16. Mimpi Tentang Masa Lalu

85 8 0
                                        

Seorang Pria dan bocah lelaki itu sejak tadi berjalan mondari-mandir didepan pintu ruangan.Hari ini adalah hari persalinan Camia, George dan Gusion kecil sejak tadi terus menunggu dengan gelisah, mereka mondar-mandir sambil sesekali mencoba mengintip kedalam ruangan.

Didalam sana, ada Camia yang sedang berjuang melahirkan dengan dibantu oleh satu orang perawat. Beberapa kali terdengar teriakan kesakitan Camia dari dalam ruangan bersama dengan suara dari perawat yang meminta Camia untuk menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.

Teriakan-teriakan Camia membuat wajah George yang biasanya selalu tenang kini terlihat tidak tenang. Begitu juga dengan Gusion.

" Tidak usah setegang itu. " Remaja tanggung yang berdiri didekat dinding berseru kepada Gusion.

Dia adalah Aamon, hari ini atas permintaan khusus Gusion.Gusion diizinkan untuk keluar dari rumah kaca untuk melihat persalinan Camia.Dan Aamon ditugaskan untuk mengawasi Gusion.

Lokasi ruangan yang ditempatkan Camia memang berada dibelakang kastil, tempat yang cukup jauh dari ruang utama dan bagian-bagian dari kastil yang bisa dijangkau oleh anggota paxley lainnya.Karna itu Duke paxley memberi izin Gusion untuk melihat persalinan Camia.

Gusion berpura-pura tuli,dia masih sibuk mondar-mandir.Tapi tiba-tiba dia merasakan panas pada tanda kutukan yang ada lehernya.

Gusion berhenti bergerak,dia memegang lehernya yang rasanya panas tersengat dan tersengat. Ekspresi wajahnya dengan cepat berubah.

Aamon yang sejak tadi memang memperhatikan Gusion segera menyadari perubahan ekspresi diwajah Gusion.Dia segera menghampiri Gusion.

" Aku tidak apa-apa. "

Gusion mendorong Aamon yang ingin mendekatinya.Gusion menyandarkan bahu kedinding. Dia mengigit bibirnya kuat-kuat untuk meredam perasaan tersengat yang rasanya sangat menyakitkan ,terlebih ada suara-suara yang berbisik dalam kepalanya.

" Kau sudah terlalu lama berada disini.Kau harus segera kembali kerumah kaca itu." Ucap Aamon.

Gusion menggelengkan kepalanya.Dia tidak mau kembali,dia ingin tetap disini untuk beberapa saat lagi, setidaknya sampai dia memastikan anak itu lahir dengan selamat.

" Arkh.. "  Gusion tidak tahan, perasaan  tersengat yang menggerogoti lehernya semakin tajam.Rasanya menusuk daging sampai ke tulang.

Tubuh Gusion merosot, dia terkulai sambil menahan rasa panas yang membakar tubuhnya.

Aamon tidak tahan melihat Gusion terus kesakitan,dia menggendong Gusion dipunggungnya.Membawa Gusion kembali ke rumah kaca.

" Sekarang kau mengerti kan kenapa ayah tidak mengizinkanmu keluar dari rumah kaca ini."

Gusion mengerjapkan matanya, tubuhnya yang lemah sepenuhnya bertumpu di punggung Aamon.

Aamon membungkukkan badan,berniat untuk menurunkan Gusion.Tapi Gusion menolak,dia mengalungkan tangan dileher amon dan menyembunyikan wajahnya dipunggung Aamon.

" Aku tidak mau terus mau hidup terkurung di sini." Gusion bercicit pelan,terdengar seperti merintih.

Dada Aamon mencelus mendengarnya.Beberapa hari yang lalu Ayahnya telah memberi tahu dirinya sebuah rahasia besar tentang Gusion ,tentang kematian ibunya ,dan tentang ayahnya yang secara rahasia terus berusaha mencari cara agar Gusion bisa terbebas dari kutukannya.

Gusion hidup dalam persembunyian ayahnya demi untuk menjaga Gusion itu sendiri.Ayahnya sengaja memberikan rumor tentang Gusion yang menderita penyakit mental setelah kematian ibunya agar ayahnya punya alasan untuk menjauhkan Gusion dari para bangsawan paxley.Dan soal kematian ibunya, Ibunya meninggal karna mengalami penurunan kesehatan yang sangat drastis karna terus menerus menggunakan sihirnya untuk melindungi Gusion.

ARPEGGIOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang