kembali ke situasi sekarang.Masih diruangan yang sama, Gusion terbaring terlentang dengan satu tangan menutup matanya, sementara Granger berbaring miring memunggungi Gusion. Dia tidak bergeming sedikit dari posisinya, justru dia membeku ditempat.
lantai kamar yang licin terasa dingin, tapi dada Granger bergemuruh dengan hebat, seperti ada nyala api yang berkobar tapi tidak membakarnya, justru Granger merasa seperti dia dihempaskan dalam lautan yang dalam. Dia tidak bisa bernafas dengan baik,rasanya begitu sesak dan menyiksa.
" Camia mengorbankan dirinya untuk diriku, dan ayahmu mengorbankan nyawanya untuk melindungiku. kau kehilangan orangtuamu karna aku."
Gusion tersenyum getir. Dia menyingkirkan tangan yang menutupi wajahnya dan memiringkan kepalanya menatap punggung Granger. Hari ini dia akan mengatakan semuanya kepada Granger.
Granger masih tidak bergeming dari posisinya,meski hatinya terasa ngilu dan berdenyut-denyut.Tubuhnya menjadi kaku dan tidak mau digerakkan.
Semua yang Gusion katakan padanya hanyalah sebuah masa lalu,Granger tidak ingin memikirkannya terlalu jauh.Karna apapun alasannya,tindakan yang Gusion lakukan saat ini padanya adalah tindakan yang salah.Tapi mengapa hatinya terasa ngilu.
Gusion merilik Granger yang tidak bergerak sedikitpun, seolah-olah menunjukkan bahwa dia sudah tertidur.Tapi Gusion sangat tau kalau Granger masih terjaga.
" Kau bisa membenciku sepuasnya ,aku akan menerima semua kebencian itu.Baik karna kematian orangtuamu ataupun apa yang aku lakukan padamu sekarang. Semua kebencianmu akan aku tanggung sendiri ,asal kau mau bersamaku."
Granger yang sudah muak dan merasa tidak tahan lagi akhirnya bangkit dan menatap tajam kepada Gusion.
" Pakai otakmu.Orang waras mana yang mau hidup bersama dengan orang yang dia benci."
Gusion menegakkan punggung, mendekatkan diri.
" Aku tau kau benci padaku,tapi aku yakin kebencianmu tidak sampai ditahap dimana kau tidak ingin bersamaku lagi.Aku yakin,didalam hatimu masih sedikit ada perasaan untukku."
Granger menyipitkan matanya dengan jengah,dia mulai muak sampai dia tidak tau harus berkata apa untuk menyangkal pemikiran sepihak dari Gusion.
" Aku adalah orang yang pertama bagimu.Kau tidak mungkin bisa melupakan aku begitu saja."
Granger mengusap wajahnya,dia terlalu malas membantah karna merasa itu hanya akan percuma.Dan ada kemungkinan itu memang benar, hanya saja Granger tidak ingin mengakuinya.
Gusion menyeret tubuhnya semakin mendekat,bahkan menempel kepada Granger.Granger kaget,dia ingin mendorong Gusion tapi Gusion lebih dulu mengalungkan tangannya di pinggang Granger dan menjatuhkan kepalanya di pundak Granger.
Helaan nafas Gusion terdengar pelan dan mengandung banyak keresahan yang Granger mencoba untuk abaikan.
" Apa yang aku inginkan hanyalah berada disampingmu.Kenapa itu terlalu sulit?,kenapa kau tidak memberiku kesempatan satu kali lagi?.Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya menjalani hari dengan seseorang yang menganggap aku berarti." Penuturan Gusion terdengar seperti rintihan yang membuat Granger tertegun.
Granger mencoba untuk melepaskan diri,tapi Gusion justru memeluknya semakin erat.
" Sup kentang,aku hanya ingin merasakan sebuah kehidupan yang normal.Aku ingin punya seseorang yang mencintaiku,peduli padaku,dan mengerti diriku.Aku ingin tinggal bersamamu disebuah rumah yang dimana aku bisa tidur dengan tenang bersamamu.Bahkan jika kau membenciku,aku masih berharap kau mau hidup bersamaku.Kau bisa memukulku dan menyakitiku sebanyak yang kau mau.Aku tidak peduli,aku akan menerima semua luapan kebencianmu.Benci aku karna telah membuatmu kehilangan kedua orangtuamu ,benci aku karna telah menyakiti hatimu. Tapi jangan dorong aku pergi dari hidupmu."
KAMU SEDANG MEMBACA
ARPEGGIO
FantasiBxB alias boy Love Gusion X Granger. Dia pernah jatuh cinta secara impulsif,dan patah hati secara impulsif pula. Granger jatuh cinta untuk pertama kalinya,tapi hatinya dipatahkan dengan sedemikian rupa oleh Gusion.Perasaan cinta itu berubah menjadi...
