Happy reading!!
Khaotung berakhir meminjam satu tas besar dari First.
Dua jam lamanya dia berada di Kondo First, berbicara hanya seputar tas dan apa saja yang ingin dia isi.
First memang dari dulu suka mengoleksi tas besar untuk keperluan seperti camping dan lainnya, jadi First pikir daripada beli lebih baik Khaotung memanfaatkan apa yang ada.
Khaotung sedang menunggu taxi online langganannya saat First hendak keluar gerbang dengan mobil yang digunakannya.
Merasa hubungan antar keduanya sudah lebih baik, First menjadi lebih mudah berkomunikasi dengan Khaotung saat ini.
Mungkin itu juga terpengaruh oleh tindakan Ferm dan Dunk yang selalu membuat keduanya duduk berdua dalam meeting, membuat mereka yang awalnya enggan untuk saling bicara tapi di tempat meeting keduanya harus bertukar pikiran.
"Kau mau berangkat denganku?" Tawar First.
"Ah, terimakasih. Taxi onlineku dalam perjalanan," jawab Khaotung.
First kemudian menganggukkan kepalanya, ia pun kembali melajukan mobilnya sembari pamit pada Khaotung untuk berangkat ke kantor lebih dulu.
Tim Ferm hari ini memilih berkumpul di parkiran Kantor, pun sebenarnya nanti juga Khaotung akan satu mobil bersama First dalam perjalanan 4 jam itu, tapi sepertinya Khaotung masih belum siap jadi dia buru-buru pesan online taxi supaya memiliki alasan untuk tidak berangkat bersama.
----
Selain Khaotung, rupanya First juga menawarkan Nana untuk ia pinjami tas. Gadis itu mengeluh jika dia tidak memiliki tas ukuran besar untuk memuat keperluan yang dia bawa, jadi tadi malam itu juga First Mengirimkan beberapa foto tas pada Nana, tapi dikarenakan tas yang dimiliki First terlalu laki untuk dia yang berlaga tuan putri Nana memutuskan untuk membeli yang baru dengan warna pink mencolok.
Tentu saja, First lebih dulu datang dibandingkan Khaotung. Ferm, Dunk, dan Nana yang datang lebih awal pun segera menyapa First, tapi kemudian mereka merengutkan dahi tanda heran karena First datang sendirian, padahal kan pasangannya untuk perjalanan ini Khaotung, yang tinggal satu gedung kondo bersamanya.
"Senior Khaotung?" Tanya Ferm.
"Dalam perjalanan, dia menggunakan taxi." First menjawab dengan mata sibuk melihat ponselnya, ia sedang mencoba menghubungi Fei yang sebelumnya mengatakan bahwa dia akan sedikit terlambat, jadi First harus sedikit memakinya untuk lebih cepat Karena semua orang sudah menunggu.
"Jika aku datang dengan taxi itu wajar," ujar Nana. Dia sebenarnya sempat ingin berangkat dengan Fei, mengingat mereka satu arah dari rumah, namun saat mengetahui dari grup chat jika Fei akan terlambat ia memutuskan untuk menggunakan taxi saja ke kantor.
"Ah, itu dia kesayangan kita."
Dunk melambaikan tangannya dengan semangat pada Khaotung yang baru saja turun dari taxi didepan gerbang kantor, kemudian berjalan dengan tas dipunggungnya sembari membalas lambaian tangan Dunk.
Kini, semua orang sudah berkumpul di parkiran kecuali Fei.
Lima orang tersebut terlihat saling bercengkrama di parkiran, membicarakan perjalanan yang ternyata cuma Nana yang tak mengetahui jalan tersebut.
Sedang asyik-asyiknya membahas jalan itu, Nana perhatikan tas yang digunakan oleh Khaotung, juga melihat jam tangan dan beberapa gelang yang digunakan sang senior di pergelangan tangan yang sama.
Setelah beberapa lama memperhatikan, Nana langsung shock sendiri.
Dia kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan kembali melihat beberapa foto tas yang dikirim oleh First.
Tas yang digunakan Khaotung memang tidak difoto oleh First, tapi modelnya hampir-hampir mirip seperti milik First yang fotonya dikirim ke Nana.
Nana kemudian memperhatikan lebih dekat lagi jika dia melihat beberapa kali pergelangan tangan ikut terfoto oleh First, dan itu mirip seperti pergelangan tangan Khaotung, tas yang digunakan Khaotung juga sebagian masuk ke dalam foto.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love In The Office [COMPLETED]
FanfictionSulitnya menjalin kasih dengan rekan kerja.
![Love In The Office [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/374331332-64-k637339.jpg)