Gusion menghela nafas pelan sembari menegakkan satu lututnya. Punggungnya yang bersandar di batang pohon terasa tidak nyaman karna bergesekkan dengan kulit pohon yang kasar,tapi dia tidak bergeser sedikitpun dari posisinya,sebaliknya dia semakin menyamankan punggungnya yang bersandar.
Sementara,Granger hanya terdiam menatap kedua tangannya yang dirantai.Larut dalam pemikirannya sendiri.
" Ibumu bisa saja mengabaikanku,tapi dia memilih untuk bertahan.Meski dia harus melawan trauma masa lalunya.Mungkin kau tidak pernah diberitahu oleh ibumu,tapi ibumu memiliki darah paxley dalam dirinya,dan juga iblis yang bersekutu dengan leluhurku adalah iblis yang sama dengan iblis yang menghantui masa lalu ibumu."
Granger diam-diam mengepalkan tangan,dia tidak berkata apa-apa karna memang benar dia tidak tau tentang itu.Ibunya tidak pernah menceritakan apapun pada Granger tentang masa kecil dan juga keluarga mereka..Sejak kecil di keluarga Granger,dia hanya tau dia punya seorang ibu dan seorang ayah,tidak ada apapun lagi selain mereka.
" Aku tidak tau apakah itu adalah sebuah kepedulian atau ibumu hanya ingin melenyapkan mimpi buruk dalam hidupnya.Tapi dia menjagaku seperti anaknya sendiri,dia mengabaikan resiko yang ada dan memilih untuk tetap menolongku."
Gusion menghela nafas sambil meluruskan kedua kakinya.Granger yang sejak tadi hanya diam membuat Gusion mengerutkan dahi.Biasanya,Granger pasti akan mengatakan kalimat-kalimat sinis yang membuat keduanya akhirnya berakhir dalam sebuah perdebatan,tapi kali ini Granger hanya diam saja.
Gusion tidak suka melihat itu,Granger yang tiba-tiba diam.Dengan tiba-tiba Gusion menarik rantai yang membelenggu tangan Granger,membuat Granger tersentak kedepan.Granger yang terkejut jatuh tersungkur dengan wajah mencium dengkul Gusion.
" Apa kau gila?." Granger bersungut dengan nafas yang menderu.
Melihat kemarahan diwajah Granger,Gusion justru tersenyum.
" Kau tidak cocok menjadi pemurung,lebih cocok menjadi pemarah."
Granger bernafas jengah,ingin mengumpat tapi mendadak dia kehilangan kata-kata.Dengan sebal,Granger memilih memalingkan wajah,enggan menatap Gusion.
" Katakan sesuatu atau aku akan menciummu." Gusion memberi ancaman dengan tiba-tiba.
Granger membelalakan mata setengah terkejut,menatap Gusion dengan jengah.Apa-apaan?.
Granger yang kehilangan kata-kata hanya bisa membisu dengan sebuah ancaman yang tidak berarti.
Disisi lain,Melihat Granger hanya terus membisu Gusion menautkan alisnya dengan bibir terkulum.Sepertinya sup kentang ini memang ingin dicium,buktinya dia hanya terus diam.
Karna Granger hanya diam saja,Gusion akhirnya mengambil gerakan.Dia menarik rantai yang mengikat tangan Granger.Memaksa Granger untuk menempel padanya.
Sebelum Gusion mengambil tindakan yang lebih lancang,Granger dengan segera menahan wajah Gusion dengan kedua tangannya.Granger mendorongnya dengan kasar.
" Apa-apaan kau ini?." Granger bersungut dengan urat yang menonjol dikeningnya.
" Ku pikir kau ingin dicium,karna kau hanya diam saja." Gusion mengangkat bahu ringan.
Dengan tenaga yang lebih kuat,Gusion menurunkan tangan Granger yang mendorong wajahnya.Gusion menggenggam tangan Granger,terlihat ada perlawanan yang dilakukan oleh Granger.Granger berusaha melepaskan tangannya,tapi Gusion tidak mau melepaskan.Kedua tangan mereka saling berkelahi.dengan yang terbelenggu rantai,Granger merasakan dirugikan.
Pertikaian antar dua pasang tangan itu akhirnya dimenangkan oleh Gusion,dia berhasil menulusupkan jari-jari tangannya diantara jari tangan Gusion dan membuat kedua tangan mereka saling tersemat.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARPEGGIO
FantasyBxB alias boy Love Gusion X Granger. Dia pernah jatuh cinta secara impulsif,dan patah hati secara impulsif pula. Granger jatuh cinta untuk pertama kalinya,tapi hatinya dipatahkan dengan sedemikian rupa oleh Gusion.Perasaan cinta itu berubah menjadi...
