15.The past

594 34 11
                                        

hayy im backkk, happy reading yaaa par kesayangan capt 💛💛💛💛💛💛




Fuji melihat sebuah mobil yang tak asing terparkir di halaman depan rumahnya ketika ia baru saja menginjakan kakinya lagi setelah pulang dari Surabaya bersama Asnawi sore ini.

Dengan langkah yang tergesa, Fuji masuk ke dalam rumahnya untuk memastikan apakah yang ada di pikirannya benar.
Dan begitu melihat Gala sedang bercengkrama dengan dengan seorang pemuda yang Fuji tau pasti siapa orangnya.
Dengan segera Fuji menginterupsi Gala agar masuk ke dalam kamar bersama Ida.

"Mau ngapain?"tanya Fuji to the point setelah melihat Gala sudah masuk ke dalam kamar.

"Main sama Gala, kangen ketemu Gala"Jawab laki-laki tersebut dengan tersenyum pada Fuji lalu melihat Asnawi yang ada di samping Fuji.

"Ngga biasanya kamu pergi senang-senang sendiri tanpa Gala"

"Itu bukan urusan Lu, Gue udah bilang buat ngga perlu ketemu sama Gala lagi"

"Kenapa? Tadi Gala bilang kangen sama aku, katanya aku udah ngga pernah mau ketemu sama dia lagi, padahal.."

"Tomi, stop. Gala Udah bukan siapa-siapa lu lagi, lu bisa pergi dari rumah gue"

"Aku mau ngomong sama kamu, berdua"ucap Tomi seraya memandang Asnawi, isyarat agar Asnawi menyingkir dari sisi Fuji. Namun Asnawi tak bergerak barang se incipun dari posisinya berdiri.

"Ngga ada yang perlu di omongin lagi, semua udah selesai, lu bisa pergi dari rumah gue sekarang"

"Ngga, kita belum selesai. Aku mau perbaiki semuanya Ti, aku mau minta maaf, aku mau kita sama-sama kaya dulu.."

"Gue udah maafin lu, tp buat sama lu lagi, ngga deh makasih" jawab Fuji dengan cepat tanpa jeda sama sekali.

"Kenapa?  Oh karena udah punya gandengan baru yah? Cepat banget move on nya Sayang"

Fuji sudah mulai mengepalkan tangannya untuk menahan amarahnya, ia sangat benci ketika Tomi-sang mantan kekasih- memanggilnya dengan sebutan itu lagi.

"Iya lah, ngapain lama-lama ngegalauin cowo modelan lu"
Itu bukan Suara Fuji, melainkan suara Asnawi. Asnawi dengan sigap menggenggam tangan Fuji yang mengepal tadi untuk meredakan emosi dan menjawab ucapan Tomi dengan sangat santai, menunjukkan pada Fuji bagaimana menghadapi laki-laki macam Tomi ini.

"Maksud lu apa ngomong gitu?"Tanya Tomi tersingung dengan ucapan Asnawi.

"Ngga ada maksud apa-apa gue, gue cuma ngomong apa adanya. Emang kenapa kalo Fuji udah Move on? Salah dia milih buat lebih bahagia sama Gue? Makanya jadi cowok jangan bertingkah kalo mau cewek lu tetep sama lu, bertingkah si Lu" Sahut Asanwi dengan santai tanpa ada sepercik amarah padanya.

"Nawi, udah"lerai Fuji, dengan mengelus tangan Asnawi yang menggenggam tangannya.

"Biarin aja yang, mau sampe mana dia mau ngoceh"

"Wihhh wihh beneran udah sayang-sayangan" Ucap Tomi dengan rasa takjub yang dibuat-buat.

Namun respon dari Tomi tersebut yang makin membuat Asnawi terhibur "Ya ngga gpp, sayang-sayangan kepacar sendiri mah wajar. Kalo yang ngga wajar tuh sayang-sayangannya sama pacar orang, atauuuu masih pacar orang tapi sayang-sayangannya juga ke cewek lain. Itu baru brengsek"

"Oh gini mulutnya kapten Timnas?"

"Kenapa emang mulut gue? Mulut gue ngga ada sangkut pautnya sama kerjaan gue yaa! Gue cuma ngomong fakta aja, cowok mana yang selingkuh tapi ngga brengsek?"

Cintanya CaptTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang