduli.
Gusion menatap Granger dengan penuh obsesi dimatanya.Orang ini adalah miliknya.Granger adalah kepunyaannya.Hanya miliknya,tidak ada yang boleh menyentuh apalagi merebut miliknya ini.Dia sudah menahan hasrat dan segala keinginannya selama ini demi untuk mendapatkan satu kesempatan dari Granger.Tapi Granger justru malah bermain-main dengan kakaknya.
Dada Gusion membara dengan panas ketika mengingat hal itu lagi.Dia menatap Granger dengan mata yang penuh obsesi.
" Kau hanya bisa jadi milikku."
Obsesi seperti ini,belum pernah Gusion rasakan sebelumnya.Granger adalah obsesi pertama dalam hidupnya.Perasaan membara yang tidak bisa dia bendung ini,Gusion tidak tau bagaimana cara menenangkannya.Dia hanya tidak bisa terus membiarkan Granger dan kakaknya bermain-main bersama,sementara dia sendirian.
Gusion mencium pipi dan wajah Granger berkali-kali sebagai pelampiasan.Ciumannya lalu berpindah ke leher,kemudian pundak.Gusion tiba-tiba menggigit pundak Granger, meninggalkan jejak basah yang cukup jelas dan tidak hanya sekali.
Setelah itu,Gusion memperbaiki postur untuk melakukan sesi yang keberikutnya.
Wajah terpejam Granger kembali mengerang kecil ketika Gusion menekannya lagi.Tampaknya itu hanya sebuah bentuk reaksi naluriah dari alam bawah sadarnya saat ini terhadap apa yang tubuhnya rasakan.
Granger disiksa oleh Gusion sepanjang malam hingga tubuhnya terasa hancur dan remuk saat terbangun dipagi hari.
Saat terbangun,Granger kesulitan hanya untuk membuka matanya.Saat ini dia masih tidak mengingat apa yang dia alami semalam.Tapi terbangun dengan seluruh tubuh yang terasa habis dipukuli membuat Granger mengerang pelan.
Tubuh Granger terbungkus oleh selimut.Meski begitu dia menyadari bahwa saat ini,dia telanjang.Granger tidak mengenakan apapun dibalik selimut putih itu.
Gusion tampaknya telah memindahkan Granger keruangan yang sebelumnya Granger hancurkan.Ruangan itu juga sudah kembali rapi kembali.Dan tubuh Granger juga sudah dibersihkan,hanya saja dia tidak memakai apapun saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARPEGGIO
FantasiBxB alias boy Love Gusion X Granger. Dia pernah jatuh cinta secara impulsif,dan patah hati secara impulsif pula. Granger jatuh cinta untuk pertama kalinya,tapi hatinya dipatahkan dengan sedemikian rupa oleh Gusion.Perasaan cinta itu berubah menjadi...
