Enjoy yaa para Kesayangannya Capt💛
Jangan lupa buat vote dan komennya yaa besti besti🫶
💛💛💛💛💛
Dikorea saat ini sudah pukul delapan pagi, saat ini Asanwi sedang bersiap untuk menuju tempat latihan clubnya. Namun tidak seperti biasanya, biasanya ia akan bersemangat untuk datang ketraining center karena ia akan ditemani sang pujaan hati lewat video call. Namun hari ini tidak ada satu pun panggilannya di jawab oleh gadis tersebut, entah apa yang sedang ia kerjakan diwaktu liburannya dibali hingga tak sempat menjawab panggilannya dan membalas pesannyaa, bahkan kemarin ia pamit untuk tidur lebih cepat dari biasanya.
Begitu sampai di Gedung Training Center yang ada distadion milik Jeonnam Dragon-Club tempatnya bernaung-, Asnawi langsung meletakkan semua perlengkapannya diloker tanpa harus repot-repot mengecek ponselnya-seperti biasanya- dan langsung bergabung dengan teman-temannya untuk menghilangkan sejenak pikirannya pada Fuji.
Dan benar saja, tak lama ia bercanda dengan teman-temannya, sesi latihan pagi dimulai oleh pelatih. Sesi latihan ini akan seleai pada pukul sebelas siang, setelah itu atlet bisa makan siang dan beristirahat hingga pukul dua siang, dan latihan berikutnya akan selesai pukul empat sore.Setelah itu para Atlet dapat kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Saat ini Asnawi sudah dalam perjalan pulang, pikirannya tak henti-henti bertanya kemana gadisnya seharian ini hingga tak ada kabar sama sekali. Tidak biasanya gadis itu akan menghilang sehari penuh, bahkan jika sedang marah pun tak sampai seharian ia akan mendiamkan Asnawi.
Memarkirkan mobil dibasement, Asnawi langsung menuju ke unit appartementnya, ia ingin segera merebahkan dirinya diatas kasur untuk mengistirahatkan tubuhnya. Membuka pintu, ia masuk dan meletakan tas latihannya disembarang tempat, meletakkan sendal pada rak dan langsung ia rebahkan tubuhnya. Ia melihat-lihat kontak diponselnya, kira-kira siapakah yang harus ia hubungi untuk menanyakan Fuji.
Nama Fadly lah yang pertama kali ia pikirkan untuk menanyakan keberadaan Fuji. Namun belum juga ia menghubungi Fadly, Bel appartementnya berbunyi, pertanda ada seseorang yang datang. Dengan segera ia bangkit dari tidurannya dan melihat diintercom, siapakah gerangan yang datang ke tempat tinggalnya. Dilihatnya ada tiga gadis memakai masker yang berdiri didepan pintunya.
Dengan dahi yang menyerngit Asnawi membuka pintunya, begitu pintu terbuka betapa terkejutnya melihat tiga gadis tersebut melepaskan maskernya. "HAPPY BIRTHDAYYY!!"
Asnawi sangat terkejut, bagaimana tidak jika yang datang adalah Fuji, Ikrar dan Ratu. Asnawi lalu memeluk Fuji erat, ia tak menyangka jika Fuji datang untuk menemuinya dan mengucapkan Selamat ulang tahun untuk dirinya. Ia lalu juga merengkuh Ikrar sang adik untuk ikut berpelukan dengan dirinya Fuji, begitupun Ratu yang juga ikut berpelukan bersama. Alhasil mereka berempat berpelukan bersama didepan unit appartement Asnawi.
"Ayoo masuk, disini ngga boleh berisik. Nanti dimarahin tetangga"Ajak Asnawi ketika ia mengurai pelukannya, Fuji Ikrar dan Ratu hanya mengikuti Asnawi untuk masuk kedalam Appartement.
"Ini appartemen apa kapal pecah sih Nawi" Komen Ikrar begitu masuk kedalam dan melihat keadaan kamar Asnawi yang super duper berantakan.
"Mana sempet aku buat beresin, keburu capek. Kayanya emang perlu istri sih"Ucap Asnawi yang masih memeluk Fuji.
"Ini tu ngga bisa dilepas dulu apa?" keluh Fuji karena Asnawi tak juga melepas pelukannya.
"Ngga bisa"Jawab Asnawi, "Ini gimana ceritanya kalian semua bisa nyampe sini yaa? Kopernya mana?"
"Kopernya diHotel lah" Jawab Ikrar yang sudah kembali dari dapur dan mengambil sebotol minuman dingin dari Kulkas.
"Krar, kita ngga dibagi minumnya?"Tanya Ratu yang mendapat cengiran dari Ikrar, dan gadis itu kembali kedapur untuk mengambil minuman lagi. "Kita diajakin kesini sama Fuji kemarin pas tau Visa Aussienya ngga bisa Approve, kebetulan Gue masih punya Visa kesini, sebelum abis akhir tahun ini ya udahh jalan aja Gue"
KAMU SEDANG MEMBACA
Cintanya Capt
De TodoKisah perjuangan sang Kapten Tim Nasional sepak bola Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar untuk mendapatkan cintanya Fujianti Utami Putri
