hellooowww cintanya capt, mau testt ombak yang masih duduk dikapal inii donggg.. masih adakah yang setia dikapal ini? ada yang oleng dikapal baruuu? jujur aku oleng ini guysssss 😂😂😂
Lanjutin ngga yaa ceritanyaa, oleng banget ini guyss😂😂😂
Komen yakkk siapa yang masih stay dan yang oleng 🤭
happy reading and happy weekend everybody🫶🫶🫶
💛💛💛💛
Dengan tangan yang saling bergandengan, Asnawi dan Fuji kembali kehotel. Tampak wajah berseri dari keduanya, tak ada raut murung atau bahkan badmood seperti tadi. Asnawi yang melihat wajah kekasihnya sudah cerah sehabis dibeliian Ice Cream tadi, tak kuasa menahan kegemasannya lalu mencubit pipi Fuji.
"Aww sakittt"Regek Fuji sembari mengelus pipinya yang dicubit oleh Asnawi.
"Suruh siapa gemesin, kamu ngga boleh gemesin gini kalo sama orang lain yah"ucap Asnawi.
Fuji hanya mencebikan bibir bawahnya, tanda ia memang sengaja menggoda Asnawi "Kayanya gue ngga usah ikut kekamar om sama Tante dah wi, langsung kekamar aja yaa gue. Siniin kuncinya"
"Kuncinya mana aku bawa, kuncinya ya ditas dikamar mama"
"Ahhh Asnawiiiiiii"rengek Fuji karena ia merasa sangat belum siap untuk bertemu dengan orang tua Asnawi, ya bukan apa-apa namun ia rasa ini terlalu cepat untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Apa sayang" Jawab Asnawi seraya menatap Fuji yang membuat Fuji salah tingkah, apalagi dengan panggilan baru yang ditujukan pada dirinya. Tak ada yang dilakukan Fuji selain dengan sekuat tenaga ia menggigit lengan milik Asnawi, sebagai bentuk sikap salah tingkahnya hingga Asnawi mengaduh kesakitan. "Kok digigit sih, salting mah ngga perlu sampe gigit-gigit gitu kali"
"Biarin, siapa suruh itu mulutnya lemes banget"Ucap Fuji seraya mengerucutkan kedua bibirnya, tanda ia sedang merajuk.
"Lemes gimana sih, orang pacaran manggil Sayang mah ya wajar kali yang. Emang selama ini kamu pacaran ngga manggil sayang?"tanya Asnawi, ia rasa ia harus menyelesaikan perdebatan ini sebelum ia naik kelantai 10 tempat dimana Orang tuanya menginap, begitu juga dengan kamar Fuji yang berada disebelah kamar Mama dan Papanya.
"Ya manggil Sayang"Jawab Fuji bmasih menghindari bertatap muka dengan Asnawi.
"Trus kenapa aku malah dibilang Lemes? Kan kamu tinggal panggil Sayang juga"
"Iyeee iyeeeee, lu..."Ucap Fuji terhenti ketika Asanwi mengalihkan wajah Fuji untuk menatap dirinya.
"Aku masih jadi temen nongkrong kamu?"Tanya Asnawi.
"Hah?"
"Manggilnya itu loh, Lu Lu. Lumba lumba?"protes Asnawi yang karena menurutnya ia sangat terganggu dengan Bahasa Lu Gue khas orang Jakarta, Fuji tertawa keras mendengar protesan Asnawi, kenapa ia merasa sekarang malah Asnawi yang merajuk.
"Ya elah, iyaa iya Kamyuu sama Akyuu gitu yakk" ucap Fuji malah meledek Asnawi "Oke oke Asnawi Mangkualam Bahar sana kamyu naik keatas ambil kuncinya dulu akyu tunggu sini"
Asnawi menggeleng lalu menggandeng tangan Fuji lagi untuk menuju kamar sang mama "Sayang, ngga sopan begitu. Nyapa orang tua doang ngga ada salahnya, Aku cuma pengen kamu sama mama ketemu, trus kenal ngga lebih. Aku juga ngga ngajak kamu langsung nikah besok, toh aku kenal sama mama papa kamu, bukan berati ketemu orang tua aku minta restu kan yang?"Bujuk Asnawi yang membuat Fuji berdehem mengiyakan meskipun dalam hati ia masih resah dan merasa belum siap untuk bertemu dengan kedua orangtua Asnawi.
Tak terasa pintu lift terbuka ketika sampai dilantai sepuluh, Fuji merasa tak tenang ketika diajak keluar dari List. "Plis lah wi, ngga siap aku kalo sekarang ketemunya"
"Kenapa?"Tanya Asanwi yang mesih bersabar untuk meladeni sang kekasih.
"Kecepetan ngga sih ketemunya wi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Cintanya Capt
DiversosKisah perjuangan sang Kapten Tim Nasional sepak bola Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar untuk mendapatkan cintanya Fujianti Utami Putri
