Dua hari berikutnya kondisi Gusion memburuk.Dia tiba-tiba mengamuk dan hampir menghancurkan seluruh isi rumah kaca.
Beberapa penyihir khusus atas perintah duke paxley dikerahkan untuk menenangkan amukan Gusion.Tapi tetap saja yang bisa menghentikan Amukan Gusion hanyalah Camia.
Amukan Gusion dapat diredam dengan oleh Camia.Gusion akhirnya jatuh pingsan setelah ditenangkan.Camia yang kelelahan juga jatuh pingsan.
Berkat kejadian itu, secara perlahan Gusion mulai tidak mengacuhkan Camia lagi.
" Apa kau ingin mendengarkan biola?."
Camia bertanya dengan setengah membungkuk sambil menyodorkan tas biolanya kearah Gusion muda.
Gusion masih tidak menanggapi.Dia hanya tertunduk dalam diam.Tidak cahaya yang terpancar didalam tatapan matanya,terlihat hampa tapi tidak kosong.
" Ayolah,permainanku tidak buruk.Kau pasti suka."
Tanpa menunggu persetujuan.Camia dengan setengah memaksa menyeret Gusion muda.
Keduanya duduk dianak tangga.Setelah memaksa Gusion duduk disebelahnya.Camia kemudian mengeluarkan biolanya.Sepanjang dia bermain biola,tidak pernah ada yang tidak suka dengan permainan biolanya.Jadi dia dengan percaya diri ingin menunjukkan kemampuannya kepada Gusion.
" Aku sangat ahli bermain biola.Permainan biolaku bahkan lebih bagus dari suaraku."
Camia mengedipkan matanya,bersiap untuk memainkan biola.
Dia tersenyum kepada Gusion muda sebelum menutup matanya dan mulai menggesekkan busur pada senar.
Alunan musik bernada rendah mulai terdengar, seiring dengan gesekan busur pada tali senar.
Gusion tertegun saat suara biola terdengar pada gesekan pertama.Ini pertama kalinya Gusion mendengar suara biola.Sejak dia dilahirkan,dia sudah hidup terkurung dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan ibunya yang suka merawat bunga.
Alunan nada biola yang ringan dan bergetar adalah hal yang baru untuk dia dengar.Suara musik yang mendayu masuk menyapa gendang telinganya dengan lembut.
Gusion mengangkat kepalanya,mengerjapkan matanya sekali.Menatap pada wanita yang terus memainkan biola dan menghasilkan musik yang terdengar nyaman untuk telinganya dengar.
Setelah lagu yang dia mainkan selesai.Camia kemudian perlahan membuka matanya, pandangannya disambut oleh wajah Gusion kecil yang tenang, tampaknya Gusion menyukai permainan biola nya.Menyadari itu Camia tersenyum tipis.
Dengan ragu-ragu Gusion membuka mulut kecilnya,mengucapkan beberapa kata yang membuat Camia tidak berkedip selama beberapa saat.
" Bisakah kau memainkannya lagi?."
Itu adalah kalimat pertama yang Camia dengar dari mulut Gusion yang telah mengabaikan dirinya selama beberapa hari ini
Camia tercengang sebentar,tersenyum dengan agak kikuk." Apa kau suka musik yang aku mainkan?."
Gusion tidak menjawab, tapi juga tidak membantah.Gusion menundukkan kepalanya sebentar.
" Kau tidak suka?." Camia bertanya lagi.
Anak kecil yang selalu terlihat murung itu tampak sedikit kebingungan untuk berkata-kata.Wajah polos anak-anak yang terpancar dalam sorot mata yang agak gelap dimata hazelnya tampak sejernih air yang tenang.Dengan ragu-ragu dia mengangkat kepalanya.
" Aku tidak bisa mendengar suara berisik itu saat kau memainkan benda itu."
Camia menautkan alis." Suara berisik?."
KAMU SEDANG MEMBACA
ARPEGGIO
FantasiBxB alias boy Love Gusion X Granger. Dia pernah jatuh cinta secara impulsif,dan patah hati secara impulsif pula. Granger jatuh cinta untuk pertama kalinya,tapi hatinya dipatahkan dengan sedemikian rupa oleh Gusion.Perasaan cinta itu berubah menjadi...
