Semakin banyak orang yang kemudian memasuki wilayah itu.
Tidak semua dari mereka yang merupakan anak-anak ajaib, sebagian adalah yang mendapat manfaat dari usaha orang lain, meskipun ada juga orang-orang kuat.
Chu Feng dan yang lainnya memanfaatkan waktu yang ada untuk menjelajahi daerah tersebut. Ia mencoba mengeluarkan Kocokan Ekor Kuda Celestial Master, tetapi hal itu tidak berhasil.
Kocokan Ekor Kuda Celestial Master itu sangat plin-plan, kadang-kadang hal itu bersedia membantunya, tetapi ada juga saat-saat ketika hal itu mengabaikannya. Chu Feng dapat merasakan bahwa Kocokan Ekor Kuda Celestial Master bersedia membantunya di tempat ini dan telah mengaktifkan kekuatannya, tetapi hal itu tidak efektif.
Ada batas kemampuan dari harta karun, dan tempat ini jelas berada di luar jangkauan Kocokan Ekor Kuda milik Master Surgawi untuk membantu dirinya.
Namun Chu Feng masih merasa bahwa ada petunjuk lain di tempat ini. Ia samar-samar dapat merasakan hal itu melalui Mata Langitnya. Ia hanya tidak dapat membedakannya karena keterbatasan kemampuan miliknya.
"Chu Feng, kamu saat ini masih terlalu lemah. Yang pertama kamu telah gagal untuk menemukan item aktivasi, dan sekarang ini kamu juga tidak dapat menemukan petunjuk meskipun mengetahui ada satu hal di tempat ini," gumam Chu Feng sambil merendahkan dirinya sendiri.
Ia benci karena merasa tidak berdaya.
Selama ini, ia dipuji sebagai anak ajaib. Ia tidak merasa bahwa dirinya adalah orang yang sombong, tetapi ia hanya percaya diri dengan bakatnya. Namun kali ini ia merasa kepercayaan dirinya sedang dihancurkan.
Namun kemudian, ia segera menyalurkan perasaan kalah itu menjadi sebuah dorongan motivasi. Ia merasa bahwa hal ini adalah merupakan sebuah peluang baginya.
Maka dari itu ia segera berhenti dan menghabiskan waktu untuk membangun sebuah formasi isolasi. Formasi isolasi itu hampir tidak cukup untuk menampung mereka bertiga, tetapi hal itu sangat ampuh.
"Saudara Qin, Saudara Yuwen, kalian harus berkultivasi di sini terlebih dahulu."
Setelah itu, Chu Feng naik ke arah langit dan menutup matanya.
Yuwen Yanri dan Qin Xuan mengira bahwa Chu Feng sudah menyerah untuk mencari petunjuk pada saat ini, jadi mereka lalu duduk dan mulai berkultivasi. Mereka tidak terburu-buru, karena mereka telah bertemu orang lain di sepanjang jalan, dan semua orang berlarian ke sana kemari seperti lalat tanpa tujuan. Hal ini membuat mereka berpikir bahwa mungkin petunjuk itu belum terungkap, dan akan muncul begitu waktunya telah tiba.
Mereka sudah sampai sejauh ini, Era Dewa tidak akan menjebak mereka di tempat ini. Pasti ada ujian baru yang sedang menanti mereka.
Sebenarnya, Chu Feng tidak sedang ingin menyerah, ia beristirahat sebentar lalu kemudian membuka matanya dan mengaktifkan Mata Surganya. Kali ini, ia mengaktifkannya dengan cara yang berbeda dari yang sebelumnya.
Biasanya ia bisa mempertahankan Mata Surganya tanpa terlalu melelahkan dirinya, tetapi kali ini, mata dan jiwanya terasa sangat berat. Ia menyalurkan lebih banyak energi ke Mata Surganya, meskipun dari luar tidak ada perubahan yang terlihat di dalamnya.
Hal ini sesuai dengan harapan Chu Feng.
Ketika Chu Feng merasa terlalu lelah, ia akan menutup matanya untuk beristirahat sejenak lalu membukanya lagi. Ia mengulangi proses itu lagi dan lagi...
Tak lama kemudian, kulitnya terlihat berubah pucat, dan matanya berubah warna menjadi merah darah. Tubuhnya pun bergoyang tak stabil, dan ia berjuang keras untuk menjaga keseimbangan tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MGA BOOK VIII
ActionDalam hal potensi: Bahkan jika kamu bukan jenius, kamu bisa belajar Teknik Misterius dan keterampilan bela diri. Kamu juga dapat belajar tanpa guru. Dalam hal kekuatan: Bahkan jika kamu memiliki puluhan ribu harta, kamu mungkin tidak dapat mengalahk...
